Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Perjodohan 3


__ADS_3

🌴🌴🌴


Elisa saat ini sedang merebahkan tubuhnya di ranjang, sebelum masuk ke alam mimpi Elisa menyempatkan diri untuk menelfon sahabat lamanya, Elisa membuka layar handphonenya mencari kontak sahabatnya dan menekan tombol hijau.


"Hallo lis, tumben malam malam gini nelfon aku"


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu"


"Oya... apa itu?"


"Nggak sekarang, besok aja aku ketempat kamu, besok nggak ada acara kan?


"Nggak kok, ok Aku tunggu besok"


"Oke makasih, bye"


Elisa menutup panggilan teleponnya, meletakkan handphone di nakas dan mulai memejamkan mata sembari memikirkan keputusan yang akan di ambilnya, Elisa berharap semoga keputusannya kali ini tidak salah, perlahan mata Elisa terpejam masuk ke alam mimpi.


🌴🌴🌴


Keesokan harinya Elisa mendatangi sebuah toko kue.


"Lisa" sapa sang pemilik toko kue itu antusias


"Hai cia"


Elisa segera mendekat dan mereka berpelukan sebentar melepas rindu, karena mereka memang jarang bertemu


"Ayo langsung ke ruanganku aja" ajak Marcia


mereka berjalan memasuki ruangan Marcia


dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Ada hal penting apa sih Lis? kayaknya serius banget" tanya Marcia


"Sebelumnya aku minta maaf Cia"


Kening Marcia mengkerut "Kok tiba tiba minta maaf?"


"Aku ingin perjodohan anak kita di lanjutkan" ucap Elisa lirih


Marcia hampir tersedak ludahnya sendiri saking kagetnya "Loh. Bukanya kita sudah sepakat untuk membatalkan perjodohan itu? lagi pula umur putramu lebih muda daripada umur putriku kan Lis?


Elisa hanya mengangguk dan meneteskan air matanya


"Loh kok nangis sih lis, ini ada apa sebenarnya?" Tanya Marcia panik sembari memeluk sahabatnya


"Kamu tau kan kalau anakku adalah segalanya buat aku?"


"Ya tau lah, terus?"


Dan aku melihat di saat Alex bersama Flo dia terlihat ceria lagi dan aku berfikir ingin melanjutkan perjodohan yang dulu telah di batalkan. Agar Alex bisa bangkit lagi"


"Kamu ingin anakmu bangkit dengan cara mengorbankan anakku gitu??" sindir Marcia


"Ya, bukan gitu Cia. Kamu tau kan istilah cinta karena terbiasa? mungkin kita bisa sejalan dengan pepatah itu, mereka bisa saling mencintai karena seringnya bersama"


"Lis. Perjodohan itu harus benar benar di fikirkan secara matang, karena disini kita bukan cuma memikirkan satu hati milik Alex seorang, disini ada tiga hati yang bakal tersakiti


Flo, Sandy dan Alex" ucap Marcia memperingatkan


"Aku tidak tau lagi harus berbuat seperti apa lagi di saat melihat anakku terpuruk, aku hanya ingin membantunya, memberikan wanita yang terbaik untuknya, dan aku yakin kalau Flo adalah yang terbaik untuk Al"


"Kalau mereka gagal bagaimana?" tantang Marcia


"Kasih mereka waktu" jawab Elisa

__ADS_1


"Kalau mereka sama sama menderita bagaimana?" tantang Marcia lagi


"Kasih mereka waktu satu tahun, kalau dalam waktu satu tahun mereka belum juga bisa saling mencintai mereka boleh berpisah" jawab Elisa lagi


"Tapi aku tidak mau memisahkan Flo dengan kekasihnya, karena mereka saling mencintai sejak 3 tahun lalu" elak Marcia


"Tolong lah aku Cia, aku benar benar berharap sama Flo, hanya dia yang tidak akan menyakiti Al, aku tidak ingin Al jatuh cinta lagi pada wanita, yang akan menyakiti hatinya seperti saat ini"


"Kenapa kamu bisa seyakin itu sama Flo?? yakin banget kalau Flo nggak akan menyakiti hati Alex" Tanya Marcia yang tidak habis dikir dengan jalan fikiran sahabatnya itu


"Karena aku selalu percaya pada Flo, dia wanita yang baik" jawab Elisa mantap


"Aku menolak" ucap Marcia mantap


"Tidak! Kamu tidak boleh menolak perjodohan ini. Anggap ini sebagai balas budi karena dulu aku juga bantu kamu di saat kamu terpuruk, dan sekarang giliran aku yang meminta pertolongan kepada kamu Cia, apa kamu tidak mau membantuku? sekali saja" ucap Elisa dengan nada memohon


"Jadi kamu pamrih karena dulu sudah nolong aku?" sindir Marcia


"Sebenarnya aku tidak pamrih Cia, cuma ini satu satunya cara agar kamu tidak menolak perjodohan ini"


"Maaf aku belum bisa kasih jawaban apa apa Lis, aku juga butuh bicara sama Flo karena dia yang akan menjalaninya. Dan kalau Flo menolak, aku tidak akan memaksanya, aku harap kamu bisa menerima keputusan apapun dari Flo" ucap Marcia


"Oke, aku tunggu jawabannya, dan aku berharap akan menerima kabar baik"


Marcia hanya mengangguk samar.


"Ya udah aku pulang dulu" pamit Elisa


"Hati hati Lis" ucap Marcia sembari memeluk sahabatnya lagi


Elisa mengangguk dan segera pulang.


Lanjuttttt......

__ADS_1


__ADS_2