Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Hanya dugaan


__ADS_3

Marcia memeluk dan mengusap punggung Flo. "Sayang kamu tenang dulu, kita masuk dulu, kita lihat apa yang terjadi di dalam."


Flo menggeleng dan terus menangis.


Arga menyentuh bahu Flo. "Kak Flo udah nggak kuat jalan? Arga gendong ke dalam ya?"


Flo langsung menyetak tangan Arga. "Nggak!!!"


"Flo?"


Terdengar suara familiar masuk ke indera pendengaran Flo membuatnya berhenti menangis dan menoleh ke arah sumber suara. "Bear?"


Alex duduk di kursi roda beserta salah satu keponakannya di belakangnya yang mendorong kursi roda itu. "Kamu kenapa sayang?"


Entah kekuatan dari mana kini Flo mampu berdiri dan berhambur ke pelukan Alex sambil menangis, Flo baru menyadari kalau dia tidak bisa kehilangan Alex.


Alex meringis. "Aduh Flo peluknya jangan kenceng-kenceng ini tangan aku sakit."


Flo melonggarkan pelukannya. "Maafin aku, aku terlalu bahagia saat bisa melihat kamu lagi."

__ADS_1


Alex membalas pelukan Flo dengan tangan kirinya. "Aku tidak apa-apa, tidak usah khawatir."


Flo baru menyadari ada yang janggal. "Kalau kamu disini terus yang di dalam rumah itu siapa?"


Alex menunduk dan meteskan air matanya. "Itu oma, dia sudah meninggal." lirihnya dengan suara tercekat di tenggorokan.


Flo kembali meneteskan air matanya. "Ya Tuhan. Oma?"


Alex mengangguk. "Ayo kita ke dalam, melihat oma untuk yang terakhir kalinya."


Keponakan Alex hendak mendorong kursi roda Alex namun segera di cegah Flo. "Biar aku aja."


Keponakan Alex mundur dan gantian Flo yang mendorong kursi roda Alex.


"Terus mami kira Al bakal mau rawat inap di rumah sakit? sedangkan oma Al meninggal. Al juga mau lihat oma untuk yang terakhir kalinya mi."


Elisa mengangguk membenarkan ucapan Alex. "Ya sudah tapi kamu jangan banyak gerak dulu ya."


Alex, Flo, Arga, Marcia mendekati peti untuk melihat oma untuk yang terakhir kalinya.

__ADS_1


Duh tidak usah mendetail ya?? Author jadi takut malam-malam ngetik ginianπŸ™ˆπŸ™ˆ


🌴🌴🌴


Flo dan Alex sudah kembali ke Jakarta.


"Sementara kamu belum sembuh kita tidur di bawah aja ya? kemarin aku sudah minta Arga untuk menyulap gudang deket dapur jadi kamar kita, tidak luas namun cukup nyaman untuk kita istirahat." ucap Flo setelah memasuki rumah sambil mendorong kursi roda Alex menuju kamar baru mereka.


Alex mendongak menatap Flo. "Aku ngikut aja dimana pun kamu tidur, disitu aku akan menemanimu."


Flo berhenti dan berjalan memutar sampai di depan Alex, Flo berjongkok menyamakan tingginya dengan Alex yang duduk di kursi roda. "Aku udah bilang belum sih? kalau aku tuh sayang kamu, aku nggak mau kehilangan kamu."


Alex melebarkan matanya. "Kamu bilang apa?" tanya Alex antusias.


Flo merengut, kenapa sih Alex selalu suka menggoda dirinya. "Tidak ada siaran ulang!"


Alex tersenyum dan merentangkan tangan kirinya. "Sini peluk dulu."


Flo memeluk Alex namun tidak erat. "Maafin aku Bear, aku baru menyadari betapa aku sangat membutuhkanmu, aku sangat takut kehilanganmu."

__ADS_1


Alex mengusap belakang kepala Flo dengan tangan kirinya. "Tidak ada yang perlu di maafkan sayang, toh semua itu butuh proses tidak instan, terima kasih kamu sudah mau membuka hatimu untukku, aku janji akan selalu setia sama kamu, mencintai kamu, menyayangi kamu dan menerima apapun keadaan kamu, seperti janjiku kepada Tuhan. Kamu tau, Tuhan selalu punya cara tersendiri untuk menyatukan umatnya, termasuk kita, cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya, tetaplah selalu berdoa semoga kita tidak terpisahkan sampai maut yang memisahkan."


Ooh.... bijak sekali kamu Al, boleh nggak Author Bucin sama kamu??? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2