Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Terkejut


__ADS_3

*


*


🌴🌴🌴


Sudah satu minggu Flo di rawat namun belum juga ada kemajuan kondisi Flo masih lemah.


Flo masih berbaring lemah di ranjang rumah sakit, tanganya memegangi kalung di lehernya, kalung berliontin cincin. Cincin kawin milik Alex yang di lepas waktu itu.


Pandangan Flo masih kosong fikirannya melayang, baru saja dia merasakan bahagia bersama suaminya. "Kenapa setelah aku bisa mencintai Alex namun keadaan malah menjadi seperti saat ini? Apa salah dan dosaku Tuhan?" Kata Flo dalam hati.


Air matanya kembali mengalir.


Arga baru masuk dan melihat Kakaknya sedih langsung mendekat. "Kak, sudah dong Kak jangan sedih terus! Arga juga ikut sedih jika Kakak begini terus."


"Bagaimana nasib rumah tangga Kakak Ga? Siapa yang tidak sedih jika rumah tangganya sedang di ujung tanduk." Ujar Flo yang masih terus terisak.


Arga memeluk Kakaknya. "Sstttt... Sudah jangan sedih, nanti kita cari jalan keluarnya. Yang penting sekarang Kakak sembuh dulu."


"Gimana mau sembuh kalau hati Kakak sedang kacau?"


"Rilex Kak, lupakan sejenak beban fikiran Kakak! Sekarang istirahat dulu biar cepat sembuh." Ujar Arga sembari melepas pelukannya dan menegakkan tubuhnya.


"Sana Ga, kalau mau balik ke kantor, Mama sudah selesai." Ujar Marcia sembari berjalan mendekati ranjang beserta bi Minah yang mengekorinya.


Arga berdiri dan Marcia duduk.


Arga berdiri dan menarik lengan bi Minah. "Ikut aku sebentar bi!"


Arga dan bi Minah keluar dari kamar Flo.

__ADS_1


"Bi, bisa ceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara Kak Flo dan Alex?" Tanya Arga setelah duduk di kursi depan kamar Flo.


Bi Minah diam sejenak seperti sedang merangkai memorinya. "Saya akan menceritakan apa yang saya lihat aja ya Mas Arga, selebihnya saya tidak tau apa sebenarnya yang terjadi di dalam rumah tangga Non Flo dan Den Alex."


"Iya bi, itu lebih bagus."


"Sekitar seminggu yang lalu saya dan Non Flo sedang ke rumah sakit-------.............."


Bi Minah telah selesai menceritakan apa yang dia lihat. "Begitu Mas Arga ceritanya."


"Terima kasih bi. Kalau gitu aku tinggal dulu, bibi masuk lagi aja." Ujar Arga.


"Baik Mas."


Bi Minah masuk lagi ke dalam, sedangkan Arga kembali ke kantor.


*


*


🌴🌴🌴


Namun sebelum pulang Arga akan mampir dulu ke kantor Alex.


Arga sebenarnya belum suka dengan Alex, namun demi Kakaknya Arga akan mendatangi Alex.


Arga keluar dari kantor dan mengendarai mobilnya menuju kantor Alex, butuh waktu agak lama karena jarak tempat kerja Arga dan kantor Alex lumayan jauh.


Kurang lebih empat puluh lima menit Arga baru sampai.


Arga memakirkan mobilnya lalu memasuki kantor Alex, Arga mampir Resepsionis sebentar untuk menanyakan ruangan Alex, kebetulan penjaga Resepsionis belum pulang.

__ADS_1


Arga keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Alex. hanya berjalan beberapa langkah Arga sudah sampai di depan ruang Alex. Arga mengetuk pintu tersebut.


"Masuk." Jawaban dari dalam ruangan tersebut, Arga yakin kalau itu suara Alex.


Arga membuka pintu dan berjalan menuju meja kerja Alex. "Enak banget lo! Lo sehat dan saat ini sedang kerja, sedangkan istri lo terdampar tak berdaya di rumah sakit tanpa lo tengok sekalipun."


Alex tak bergeming dengan perkataan Arga barusan, dia masih sibuk dengan layar laptopnya.


Arga menarik kerah kemeja Alex. "Denger! kalau bukan karena Kakak gue. Gue juga ogah datang ketempat lo. Gue cuma mau ngasih tau lo kalau Kakak gue menderita karena pisah sama lo!"


"Maksud lo apa?"


Arga menghempaskan tubuh Alex. "Lo nyadar nggak sih karena kesalahpahaman ini Kakak gue jadi drop?"


Alex menyatukan Alisnya.


Arga menghembuskan nafasnya berat. "Kalau lo kira Kakak gue bakal balik sama bang Sandy itu salah, mereka bertemu di rumah sakit juga tidak sengaja kan? Tidak mungkin kan kalau Kakak gue yang sedang sakit terus kencan sama bang Sandy di rumah sakit, ada pembantu kalian pula. Kalau Kakak gue tidak butuh elo, terus ngapain dia chat lo, suruh nyusulin ke rumah sakit? Mikir dong lo!"


Alex terdiam memang benar ucapan Arga barusan, kalau Flo tidak membutuhkan dirinya ngapain Flo chat dirinya untuk nyusul.


"Gue cuma mau meluruskan masalah supaya tidak berlarut-larut dan Kakak gue cepat sembuh dan dia butuh elo untuk selalu disisinya." Ujar Arga


Alex masih membisu.


Arga berjalan menuju pintu keluar lalu meraih gagang pintu tersebut, untuk beberapa saat Arga masih mematung di belakang pintu. "Dan satu lagi." Ucap Arga tanpa menoleh.


Alex menatap Arga dari tempat duduknya.


"Kakak gue hamil, dia sedang mengandung anak lo." Lanjut Arga tanpa menoleh lalu membuka pintu dan meninggalkan Alex yang masih mematung di tempatnya karena terkejut.


*

__ADS_1


*


Seneng nggak tuh si Alex???


__ADS_2