
*
*
"Temboknya tinggi bos, gimana cara kita manjatnya?" Flo sudah panik dia tidak mau mati konyol karena di gigit anjing gila.
"Nggak ada cara lain kita harus manjat tembok pagar, itu ada ember bekas cat tinggal di balik, ayo cepetan lo naik duluan!!" seru Alex.
Tanpa ba bi bu Flo langsung menginjak ember terbalik itu dan memanjat temboknya
setelah sampai atas Flo menggeser tubuhnya sedikit memberi tempat untuk Alex, akhirnya mereka sampai juga di atas.
Mereka menunggu beberapa saat namun anjing itu belum juga pergi.
"Bos, anjingnya nggak mau pergi, ini gimana kita turunya?"
"Kita lompat." jawab Alex dengan entengnya.
"Yang benar aja bos, ini tinggi loh aku nggak mau tulangku patah gara-gara lompat setinggi ini." kata Flo sambil menatap ke bawah dan bergidik ngeri.
"Heh!! Ini lapangan nggak ada batunya liat tuh rumput semua, lo nggak bakalan patah tulang gue jamin, kalau lo nggak mau ya udah lo diem aja di situ sampe besok. Gue mah ogah, gue mau turun bye!" setelah menyelesaikan kalimatnya Alex benar-benar lompat ke bawah.
'BUK' Alex sudah mendarat di atas rumput dengan selamat.
"Duh bos kenapa aku di tinggalin?!"
"Ya makanya ayo lompat!" seru Alex dari bawah.
__ADS_1
"Sumpah bos aku nggak berani."
Alex mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari sesuatu untuk pijakan Flo namun nihil Alex tidak menemukan apapun di lapangan tersebut.
"Ya udah lo lompat gue yang nangkep dari bawah." seru Alex lagi.
"Beneran bos?" sebenarnya flo tidak yakin meskipun di tangkap oleh Alex tapi tetap saja badannya pasti bakal sakit.
"Beneran, lo siap-siap gue itung sampe tiga lo lompat ya?!"
"Iya bos aku siap-siap." jawab flo sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya perlahan guna mencari keberanian.
"Siap belom?" tanya Alex lagi.
"Siap." jawab Flo.
"Tiga."
GUK
GUK
GUK
"Aaaaa..." Flo kaget dengan gonggongan anjing itu.
BRUKK!!!
__ADS_1
Flo benar-benar menjatuhkan tubuhnya tepat di atas tubuh Alex.
Posisi mereka yang intim membuat detak jantung Alex tidak normal lagi, namun Alex segera mencari cara supaya tidak berlangsung lama berdekatan dengan Flo.
"Flo, lo nggak apa-apa?" tanya Alex khawatir, karena Flo hanya diam dan sesekali mengerjabkan matanya perlahan.
Flo masih diam namun detik berikutnya dia tertawa lepas dan tawanya pun menular pada Alex, mereka tertawa bersama.
"Ini benar-benar konyol." ucap Flo setelah berhasil menghentikan tawanya.
"Lagian lo kenapa bisa di kejar-kejar anjing gila itu sih?"
"Aku tadi juga habis lari-lari terus mampir di rumah temen ee... mau pulang di perjalanan malah ketemu anjing gila." jawab Flo sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka dengan kejadian konyol ini.
"Rumah lo daerah sini Flo?"
"Bukan, kan tadi aku udah bilang kalau aku tadi dari rumah temen."
"Terus lo pulangnya gimana? Ini udah siang loh panas, ntar gosong kulit lo." ledek Alex.
"Gosong juga tetep cantik." Flo membalas ledekan Alex. "Gampanglah nanti naik taksi bos."
"Bareng gue aja, gue juga mau ke kampus sekalian nganter lo, rumah gue deket-deket sini kok mami pasti seneng kalo lo mampir."
Flo berfikir sejenak. "Boleh deh."
*
__ADS_1
*
Pasti kalian mengira kalau hubungan mereka sudah membaik? Eits... tunggu dulu, tunggu kelanjutan kisah mereka.