
"Ini indah sekali Bear." ucap Flo sumringah tak lupa senyumnya mengembang sempurna.
Alex tersenyum melihat Flo yang sejenak melupakan 'Bee'.
"Ini sebenarnya tempat tongkrongan anak muda, tapi kita masih muda kan ya?" tanya Alex di iringi senyum konyol
"Dasarrrr!! Enak ya di Bandung, pemandangannya indah, udaranya juga sejuk." ucap Flo sambil mengusap lengannya sendiri.
"Dingin kali Flo, bukan sejuk." cibir Alex.
Flo tidak menanggapi cibir Alex, dia masih sibuk melihat pemandangan yang menakjubkan di depan matanya, namun tiba-tiba ada setangkai bunga mawar di depan wajahnya, dari siapa lagi kalau bukan dari Alex.
Flo mengernyit. "Loh. Bunga dari mana? kayaknya dari tadi kita bersama terus, aku juga nggak lihat kamu metik bunga."
Alex hanya menggerakkan sedikit kepalanya, menunjuk tanaman mawar liar di sampingnya dengan dagu.
Flo terkekeh geli, dan menerima bunga mawar itu. "Terima kasih."
"Bear." panggil Flo pelan.
Alex menoleh. "Hmm."
"Kok cuma 'Hmm' Aku serius."
Alex menatap mata Flo. "Ada apa sih?"
Flo pun membalas tatapan Alex. "Kamu ingat, kita menikah sudah sepuluh bulan?"
"Terus, kamu mau kita berpisah?" tanya Alex khawatir
__ADS_1
Flo menggeleng. "Aku tidak mau kita berpisah."
"Terus?"
"Ajari aku bagaimana cara mencintaimu Bear." pinta Flo, jika boleh jujur Flo sudah terbiasa dengan kehadiran Alex dalam hidupnya. Perhatian Alex selama ini, dan cinta tulusnya Alex. Flo juga belum siap jika harus menjadi janda muda.
Alex menangkup wajah Flo dengan kedua tangannya. "Aku tidak bisa Flo. Cinta itu tidak ada pengajaran atau teori. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya, bahkan kita tidak bisa memilih dengan siapa kita akan menjatuhkan hati kita."
Flo menunduk. "Terus aku harus bagaimana?"
Alex mengangkat dagu Flo. "Berdamailah dengan masalalu dan buka sedikit hatimu untukku, agar aku bisa masuk dan mengobati lukamu."
Flo tersenyum tipis. "Kalau begitu aku minta kamu untuk bersabar."
Alex menyatukan alisnya. "Untuk?"
Alex langsung memeluk tubuh Flo erat seerat-eratnya seakan tidak mau terlepas. "Aku akan selalu sabar Flo, sampai kapanpun itu"
Flo juga membalas pelukan Alex. "Bener?"
"Iyaaa."
Mereka berpelukan cukup lama, hingga handphone Alex berdering.
Alex merogoh handphonenya di saku celana dan menggeser tombol hijau.
"Hallo mi."
"Kamu dimana Al? jam segini belum pulang, kasian Flo nanti kedinginan." omel Elisa daei dari seberang telepon.
__ADS_1
"Iya, bentar lagi Al pulang."
"Ya udah hati-hati, jangan ngebut -ngebut!!" pesan Elisa.
Alex memutup handphonenya dan mengembalikannya di saku celana.
"Dari mami ya?" tanya Flo.
Alex mengembuskan nafasnya berat. "Kita di suruh pulang, padahal aku masih ingin disini"
"Kita pulang aja yuk, aku juga udah mulai kedinginan disini." ucap Flo kembali mengusap lengannya sendiri.
Alex merangkul bahu Flo dan mereka berjalan lagi, untuk turun dari bukit dan menuju mobil.
"Ah. Sayang sekali Flo kita cuma sebentar di atas tadi." keluh Alex setelah masuk mobilnya.
"Lain kali kita kesini lagi."
"Kapan?? kalau udah di Jakarta itu udah susah kalau jalan-jalan, sibuk kerja."
"Ya di sempetin dong." jawab Flo
Mereka akhirnya pulang juga, karena ini sudah malam dan juga besok harus menghadiri pesta pernikahan anak tante Erina.
Di perjalanan Flo tertidur, mungkin itu memang sudah menjadi kebiasaan Flo.
Alex tersenyum kecil melihat Flo yang tertidur. "Dasar putri tidur."
Lanjuttttt......
__ADS_1