
🌴🌴🌴
Hari ini Alex pulang lebih awal, rencananya dia akan ke rumah Mama Marcia untuk menjemput istrinya, Alex sudah tidak bisa menahan rindu pada singa galaknya.
Sebelum ke rumah Mama Marcia, Alex lebih dulu mampir di toko kue Mama untuk mengambil kunci cadangan dan tak lupa minta Cupcake kesukaannya.
Mama tadi bilang kalau Flo sedang belanja bulanan takutnya Flo belum pulang dan Alex tidak bisa masuk rumah.
Mama memang tidak menggunakan jasa ART di rumahnya, jika mau masuk rumah ya harus bawa kunci sendiri.
Selama Flo marah, Alex memang selalu menghubungi mertuanya karena Flo belum mau menjawab telepon darinya atau sekedar membalas chatnya.
Kunci sudah di tangan Alex melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya, tak butuh waktu lama karena jarak antara rumah dan toko kue tidak terlalu jauh.
Alex memakirkan mobil di halaman rumah kemudian dia berjalan menuju pintu.
Pintu terbuka Alex segera masuk dan menguncinya kembali.
Alex berjalan lagi menuju kamar istrinya namun langkahnya terhenti saat mendengar suara televisi menyala, Alex berjalan ke arah ruang tengah dimana televisi itu berada.
Senyumnya mengembang saat melihat istrinya sedang tertidur di sofa depan televisi dengan mengenakan kaos kebesaran dan celana hotpants yang hanya menutupi sedikit paha bagian atasnya saja.
Alex berjalan hingga di depan Flo, dia berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Flo yang sedang berbaring di sofa, tanganya terangkat untuk mengelus pipi Flo.
Perlahan Flo membuka matanya. "Bear?"
"Ya." Jawab Alex singkat.
Flo langsung duduk. "Kok kamu bisa masuk?"
Alex berdiri dan ikut duduk di samping Flo. "Tadi aku minta kunci dulu sama Mama sekalian minta Cupcake."
Flo diam dan memalingkan wajahnya dia belum mau menatap Alex.
Alex menangkup wajah Flo dengan kedua tangannya dan menolehkanya paksa hingga tepat di depan wajahnya. "Mau sampai kapan marahnya? hmm."
"Sampai kamu ganti sekretaris!!" Jawab Flo malas.
__ADS_1
Alex mengecup singkat bibir Flo. "Yakin kuat?"
Flo langsung mendorong tubuh Alex. "Sana jauh-jauh!!!"
Alex menarik tubuh Flo ke dalam pelukannya. "Dengerin aku dulu!"
"Apa lagi?" Tanya Flo malas.
Alex mengecup puncak kepala Flo. "Aku udah ganti sekretaris, puas?"
Flo mendongak menatap Alex. "Siapa?"
Alex menunduk dan mata mereka saling bertemu. "Satria." Jawab Alex.
"Kok Satria? Bukan Kevin, Kevin kan jauh lebih pintar." Protes Flo, dia yakin dengan kemampuan otak Kevin.
"Kalau Kevin yang jadi sekretarisku, terus yang bakal menggantikan posisi dia siapa? Nggak gampang loh cari Manager."
Flo mengagguk menyetujui keputusan Alex.
Alex meneliti pakaian Flo. "Kamu pakai kaos siapa?"
Alex menoel hidung Flo. "Kok diem?"
"Oh, ini kaos Arga tadi aku habis belanja bulanan terus sampai rumah kegerahan jadi aku pakai kaos Arga." Flo tidak menjawab dengan jujur, tidak mungkin kan kalau dia bilang itu kaos Sandy.
Alex mengangguk, tanganya mengelus lembut paha Flo yang terekspos.
"Ahhhhh...." Flo mendesah saat tangan Alex mulai naik.
Alex mencubit hidung Flo. "Heh, belum di apa-apain juga."
Dan keduanya sama-sama terkikik.
Tangan Alex kini menelusup ke dalam kaos kebesaran yang Flo pakai. "Kita ke atas yuk."
Flo tidak menjawab dengan kata-kata, Flo duduk di belakang Alex dan melingkarkan kedua tangannya di leher Alex dari belakang.
__ADS_1
Alex beranjak dari sofa dengan Flo yang berada di balik punggungnya.
Mereka menaiki tangga menuju kamar Flo.
"Bear."
"Hmm."
"Nengok dong!"
'Cup'
Begitu Alex menoleh ke samping Flo langsung mengecup pipi Alex.
Alex terkekeh. "Dasar Kucing! kemarin sok-sok'an jadi Singa."
"Apa tadi kamu bilang? Kucing?" Flo mencubit gemas pipi Alex.
"Aduh.. Aduh.. sakit sayang, jangan di cubit ah! tuh bukain pintunya!"
Flo membuka pintu kamarnya dan mereka masuk kemudian Flo menguncinya.
Alex menurunkan Flo di ranjang dan Alex duduk di sampingnya.
Tangan Alex terangkat mengambil beberapa helai anak rambut Flo yang berantakan dan menyelipkannya di balik telinga. "Jangan marah lagi ya? Nggak enak tau tidur sendirian di rumah."
Flo mengusap pipi Alex. "Asal kamu jangan deket-deket sama cewek!"
Alex tersenyum. "Iyaa."
Alex semakin mendekatkan wajah mereka hingga bibir mereka bertemu, Alex menghisapnya lembut bibir istrinya dari atas dan bawah bergantian, baru beberapa hari tidak merasakan bibir manis istrinya dia sudah sangat merindukannya.
Ciuman Alex berpindah dari bibir ke leher dan ke bawah lagi terus ke bawah dan....??
*
*
__ADS_1
Silahkan lanjutkan sendiri Author tidak mau menambah dosa🤣🤣🤣