Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Patah hati


__ADS_3

*


*


"SMA------- jadi jangan heran lagi kalo mami lo deket sama Flo dan menaruh kepercayaan yang besar terhadapnya, mami lo juga yang meminjamkan modal kepada mamanya Flo untuk membuka toko kue yang sampai saat ini masih di kelola mamanya Flo, terus mami lo juga yang bantu biaya kuliah Flo hingga sarjana, tidak hanya sampai disitu mami lo juga yang meminta Flo kerja di kantor lo dan juga sekarang meminta Flo jadi pembimbing lo----"


"Kok gue kagak tau apa-apa ya soal ini?" celetuk Alex.


"Lanjut lagi kagak?" tanya Kevin.


"Lanjut lah, gila aja udah sampe sini terus keputus infonya."


Kevin melanjutkan ceritanya lagi. "Rumah yang mereka tempati saat ini adalah satu-satunya peninggalan dari papa Flo, sedangkan mobil itu hasil jerih payahnya Flo sendiri."


"Sekarang giliran lo Sat!" Kevin menyuruh Satria untuk gantian yang memberi infonya, karena jujur Kevin tidak tega memberitahu tentang hubungan Flo dengan seorang pria yang di panggil Bee oleh Flo.


"Oke sekarang giliran gue, tapi gue minta lo sabar ya jangan sedih." kata Satria hati-hati.


"Iye iye pada ribet gitu sih!"

__ADS_1


"Bee. Adalah Sandy, Sandy seorang dokter muda ahli bedah, dia masih keturunan korea makanya kulitnya putih gitu, dan Sandy adalah---" Satria menjeda kalimatnya dia memandang kearah Alex dan Kevin bergantian. "Kekasih Flo, mau lihat fotonya??"


Alex hanya mengangguk.


Satria membuka layar handphonenya dan menyodorkannya ke arah Alex, Alex yang penasaran langsung melihat foto tersebut.


Bahu Alex langsung merosot, kecewa, sedih, cemburu terlihat jelas di wajahnya, begitu dia lihat foto yang terakhir, foto yang terakhir adalah foto Flo dan Sandy sedang berpelukan mesra.


"Lanjut nggak nih?" tanya Satria takutnya Alex kecewa dan tidak ingin mendengar kelanjutannya.


"Lanjut!" jawab Alex, meskipun berat namun ia ingin mengetahui kebenarannya.


"Mereka pacaran sejak kuliah kurang lebih sekitar tiga tahun lalu, kenapa mereka sampai sekarang belum nikah? Karena Flo menunggu Arga sarjana dulu, dia tidak mau kalo udah nikah tapi masih kepikiran biaya kuliah adiknya, karena Flo yang membiayai sebagian besar kuliah Arga, tapi mungkin sebentar lagi mereka nikah karena Arga juga sedang skripsi kan, hampir lulus. Flo juga udah pernah di ajak ke Korea untuk bertemu dengan keluarga besar Sandy disana." Satria menyudahi penjelasannya, ia beranjak dari ranjang kemudian menepuk pelan bahu Alex. "Gimana, udah jelas belum nyet? Apa ada pertanyaan??"


"Saingan lo berat banget nyet, parah. Dia seorang dokter muda berbakat yang sukses, lah elo kerja aja masih di ajarin sama Flo. Dari usia jelas matang dia, dari hidung jelas mancung dia, dari kulit jelas putih dia, dari kedewasaan jelas dewasa dia, cuma tinggi badan sama postur tubuh yang seimbang." cerocos Satria, namun detik berikutnya Satria menabok mulutnya sendiri karena remnya blong.


"Elo ngehina gue??!!!" bentak Alex.


"Sorry Al, bukan menghina cuma gue mengatakan yang sebenarnya." jawab Satria pelan, dia juga merasa bersalah telah berbicara ngawur.

__ADS_1


"Mungkin lo bener gue nggak sesempurna si Sandy itu, gue cabut." setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, Alex pergi meninggalkan duo cogan.


Alex pergi ke kelab malam yang sudah beberapa bulan ini dia tinggalkan, Alex duduk di meja bar dengan segelas vodka di tangannya, entah itu sudah gelas yang keberapa, kini Alex sudah benar-benar mabuk untuk menegakkan kepalanya saja dia sudah tidak kuat, Alex meletakkan kepalanya di meja bar sambil ngoceh tak jelas.


Untung kedua sahabatnya itu tahu kebiasaan Alex jadi mereka pasti tahu keberadaan Alex di saat ada masalah atau kesepian pasti ke tempat laknat itu.


Begitu mereka sampai di kelab duo cogan langsung mengedarkan pandangannya mencari sosok Alex dan berhenti di meja bar, mereka telah menemukan Alex yang sudah mabuk berat.


Si duo cogan segera memapah Alex untuk di ajak pulang ke kost, tidak mungkin mereka akan mengantarkan Alex pulang, kasihan maminya Alex, pasti bakal kecewa kalo sampe tau kebiasaan buruk anaknya kambuh lagi.


"Gue yang nyetir lo yang nelpon tante Elisa, bilang kalo Alex nggak pulang malam ini, bilang kita ada tugas kuliah yang harus selesai sebelum besok pagi." Kevin membagi tugas dengan Satria.


"Oke Kev. Gue udah menduga sih ini bakal terjadi." jawab Satria.


"Kasian banget sih lo Al, baru aja lo ngerasain jatuh cinta, belum pernah ngerasain indahnya bersatu dengan orang yang di cintai, malah udah patah hati duluan." Kevin menatap nanar pada Alex yang kini telah mabuk berat dan penampilan yang sudah berantakan.


"Iya gue juga kasian Kev, udah yuk kita pulang udah larut." Satria menimpali.


*

__ADS_1


*


K**asian Alex... 😭😭😭**


__ADS_2