
Nathan kembali ke kamarnya dan mendapati Luna sedang tertidur pulas di tempat tidurnya. Kemudian Nathan mendekati Luna dan berdiri di samping gadis itu, memperhatikan wajah Luna dengan seksama. Dan tak bisa Nathan pungkiri, jika Luna benar-benar cantik.
Jika boleh jujur, Luna adalah gadis tercantik yang pernah Nathan kenal dan temui dalam hidupnya selain ibunya.
Tak tega untuk membangunkannya, akhirnya Nathan membiarkan gadis itu tidur di tempat tidurnya. Kemudian dia beranjak dan pergi balkon kamarnya.
Hawa dingin menyambut Nathan ketika pria itu menginjakkan kakinya di lantai balkon. Langit terlihat gelap dan tak berbintang. Manik-manik Langit menyembunyikan sinarnya di balik pekatnya awan kelam, sang Dewi malam pun tak mau menunjukkan wujudnya sama sekali.
"Hei, kawan. Kemarilah, turun kesini!! Ayo kita minum bersama."
Seorang pria melambaikan tangannya pada Nathan dan meminta pria itu untuk turun. Dia adalah salah satu Bodyguard yang bekerja untuk menjaga keamanan di kediaman Xia. L
Nathan tak menolak ataupun mengiyakan panggilan pria itu. Nathan tetap tak bergeming dari tempatnya berdiri. Sedangkan pria yang memanggilnya tadi sudah pergi entah kemana. Dan Nathan tak perduli.
"Omo!! Kenapa aku bisa ketiduran disini?" Nathan menoleh setelah mendengar suara dari kamarnya. Namun dia tak peduli, mungkin saja Luna sudah bangun. Nathan kembali menikmati rokoknya.
Sementara itu. Di dalam kamar, Luna buru-buru bangkit dari berbaringnya ketika ia menyadari telah tertidur di kamar Nathan. Dia harus kembali ke kamarnya sekarang juga.
"Akkhhh,"
Karena tidak hati-hati dan terlalu terburu-buru, Luna jatuh dari tempat tidur. Dan pekikannya mengejutkan Nathan, pria itu membuang rokoknya yang tinggal setengah lalu menghampiri Luna dan membantunya berdiri.
"Ceroboh, sebenarnya apa yang kau lakukan? Kenapa bisa sampai jatuh seperti itu?!" Nathan mengulurkan tangannya pada Luna dan membantu Gadis itu untuk berdiri.
Luna mendesah berat. "Aku tidak sengaja tersandung kakiku sendiri ketika hendak turun dari tempat tidurmu," jawabnya. "Aahhh," Luna hampir saja terjatuh untuk kedua kalinya jika Nathan tidak menangkapnya dengan cepat. Rupanya kakinya terkilir akibat jatuh barusan.
"Dasar merepotkan!!" ucap Nathan seraya mengangkat tubuh Luna bridal style lalu membaringkan kembali di tempat tidurnya.
Gadis itu mempoutkan bibirnya. "Dasar menyebalkan!! Bisa-bisanya kau menyebutku merepotkan!! Namanya juga tidak sengaja, dan aku tersandung kakiku sendiri ketika hendak turun tadi." Jawab Luna setengah menggerutu.
__ADS_1
Nathan mendesah berat.Dia meraih kaki kanan Luna yang terkilir lalu meletakkan di atas pangkuannya. "Appoo!! Yakk!! Jangan ditekan, itu sakit!!" jerit Luna histeris.
"Dasar queen of Drama, jelas-jelas aku belum menyentuh kakimu sama sekali, dan kau malah berteriak duluan. Apa kau ingin membuat semua orang di rumah Ini salah paham padaku?!" Hardik Nathan sebal.
Luna pun menjadi cengo sendiri mendengar apa yang Nathan ucapkan. "Benarkah?! Hahaha, aku pikir kau sudah menyentuhnya." gadis itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lagi-lagi Nathan mendengus. Selalu saja ada tingkah konyolnya yang membuat orang lain geleng kepala.
"Kau mau kembali ke kamarmu?"
Luna mengangguk. "Dan bisakah kau mengantarkanku ke sana, tidak mungkin bukan kita tidur satu kamar sepanjang malam. Semua orang bisa lebih salah jika menemukan jika tidak satu kamar. Dan sekarang cepat gendong aku." Gadis itu mengulurkan tangannya pada Nathan dan meminta pria itu untuk menggendongnya.
