
"Nathan, nikahi aku!!"
Tapp ..
Nathan menghentikan langkahnya setelah mendengar permintaan gila Luna. Apa dia tidak salah dengar, Luna memintanya untuk menikahinya!! Kemudian Nathan berbalik badan dan menatap Luna dengan pandangan penuh tanya.
"Maksudmu apa?"
"Apa masih kurang jelas yang aku katakan?! Nikahi aku!!" pinta Luna sekali lagi. "Aku tidak mau dijodohkan dengan anak mami itu, jadi untuk itu aku ingin kau menikahiku!!"
"Dasar gila!!" ucap Nathan dan pergi begitu saja.
Luna mendecih sebal. Dia segera mengejar Nathan dan menghentikan langkah pria itu. Luna merentangkan kedua tangannya dan menghalangi pria itu.
"Kau tidak boleh pergi. Kau harus menikahiku apapun yang terjadi!"
"Aku tidak mau!! Terus terang saja, Luna. Aku tidak ingin terlibat hubungan yang menjengkelkan seperti itu. Jadi sebaiknya kau cari orang lain saja!!!"
__ADS_1
Luna menggeleng. "Aku tidak mau tahu, dan aku tidak ingin mendengar alasan apapun!! Kau harus menikahiku, dan jika kau tidak mau, maka aku akan memaksamu!!"
"Konyol!! Jika kau hanya menjadikanku sebagai alat supaya ayahmu tidak jadi menjodohkanmu dengan pilihannya. Maka Bermimpi saja!!" sinis Nathan.
Nathan menolak tegas rencana gila Luna. Dia benar-benar belum siap untuk menikah apalagi berumah tangga, itulah kenapa nathan menolak permintaan gila Luna.
Luna menatap pria itu dengan sebal. Padahal dia sampai menjatuhkan harga dirinya, tetapi Nathan malah menolaknya.
Tetapi bukan Luna namanya jika menyerah begitu saja, lebih baik menjatuhkan harga dirinya daripada harus menikah dengan pria yang tidak ia sukai sama sekali apalagi dia seorang anak mami.
"Nikahi aku, atau aku akan bunuh diri!!" teriak Luna dan menghentikan langkah Nathan untuk kedua kalinya. "Aku tidak main-main dengan ucapanku, jika kau tidak mau menikahiku, maka aku akan bunuh dir! sekarang juga di depan matamu!!"
"Luna, apa yang kau lakukan?! Cepat buang pecahan vas itu sekarang juga!!" pinta Nathan menuntut.
Luna menggeleng. "Tidak mau!! Aku akan memotong urat nadiku detik ini juga jika kau masih tetap bersih keras dan tidak mau menikahiku!!"
Dan keributan yang Luna ciptakan tentu saja menyita perhatian semua orang, Tuan Xia buru-buru naik ke lantai 2 setelah mendengar suara benda terjatuh diiringi teriakan Luna.
__ADS_1
Setibanya di sana, Tuan Xia terkejut Bukan main ketika melihat Luna hendak memotong urat nadinya.
"Luna, Sayang apa yang kau lakukan?!" teriak Tuan Xia penuh keterkejutan. Cepat buang pecahan Vas itu sekarang juga!! Jangan melakukan hal-hal aneh seperti itu!!"
"Tidak!! Ini juga berlaku untuk, Daddy!! Jika Daddy tetap bersih keras untuk menjodohkan ku dengan anak mami itu, maka aku akan bunuh diri sekarang juga!! Daddy, akan Kehilangan putri Dad yang cantik ini!!"
Tuan Xia menggeleng. "Tidak, Luna. Daddy, tidak akan memaksamu lagi. Tapi cepat buang pecahan vas sekarang juga!!" pinta Tuan Xia menuntut. Luna menggeleng. "Lalu apa lagi yang kau ingatkan?! Bukankah Daddy sudah menuruti kemauanmu, lalu kenapa kau masih tidak mau membuang pecahan vas bunga itu?"
"Aku masih memiliki satu permintaan lagi. Dan Daddy harus mengabulkannya bagaimanapun caranya!!"
Tuan Xia mengangguk. "Baiklah akan Daddy akan mengabulkannya, sekarang beritahu Daddy apa keinginanmu itu?"
"Nikahkan aku dengan, Nathan. Aku mau menikah dengannya!!"
Sontak kedua mata Tuan Xia membelalak sempurna mendengar permintaan gila putrinya. "APA, MENIKAHIMU DENGAN, NATHAN?!"
.
__ADS_1
.
Bersambung.