
Sekedar info, supaya readers tidak bingung.
Ceritanya Sandy masih kental Korea ya jadi kalau manggil Papa / Mama nya pakai bahasa Korea.
Appa : Papa
Eomma : Mama
*
*
"Princess?"
'Deg'
Begitu mendengar suara familiar masuk ke indera pendengaran membuat Flo membuka mata dan menegakkan tubuhnya.
Flo membulatkan matanya dan mengerjab beberapa kali untuk meyakinkan bahwa yang dia lihat saat ini benar-benar Sandy.
Flo masih membeku belum bisa merespon kehadiran Sandy, ini cukup mengejutkan baginya setelah sekian lama tidak bertemu kini tiba-tiba Sandy hadir kembali.
"Kamu sakit?" Tanya Sandy, namun tidak ada respon dari Flo dan detik selanjutnya tangan Sandy bergerak lincah memeriksa kondisi Flo dia mengecek suhu badan, denyut nadi dan yang lainnya.
__ADS_1
Flo hanya diam mematung tidak menyadari dengan tindakan Sandy padanya.
"Kamu harus segera di rawat Flo, kondisi kamu sudah sangat buruk, denyut nadi kamu melemah." Ujar Sandy, namun belum juga di respon oleh Flo.
Akhirnya Sandy berjongkok di depan Flo, dia menggoyangkan lengan Flo. "Hei, kamu kenapa?"
Flo tersentak kaget dan menatap Sandy. "Emm, tidak apa-apa. Kamu kok disini? Bukannya kamu di Korea."
"Eomma sedang sakit dan di rawat disini." Jawab Sandy.
'Hening' Cukup lama, tanpa sadar tangan Sandy masih bertengger di lengan Flo.
Alex sudah datang, dari kejauhan dia bisa melihat interaksi antara istrinya dan mantan kekasihnya, meskipun Alex tidak bisa mendengar percakapan mereka namun dari bahasa tubuh mereka Alex bisa menyimpulkan kalau masih ada rasa cinta di antara mereka, perlakuan Sandy yang manis mengecek kondisi istrinya dan berjongkok di depannya sambil memegang lengannya serta tatapan mata Sandy masih terlihat jelas sedang mengkhawatirkan kondisi Flo saat ini.
"Den Alex?"
Flo segera beranjak dari kursi dia ingin mengejar Alex namun lengannya di tahan oleh Sandy. "Flo, kamu mau kemana? Kamu harus di rawat, kondisi kamu sudah sangat mengkhawatirkan."
"Lepas!!!" Flo menyentak tangan Sandy.
Flo sudah menangis, dia menahan rasa sakit di badannya di tambah lagi memikirkan hati suaminya yang pasti sudah hancur, dia harus segera menjelaskan apa yang terjadi agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara dirinya dan suaminya.
Namun lagi-lagi Sandy meraih pergelangan tangan Flo lagi, sungguh, Sandy benar-benar mengkhawatirkan kondisi Flo saat ini. "Kamu harus dirawat!"
__ADS_1
Flo hanya menggeleng dengan derai air mata serta tatapan memohon agar dirinya di lepaskan, dirinya sudah tak mampu lagi untuk memberontak.
Bi Minah yang sedari tadi hanya jadi penonton kini dia mendekati Flo karena melihat Flo sudah menangis. "Tolong lepaskan Non Flo!"
"Tapi dia harus secepatnya di rawat." Ujar Sandy.
Bi Minah segera memapah Flo untuk duduk kembali. "Non mau di rawat?"
Flo menggeleng. "Kita pulang sekarang bi."
"Anda dengar kan?" Ujar bi Minah pada Sandy.
Bi Minah membantu Flo untuk berdiri dan memapahnya keluar dari rumah sakit itu.
Sandy masih mengikuti langkah Flo dan bi Minah. "Tapi setidaknya sebelum pulang kamu di periksa dulu Flo."
Flo dan bi Minah masih meneruskan langkahnya hingga sampai di pinggir jalan untuk mencari taxi yang lewat.
"Tunggu dulu! aku yang antar kamu pulang, kamu sedang sakit tidak boleh naik taxi!" Ujar Sandy, dia masih segitu pedulinya pada Flo.
Flo berhenti dan Sandy berjalan ke basement untuk mengambil mobilnya, namun ternyata sudah ada taxi lewat, tanpa menunggu Sandy Flo dan bi Minah pulang naik taxi.
*
__ADS_1
*
Istri Sandy mana sih??? tuh suaminya di jaga dong!!