
*
*
🌴🌴🌴
Sudah lebih dari tiga jam Alex melajukan mobilnya tak tentu arah, dia tidak tau harus kemana saat ini.
Akhirnya Alex menepikan mobilnya dia sudah tidak bisa lagi berkonsentrasi, fikirannya sudah sangat kacau.
Alex melipat kedua tangannya di atas setir mobilnya dan menenggelamkan wajahnya.
Alex baru menyadari selama ini Flo belum pernah mengungkapkan kata 'cinta' untuk dirinya satu kali pun belum pernah bahkan sekedar membalas ungkapan cinta Alex pun juga belum pernah. Flo hanya mengatakan kalau dirinya membutuhkan Alex dan tidak mau kehilangan Alex.
Alex menegakkan tubuhnya dan memukul setir mobilnya. "Stupid! Stupid! Stupid! Lo stupid Alex." Maki Alex pada dirinya sendiri.
"Kenapa selama ini gue tidak menyadari kalau Flo belum mencintai gue?" Tanya Alex pada dirinya sendiri. "Arghhhh!!!"
Alex menatap kosong ke depan, dia harus memikirkan langkah selanjutnya, apa yang harus dia lakukan.
*
*
🌴🌴🌴
__ADS_1
Flo dan bi Minah telah sampai rumah, Flo langsung mencari keberadaan suaminya namun ternyata rumah masih kosong, Alex belum pulang ke rumah. "Kamu kemana Bear?" Tanya Flo pada dirinya sendiri.
Flo berbaring di sofa sembari menunggu Alex pulang.
Bi Minah mendekati Flo serta membawa selimut untuk menyelimuti tubuh Flo. "Mau bibi bikinin teh hangat non? atau bibi panggilkan Dokter?"
Lagi-lagi Flo menggeleng dan terus memandangi handphonenya berharap Alex segera menghubunginya kembali.
Sudah puluhan kali Flo mencoba menghubungi Alex namun handphonenya tidak aktif, membuat kepala Flo semakin berdenyut sakit.
*
Hari sudah gelap namun Alex belum juga pulang. ini benar-benar membuat Flo semakin merasakan sakit luar dan dalam.
"Ayo ke kamar Non, ini sudah malam." Ucap bi Minah lembut.
Bi Minah membaringkan tubuh Flo dan kembali menyelimutinya, setelah itu dia keluar serta menutup pintu dan masuk ke kamarnya.
Mata Flo memang terpejam namun dia tidak bisa tidur. Istri mana yang bisa tidur jika dia tidak tau keberadaan suaminya.
Alex pulang sudah larut malam, dia menaiki tangga dan masuk ke kamarnya namun dia tidak menemukan Flo di dalam kamarnya. "Kemana Flo?" Tanya Alex pada dirinya sendiri.
Alex memeriksa kamar sebelah yang di tempati Flo dulu sebelum mereka tidur seranjang, namun tidak ada juga.
Alex menuruni tangga dan hendak menuju dapur, namun langkahnya terhenti saat melihat bi Minah menutup pintu kamar bekas gudang.
__ADS_1
Alex melanjutkan langkahnya hingga di dekat bi Minah. "Flo dimana bi?"
"Di dalam sedang istirahat." Jawab bi Minah pelan bahkan cenderung berbisik, takutnya jika terdengar oleh Flo dan malah mengganggunya.
Bi Minah segera kembali ke kamarnya.
Alex membuka pintu pelan, dia memandangi istrinya yang sedang berbaring posisi membelakanginya. "Apa kamu ingin segera berpisah denganku Flo? sampai kamu harus tidur disini bukan di kamar kita." Batin Alex.
Alex berjalan pelan mendekati Flo dia hanya diam, cukup lama.
Flo membalikkan badan kini menghadap Alex namun matanya masih terpejam meskipun belum tidur, perlahan mata Flo terbuka saat merasakan ada seseorang yang menaiki ranjangnya. "Bear?"
Alex duduk di tepi ranjang. "Jika kamu masih mencintai Sandy kejarlah dia." Ujar Alex pelan sembari melepas cincin kawinnya dan menaruhnya di atas nakas lalu dia beranjak dari ranjang.
Flo menggeleng cepat dan mencoba menahan pergelangan Alex. "Jangan tinggalkan aku." Lirih Flo dengan derai air mata.
Alex tetap melepas tangan Flo dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.
"Alex, jangan pergi! kumohon jangan tinggalkan aku." Flo mencoba memanggil Alex namun Alex tidak bergeming dia terus melanjutkan langkahnya hingga keluar dari kamarnya.
Flo mencoba bangkit untuk mengejar Alex namun baru menuruni ranjang kakinya sudah tidak mampu lagi menopang tubuhnya, dia terduduk di lantai di sertai tangis pilunya.
*
*
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