Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Perjodohan


__ADS_3

🌴🌴🌴


Hari ini Alex pulang larut malam lagi, bukan dari kantor namun dari klub.


Sudah beberapa bulan ini Alex kembali pada kebiasaan buruknya.


Alex pulang ke rumah di antar oleh si duo cogan, mereka memapah Alex sampai kamar, setelah membaringkan Alex mereka segera pulang.


Setelah duo cogan berpamitan dan pulang, Elisa masuk ke kamar Alex, dahinya mengernyit "Dimana Alex?" tanya Elisa dalam hati


Elisa menoleh ke arah kamar mandi dan pintunya terbuka, Elisa melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan berhenti di ambang pintu.


Benar saja Alex sedang berada di sebelah wastafel mungkin habis muntah,


Elisa melihat Alex menyandarkan tubuhnya di tembok sebelah wastafel matanya terpejam dan perlahan tubuhnya merosot ke lantai, tubuhnya agak kurus, wajahnya kusut, penampilan yang berantakan.


Elisa meneteskan air matanya dia sedih melihat anak semata wayangnya hancur, kenapa Alex harus terjatuh dalam lembah cinta, seperti dirinya dulu.


"Kenapa cinta pertamamu harus berakhir seperti ini? apa yang harus mami lakukan Al" gumam Elisa


Elisa mendekati Alex memeluknya sebentar dan memapahnya kembali ke ranjang, setelah membaringkan Alex, Elisa menyelimuti tubuh Alex, merapikan rambutnya dan mengecup pipi Alex sebelum meninggalkan kamar tersebut, Elisa menutup pintu dan kembali ke kamarnya.


Elisa masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang, Elisa menatap langit langit kamarnya, fikirannya kembali fokus pada nasib Alex.


"Apakah perjodohan Alex yang dulu di batalkan harus di lanjutkan kembali?

__ADS_1


agar sakit hati Alex bisa terobati, tapi apa mungkin mereka bisa bahagia dengan perjodohan ini?


Kalau mereka malah jadi tertekan bagaimana?"


Pertanyaan pertanyaan itu memenuhi kepala Elisa hingga masuk ke alam mimpi.


Pagi menjelang, Elisa perlahan membuka matanya dan langsung teringat Alex.


Elisa menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan beranjak keluar kamarnya menuju kamar Alex.


Elisa membuka kamar Alex dan ternyata Alex masih terlelap, Elisa kembali ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi Elisa turun ke bawah untuk sarapan, namun Alex belum juga muncul.


"Apa mungkin Al masih tidur?" gumam Elisa


Akhirnya Elisa menunda sarapannya, dia bangkit dari kursinya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar Alex.


Elisa berjalan mendekati Alex dan duduk di pinggir ranjangnya.


Elisa menggoyang goyangkan lengan Alex "Bangun Al, sudah siang nih sarapan dulu"


"Eggghhhh" Alex hanya mengerang tanpa membuka mata


Elisa beralih menepuk nepuk pelan pipi Alex "Bangun sayang sarapan dulu"


Mau tak mau akhirnya Alex membuka matanya "Nanti aja sarapannya mi, kepala Al pusing banget"

__ADS_1


"Ya udah mami turun nanti sarapan kamu mami bawakan kesini"


"Hmmm" Alex hanya menjawab dengan gumaman dan memejamkan matanya lagi


Elisa menuruni tangga dan menuju meja makan lagi untuk sarapan.


Setelah selesai, Elisa menyiapkan sarapan Alex dan membawanya ke kamar Alex.


Elisa kembali ke kamar Alex dengan nampan berisi roti panggang dan susu hangat untuk Alex dan meletakkan di atas nakas sebelah ranjang.


Elisa hendak membangunkan Alex lagi namun tidak jadi dan membiarkan tidur dulu, mungkin memang pengaruh alkohol tadi malam belum hilang jadi Alex masih pusing.


Elisa keluar dari kamar Alex dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri, Elisa duduk di depan meja rias dan meraih handphone di meja tersebut, Elisa membuka layar handphonenya dan mencari kontak Flo, setelah menemukannya Elisa menekan tombol hijau dan menempelkan di telinga


"Hallo tante" jawab Flo dari seberang telefon


"Flo tolong nanti pulang dari kantor kamu mampir ke rumah tante ya, bawa berkas berkas yang perlu tante tanda tangani"


"Loh emang Alex kenapa tante? bukanya skripsinya sudah selesai, tinggal sidang kan tante"


"Alex cuma sedang tidak enak badan Flo"


"Oh, ya tante nanti Flo mampir"


"Ya udah tante tutup dulu telfonya, makasih ya Flo"

__ADS_1


"Ya tante sama sama"


Setelah kata kata terakhir Flo, Elisa menutup panggilan tersebut.


__ADS_2