Dengan gemas Nathan menjitak kepala Luna lalu mengangkat gadis itu bridal style. Kedua tangan Luna memeluk leher pria itu, matanya mengunci mata kanan Nathan. Kemudian Luna menarik tangan kanannya lalu mengarahkan pada mata kiri Nathan yang tertutup perban.
"Apakah ini sakit?" Luna menatap Nathan dengan cemas. Rasa bersalah terlihat jelas diraut wajahnya.
"Hn,"
Nathan menggelengkan kepala. "Aku tidak bisa berjanji, karena melindungimu adalah tugasku sebagai Bodyguardmu!!" jawab Nathan tanpa melepaskan kontak mata diantara mereka.
Luna menundukkan kepala. "Maaf, kau jadi lebih sering terluka karena diriku. Jika bukan demi melindungiku, pasti mata kirimu tak akan semakin parah karena pukulan pria itu. Nathan, aku sungguh-sungguh minta maaf, karena aku hanya menjadi bebanmu!!" kedua mata Luna tampak berkaca-kaca. Dia benar-benar merasa bersalah pada Nathan.
"Diamlah!! Sebaiknya jangan bicara lagi. Aku tidak pernah merasa terbebani olehmu!!" ucap Nathan menegaskan.
Nathan menurunkan Luna. Mereka tiba di kamar gadis itu, Luna menarik Nathan ketika dia hendak beranjak sehingga tubuh Nathan seketika menindih Luna. Dan Nathan tentu saja amat sangat terkejut dengan apa yang Luna lakukan.
"Luna, apa yang kau lakukan?!"
"Tetaplah disini dan jangan pergi kemana pun. Aku tidak ingin sendirian, hanya ketika bersamamu aku merasa tenang dan aman. Untuk itu tetaplah disini dan temani aku." Pinta Luna memohon.
Nathan menyingkirkan tangan Luna lalu beranjak dari posisinya saat ini. "Jangan aneh-aneh, orang lain akan salah paham saat melihatku keluar dari kamar ini esok pagi. Aku akan berjaga diluar kamar!! Ini sudah larut malam sebaiknya segera tidur!!"
__ADS_1
Luna menggeleng. Dia menahan Nathan untuk pergi. "Tidak mau!! Aku maunya kau tetap disini!!" ucap Luna menegaskan. Dan perkataannya adalah hal mutlak.
Nathan mendesah panjang. "Kenapa kau keras kepala sekali. Kunci saja pintu balkon dan biarkan pintu kamarmu tetap terbuka, dengan begitu kau bisa melihat aku berdiri di depan kamarmu!!"
Gadis itu menekuk wajahnya dan menghela nafas panjang. Dengan pasrah dia menganggukkan kepala. "Baiklah," Nathan menepuk kepala coklat Luna dan pergi begitu saja. Tak lupa Nathan meminta Luna untuk segera tidur karena ini memang sudah larut malam.
.
.
Dan sementara itu di tempat yang sama namun di lokasi berbeda, Tuan Xia tengah menginterogasi pria yang diam-diam masuk masuk ke dalam rumahnya.
Tuan Xia benar-benar penasaran Siapa yang menyuruh pria itu, apakah orang itu orang yang dia kenal atau bukan?!
"Jangan mempersulit dirimu lagi!! Sebaiknya katakan saja siapa yang telah menyuruhmu agar aku bisa memperingan hukumanmu!!" Ucap Tuan Xia.
Sebenarnya dia sangat tidak tega melihat pria itu yang tampak pucat dan kesakitan akibat kehilangan banyak darah. Dan Tuan Xia ingin supaya Pria Itu segera memberitahunya. "Aku tidak akan memberitahumu, bahkan jika kau harus membunuhku!!"
"Jangan begitu, itu tidaklah baik. Jangan setia pada seseorang yang belum tentu peduli padamu. Dan jika kesempatan hidup ada di depan katamu. Sebaiknya manfaatkan dengan sebaik-baiknya, jangan malah kau sia-siakan begitu saja!!" ujar Tuan Xia.
Tuan Xia bukanlah orang yang kejam. Jika saja Nathan yang mengurusnya, mungkin saat ini dia sudah kehilangan nyawa. Dan Tuan Xia berusaha memberikan kesempatan padanya untuk tetap hidup, dengan syarat dia harus berterus terang. Dan Tuan Xia akan memberinya kesempatan sampai besok pagi.
.
.
Bersambung.
Halo riders, sebelumnya author minta maaf karena telat-telat terus upload bab barunya. Si kecil rewel dari kemarin habis imunisasi, mohon pengertiannya ya 🙏🙏
__ADS_1