
*
*
🌴🌴🌴
*
Setelah selesai mengisi perut mereka kembali berjalan kaki menuju kantor,
mereka sampai di seberang jalan depan kantor, saat hendak menyeberang jalan Alex sengaja menggenggam tangan Flo.
Flo melirik ke arah tangannya yang di genggam Alex. "Lepasin boss!! Aku bukan anak kecil." protes Flo sembari berusaha melepas genggaman tangan Alex.
"Cuma sampai seberang doang." jawab Alex santai tanpa menoleh ke arah Flo.
Flo akhirnya menurut saja tangannya di genggam bossnya selama menyeberangi jalan.
Mereka berjalan beriringan sampai ke ruang kerja lagi.
"Boss, aku ke ruangan ku sendiri aja ya? Nggak enak di sini berduaan doang." Flo hendak mengambil laptop dan berkas-berkasnya namun tangannya segera di tahan oleh Alex.
"Di sini aja emang kita ngapain? Kita di ruangan yang sama juga nggak ngapa-ngapain cuma kerja, lagian lo nggak takut di ruangan lo sendirian? Serem loh udah malam." Alex sengaja menakut-nakuti Flo supaya dia bisa tetap bersama Flo.
Flo menelan ludahnya susah payah. "Iya juga ya serem, mending disini aja ada temennya." batin Flo.
"Udah nggak usah mikir lama-lama! Ayo kita kerja lagi keburu malam nih, kapan kelarnya?!"
"Iya ya boss." Flo akhirnya duduk kembali dan melanjutkan kerjaannya lagi.
Alex membuka berkasnya, dahinya berkerut, ia belum paham soal proposal kontrak dengan pihak klein. "Flo, sini bentar! Ini gimana ngerjainnya?"
Flo bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Alex, seperti biasa Flo mencondongkan tubuhnya untuk memeriksa berkas tadi dan mulai menjelaskannya.
__ADS_1
Saat mereka sedang fokus tiba-tiba pintu ruangan terbuka.
"Upss." Jessica menutup mulutnya dengan telapak tangannya sendiri. "Maaf pak, saya kira Flo sedang sendirian di ruangan ini, biasanya dia sendirian." ucap Jessica kaku.
Flo mendongak. "Ada apa Jes?"
"Jadi pulang bareng nggak? Katanya kamu nggak bawa mobil."
"Nanti biar gue yang anter Flo." sahut Alex.
Flo yang tadi menatap Jessica beralih menatap Alex. "Nggak usah boss, aku di jemput kok."
"Oh, ya udah aku balik duluan ya, bye Flo, mari pak Alex." pamit Jessica dan menutup pintu kembali.
Alex dan Flo kembali melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh malam mereka baru selesai.
Mereka segera merapikan berkas-berkas serta laptop, dan bersiap pulang.
Flo dan Alex berjalan beriringan lagi keluar ruangan, tidak ada percakapan di antara mereka, mereka sama-sama sudah capek.
"Bee..." panggil Flo antusias dan senyuman mengembang di bibirnya.
"Hai, princess." jawab seseorang tersebut sambil tersenyum lembut ke arah Flo.
Flo beralih menatap Alex. "Boss, aku pulang duluan ya?"
Alex hanya mengangguk sebagai jawabannya, pikirannya blank.
Alex masih terkejut dengan kejadian tadi
Bee? Princess? "Apa hubungan keduanya? Apa mereka pacaran?" tebak Alex dalam hati, tiba-tiba hatinya terasa nyeri.
"Shit!!!" umpat Alex.
__ADS_1
Alex meneruskan langkahnya menuju basement tempat mobilnya terparkir disana.
Alex memasuki mobil namun dia belum juga menjalankan mobilnya, dia masih duduk di kursi kemudi, kedua tangannya terlipat di atas roda kemudi dan menenggelamkan wajahnya di antara lipatan tangannya.
Alex masih memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang belum dia tahu. "Bagaimana jika ternyata mereka memang benar pacaran?" Alex bermonolog sendiri.
Alex mengeluarkan handphonenya dari saku celana kemudian membuka layar handphone tersebut, mencari kontak Satria serta menekan icon hijau.
"*H*allo nyet." jawab Satria dari seberang telepon.
"Gue punya tugas buat lo berdua, kali ini gue bayar mahal asal hasilnya memuaskan."
"*Tu*gas apa? Asal jangan nyuruh gue bunuh orang aja."
"Kagak lah, gue kagak sekeji itu bang Sat."
"*T*ugas apa sih?"
"Gue mau lo cari tau tentang Flo, semuanya, dan tentang seseorang yang di panggilnya Bee."
"*T*unggu-tunggu, lo beneran jatuh cinta sama flo??"
"Terserah lo mau beranggapan seperti apa tentang rasa yang gue rasain ini, yang pasti hati gue sakit melihat dia jalan sama cowok lain."
"*It*u namanya cemburu nyet, heran gue umur udah tua belum ngerti soal cemburu."
"Kan gue bilang terserah apa kata lo, pokoknya gue mau informasi itu secepatnya!"
"*S*iap bos, laksanakan."
Alex memutuskan panggilannya kemudian menaruh handphonenya pada tempat semula, ia memasang seat belt, menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya menuju rumah.
*
__ADS_1
*
Siap-siap patah hati Al, jika Bee terungkap.