Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Bekas bibir


__ADS_3

*


*


Sandy melangkah memasuki kamar rawat Flo. Semua membisu menatap ke arah Sandy yang sedang berjalan mendekat.


Flo menjadi tegang dengan kedatangan Sandy, Flo tidak mau jika kejadian waktu itu akan terulang lagi. Hubungan dirinya dan Alex baru saja membaik, Flo takut jika hubungannya dengan Alex akan memburuk lagi karena hadirnya Sandy.


"Mau apa lo?!" tanya Alex tidak suka.


"Boleh aku bicara berdua dengan Flo?"


"Tidak boleh!!" jawab Alex cepat.


"Sepuluh menit saja."


"Silahkan, tapi jangan membuat Flo sedih lagi." sahut Elisa lalu dia menarik lengan Alex. Alex tidak bergeming dari kursi lalu Elisa membisikkan sesuatu padanya hingga membuat Alex menuruti keinginan Maminya. Alex menatap tajam ke arah Sandy sebelum dia mengikuti langkah Elisa keluar dari kamar Flo.


"Terima kasih." Sandy sedikit membungkuk sebelum Elisa dan Alex meninggalkan dirinya dan Flo.


Sebelum duduk di kursi sebelah ranjang Flo, Sandy menyerahkan beberapa bunga mawar yang dia bawa tadi. "Aku membawakan bunga mawar kesukaanmu Princess."


"Terima kasih." Flo menerima bunga pemberian Sandy lalu tersenyum kikuk. Flo menjadi canggung pada Sandy.

__ADS_1


Sandy menarik kursi sebelah ranjang Flo lalu duduk di kursi tersebut. "Eomma sudah sembuh dan aku akan kembali ke Korea tapi sebelum aku kembali ke Korea lagi, ada sesuatu yang ingin aku jelaskan ke kamu supaya aku tenang menjalani hidup disana." ujar Sandy membuat Flo menoleh ke arahnya.


Sandy tersenyum simpul sebelum melanjutkan kalimatnya. "Aku menikahi Hwa-young karena terpaksa, Hal-abeoji gagal ginjal dan harus segera menjalani transplantasi ginjal secepatnya untuk menyelamatkan nyawanya. Semua sudah periksa namun tidak ada yang cocok di antara kami semua, sampai ada seorang pria paruh baya bernama Yunho mengaku kalau ginjalnya cocok dengan Hal-abeoji dan kami langsung menyuruhnya melakukan tes untuk memastikan, ternyata memang benar ginjalnya cocok. Namun dia mau mendonorkan ginjalnya dengan satu syarat, yaitu menikahkan anaknya denganku, kami semua sudah menolaknya dan meminta syarat lain tapi sia-sia karena dia tetap pada pendiriannya, akhirnya aku menerimanya untuk menyelamatkan nyawa Hal-abeoji."


Flo menatap Sandy dengan rasa iba, pasti berat posisi Sandy waktu itu.


Sandy mengusap lembut perut rata milik Flo. "Seharusnya anak yang kamu kandung saat ini adalah anakku." ucap Sandy lalu menunduk, raut wajah kecewa terlihat jelas tak mampu di sembunyikannya.


Mendengar ucapan Sandy barusan membuat air mata Flo turun, Flo jadi teringat masa lalu saat dirinya dan Sandy memang harus terpisah dan dirinya juga terpuruk waktu itu. Namun rasa kasihan terhadap Sandy lebih mendominasi.


"Kelak kamu juga akan memilikinya bersama istrimu."


Sandy mengangkat kepalanya lalu menggeleng. "Aku belum pernah menyentuhnya sedikitpun."


Flo menutup mulutnya. "Ya Yuhan." batin Flo.


"Aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang apalagi sebentar lagi aku akan mempunyai anak dan aku juga sudah mencintai suamiku."


"Cinta bisa berubah Flo. Kamu lupa, dulu kamu juga mencintaiku tapi sekarang? Perasaanmu berubah kan?"


"Dan aku berharap perasaanmu padaku juga akan berubah." ujar Flo membuat Sandy menggeleng. "Itu tidak akan pernah terjadi!"


Sandy melirik jam ditangannya. "Sudah sepuluh menit lebih, aku harus pulang. Jaga dirimu baik-baik dan jaga kesehatan." Sandy kembali mengelus perut Flo. "Princess, lihat ada kupu-kupu di jendela kamarmu." ujar Sandy membuat Flo menoleh ke arah jendela 'Cup' Sandy mengecup singkat pipi Flo.

__ADS_1


Flo langsung membulatkan matanya lalu menoleh ke arah Sandy. Sandy hanya meringis. "Sorry."


Flo melotot tajam. "Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, jadi kamu tidak boleh mencium aku tanpa ijin!!!"


"Kalau aku ijin dulu, kamu pasti menolaknya." Sandy beralasan membuat Flo mendengkus.


"Aku pasti akan merindukanmu." kata terakhir Sandy lalu dia beranjak dari kursi kemudian melangkah keluar dari kamar Flo.


Flo menatap kepergian Sandy mengamati punggungnya yang perlahan menghilang dari balik pintu.


Setelah Sandy menghilang lalu Alex muncul dari balik pintu dengan senyuman membuat Flo tersenyum lega, setidaknya hubungannya dengan Alex masih baik-baik saja setelah kedatangan Sandy barusan.


"Aku percaya padamu, jadi jangan sia-siakan kepercayaanku." ucap Alex lalu dia mengambil beberapa lembar tisu basah kemudian mengusap pipi Flo yang di cium Sandy tadi. Flo hanya diam membisu dengan perlakuan Alex.


Alex menaikan satu alisnya. "Kenapa menatapku seperti itu?"


"Pipiku tidak kotor kenapa kamu bersihkan?"


Alex telah selesai membersihkan pipi Flo lalu membuang bekas tisu tersebut ke tempat sampah. "Aku hanya membersihkan bekas bibir mantan kekasihmu." jawaban Alex membuat Flo tercengang. "Jadi tadi Alex melihatnya?" batin Flo.


*


*

__ADS_1


Maaf ya lama updatenya 🙏


Author tunggu 50 jempol baru update lagi, okay😉😉😉


__ADS_2