
🌴🌴🌴
Tok tok tok
"Masuk." jawab Flo dari dalam kamar.
Kepala mami Lisa nyembul di balik pintu. "Flo. Al dimana?"
Flo yang tadi tiduran di ranjang, beringsut duduk di tepian ranjang. "Sedang mandi mi, kenapa?"
Elisa berjalan dan duduk di samping Flo. "Kamu sedang sibuk nggak?"
Flo menggeleng. "Tidak mi."
Elisa meraih tangan Flo dan sedikit menariknya. "Ikut mami ke taman belakang rumah yuk, ada yang mau mami omongin sama kamu."
Flo mengagguk sebagai jawaban.
Mereka berjalan beriringan menuju taman belakang rumah oma.
"Kita duduk di kursi itu aja Flo." tunjuk Elisa pada kursi kayu panjang di dekat tanaman bunga.
Flo nurut aja dan ngikuti langkah mertuanya menuju kursi kayu tersebut.
"Disini udaranya sejuk ya mi." ucap Flo setelah duduk di kursi.
Elisa duduk di samping Flo. "Makanya mami selalu betah di Bandung."
"Katanya ada yang mau di omongin mi?"
__ADS_1
Sebelum mulai bicara, Elisa menggenggam tangan Flo. "Flo. Apa kamu masih belum bisa mencintai Al?"
Flo tidak bisa menjawab, hanya menatap mata mertuanya sesaat terus beralih menatap ke bawah.
"Mami tau perasaan itu tidak bisa di paksakan." Elisa menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Kamu ingat, perjanjian pernikahan kalian tinggal dua bulan lagi. Apa sedikit saja kamu tidak punya rasa cinta untuk Al?"
Flo masih diam dan terus memandang ke bawah. "Flo tidak tau mi." lirihnya.
Elisa mengusap punggung Flo. "Kamu tau, semenjak Al kenal kamu dia sudah banyak berubah. Dari Al yang playboy, Al yang keluar masuk klub malam, Al yang males kerja. Al sudah meninggalkan semua kebiasaan buruknya dan yang sekarang mami lihat Al jauh lebih dewasa." Elisa kembali menarik nafas dalam seperti mencari kekuatan. "Terima kasih kamu bisa merubah Al menjadi lebih baik."
Flo menggeleng. "Flo tidak melakukan apa-apa mi."
"Mami bahagia kamu bersama Al, tapi mami juga sedih jika membayangkan dua bulan lagi kalian akan berpisah." Elisa meneteskan air matanya. "Mami tidak bisa membayangkan betapa hancurkan Al jika itu benar-benar terjadi. Di saat kamu meninggalkan Al. Al pasti akan lebih buruk dari kebiasaan sebelumnya."
Flo msih masih bergeming, dia baru sadar kalau pernikahannya dengan Alex tinggal dua bulan lagi.
"Flo tidak bisa menjanjikan apa-apa mi. Flo juga sedang menata hat--" ucapan Flo terpotong dengan kehadiran Alex.
"Pada ngomongin apa sih? serius amat." tanya Alex sembari merangkul bahu kedua wanita itu dari belakang.
"Biasa, urusan cewek." jawab Flo sekenanya
"Ayo kita berangkat, katanya mau ke Bukit Bintang."
Flo mengernyit. "Loh. Katanya malam?"
"Emang, indahnya itu pada malam hari tapi bukan berarti kita berangkat kesananya malam kan. Yang ada kita sampai disana kemaleman Flo. Kita berangkat sore jadi sampai disana nanti bisa pas."
"Gitu ya. Ya udah aku siap-siap dulu." Flo beranjak dari kursi tersebut.
__ADS_1
"Jangan lupa jaket, sarung tangan dan sepatu." nasehat Alex dan si angguki oleh Flo.
"Aku tunggu di mobil." seru Alex lagi.
"Ya." jawab Flo singkat.
Flo masuk kamar siap-siap.
Setelah siap Flo menyusul Alex di mobil.
"Siap?" tanya Alex dan di angguki Flo
Mereka berangkat menuju Bukit Bintang yang di maksud Alex.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mereka sampai.
"Sudah sampai." seru Alex setelah mematikan mesin mobilnya.
Flo menatap sekelilingnya dengan bingung. "Disini?"
"Kita tinggal naik dikit." jawab Alex.
Mereka berjalan kaki menuju tempat yang di maksud Alex.
"Kita disini aja ya nggak usah sampai atas, nanti kamu capek." ucap Alex setelah menemukan tempat yang cocok
Mata Flo melebar dan berbinar-binar. "Ini indah sekali Bear"
__ADS_1