Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Putus


__ADS_3

*


*


🌴🌴🌴


*


Setelah pulang dari Bali kemarin, Alex belum masuk kantor lagi, dia ingin mengetes hatinya lagi, Alex tidak ingin bertemu Flo untuk sementara waktu.


Pukul delapan pagi Alex baru keluar kamar namun belum siap-siap ke kantor, Alex menuruni tangga hanya dengan memakai celana jeans robek, kaos hitam, jaket dan ransel di bahu sebelah kanannya.


Elisa yang sedang menaruh secangkir teh di atas meja makan mengernyitkan dahinya "Loh Al, kok belum siap-siap ke kantor?"


"Al, ijin seminggu nggak masuk kantor ya mih? Banyak tugas kampus." jawab Alex sembari mendudukkan dirinya di kursi dan mengambil selembar roti yang sudah di olesi selai coklat kesukaannya.


Elisa menaikan satu alisnya. "Terus urusan kantor gimana? Kasian Flo dong."


"Kan mami masih bisa bantu dia, sesekali dateng ke kantor, Al juga ijin seminggu ke depan tidak pulang ke rumah."


"Kalau nggak pulang kamu tidur dimana?" Elisa mulai curiga, ada apa dengan anak semata wayangnya? Tidak biasanya Alex seperti itu.


"Nginep di kostnya Satria dan Kevin mih." jawab Alex sembari memakan potongan roti yang terakhir.


"Kenapa nggak pulang aja sih? Kan jarak dari rumah ke kampus kamu juga nggak jauh-jauh banget." protes Elisa.


"Al akan ngerjain tugas sampai malem mih, males kalau harus bolak-balik."

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu, kamu hati-hati kalau tugasnya selesai belum larut malam kamu pulang aja." pesan Elisa kepada putra kesayangannya.


Alex telah selesai, dia meletakkan garpu dan pisau di piring kemudian ia beranjak dari kursi. "Al berangkat ya mih."


"Iya hati-hati, inget pesen mami kalau tugasnya selesai belum larut malam lebih baik kamu pulang ke rumah."


"Iya mih." Alex mencium pipi Elisa. "I love you mom."


"I love you too baby." balas Elisa sembari mengelus rambut Alex.


Alex berjalan menuju pintu utama kemudian ia membuka pintu dan menunggu beberapa saat, mobilnya pun telah sampai tepat di depannya, seorang pria paruh baya keluar dan menyerahkan kunci mobilnya. "Silahkan den." ucap sang sopir.


"Terima kasih mang Komar." jawab Alex.


Alex memasuki mobilnya, memasang seat belt lalu menyalakan mesin mobilnya.


Alex melajukan mobilnya menuju taman dekat kampus untuk menemui wanita yang berstatus sebagai kekasihnya beberapa minggu ini.


Ternyata wanita yang ingin ia temui sudah menunggu, wanita itu duduk di kursi pinggir taman, begitu melihat sosok Alex sudah muncul wanita itu pun berdiri menyambut kedatangan kekasihnya.


"Hai sayang..." sapa wanita tadi.


Alex langsung mendekat, mengikis jarak di antara mereka dan memeluk wanita itu. "Sorry Chel gue telat." kata Alex di puncak kepala Chelsea.


"No problem." jawab Chelsea teredam di dada Alex.


Alex melepas pelukannya dan sedikit menunduk supaya tatapan mata mereka saling bertemu. "Sorry Chel, kita ketemuan hanya untuk memastikan sesuatu."

__ADS_1


Chelsea mendongakkan kepalanya. "Apa itu sayang?"


Tanpa menjawab pertanyaan Chelsea, Alex semakin menunduk, perlahan Alex memagut bibir Chelsea dan melumatnya.


Chelsea sudah sangat bahagia atas perlakuan Alex, meskipun itu secara tiba-tiba.


Alex menyudahi pagutanya. "Maafin gue Chel, gue cuma mau memastikan perasaan gue sama lo."


Dahi Chelsea berkerut dalam. "Maksudnya?"


Alex memegang pundak Chelsea "Gue nggak ada perasaan sama lo Chel. Dan ciuman kita barusan hanya untuk membuktikan kebenarannya, jadi gue mau kita akhiri hubungan ini."


Chelsea menepis tangan Alex Dengan kasar, wajahnya memerah menahan amarah. "Salah gue apa sih sama lo? Kenapa tiba-tiba lo mau mengakhiri hubungan kita?! Padahal tidak ada masalah di antara kita. Kita baik-baik aja."


"Ini bukan masalah siapa yang salah atau siapa yang benar Chel, ini masalah perasaan, hati. Gue harap lo ngerti dan mau menerima keputusan ini."


Lelehan cairan bening dari mata Chelsea meluncur begitu saja bersama hatinya yang hancur.


Di saat yang bersamaan, Alex membuatnya melayang tinggi dengan ciumannya dan saat itu pula Alex telah menjatuhkanya dengan memutuskan hubungan mereka.


Chelsea langsung berlari meninggalkan Alex yang masih mematung di tempatnya.


"Maafin gue Chel." lirih Alex


*


*

__ADS_1


K**ejam sekali kamu Al😭😭


Awas hukum karma loh**...


__ADS_2