
Aduh...mi sakittt.. ampun mi ampun... telinga Al bisa putus" Rintih Alex karena telinganya di jewer oleh mami
"Salah sendiri!! kenapa kamu sampai bikin anak orang sakit hati! kamu itu kalau mau ngelakuin apa apa di pikir dulu!! apalagi kalau sampai bikin sakit hati orang lain, bisa berakibat fatal Al! untung Flo bisa selamat!" omel Elisa yang geram dengan kesalahan anaknya
"Kenapa sih, semua orang nyalahin Al? padahal Flo aja nggak nyalahin Al" protes Alex sambil mengusap telinganya
Elisa memicingkan matanya "Emang selain mami, siapa lagi yang nyalahin kamu?"
Alex berfikir sejenak, tidak mungkin dia bilang kalau yang menyudutkan dirinya atas kejadian ini adalah Arga, bisa runyam nanti urusannya "Itu mi, si Satria sama Kevin" akhirnya Alex menemukan jawaban yang tepat
Elisa ngangguk "Al, mami mau tanya serius"
Alis Alex menyatu "Tanya apa mi?"
"Gimana hubungan kamu dengan Flo?"
"Kita baik baik aja"
Elisa memukul lengan Alex "Ishh. Maksud mami, perasaan kalian. Udah tumbuh rasa cinta belum?"
"Oh. Itu" Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia bingung jawaban apa yang harus dia berikan pada maminya
Elisa semakin gemas dan mencubit lengan Alex "Jawaban macam apa itu!"
__ADS_1
Alex hanya meringis
"Mami harap sebelum satu tahun kalian sudah bisa saling mencintai, mami nggak mau kamu terpuruk lagi gara gara cinta"
Alex menghela nafas "Iya, mi, Doain Al ya"
"Tanpa kamu minta, mami udah Doain kamu sayang"
Alex bergelayut manja di lengan Elisa dan menyandarkan kepalanya di pundak maminya "Thanks mom"
"Sudah, sana istirahat jangan lupa besok anter Flo ke rumah sakit" ucap Elisa sembari mengelus rambut anaknya
Alex beranjak dari sofa dan mengecup pipi Elisa "Pasti mi, mami juga cepet istirahat, Al ke kamar ya"
Elisa ngangguk dan mereka ke kamar masing-masing.
Flo menghembuskan nafasnya kasar, sembari menatap ponselnya, sudah puluhan bahkan ratusan kali Flo mencoba menghubungi Sandy namun belum tersambung juga "Kamu kemana sih Bee? kamu nggak kenapa-napa kan?" Gumam Flo
sudah seminggu lebih Sandy tidak bisa di hubungi.
Flo bingung, dia sudah ke rumah sakit tempat Sandy kerja namun Flo tidak mendapatkan informasi apapun, meskipun Flo tau Alamat rumah Sandy tapi tidak mungkin kan kalau Flo harus ke rumah Sandy, mengingat statusnya saat ini adalah seorang istri.
Flo memijat pelipisnya pelan, Flo frustasi, dia rindu Bee nya.
__ADS_1
Tok tok tok
"Masuk aja Bear"
Kepala Alex nyembul di balik pintu sambil meringis "Aku laper Flo"
Flo beranjak dari ranjangnya "Oh. iya aku masakin bentar ya"
"Tapi kalau kamu sedang sibuk nggak usah aku bisa delivery"
"Nggak apa-apa" ucap Flo berjalan ke arah dapur dan Alex mengekorinya
Flo menyalakan kompor dan meletakkan wajan di atasnya "Ayam goreng sama sambel aja ya? Ini ayam udah di ungkep tinggal goreng sama bikin sambel, biar cepat"
Alex menarik kursi dan duduk menunggu masakan Flo "Apa aja"
Duh udah kayak pasangan harmonis belum??
Ayam goreng, sambal dan lalapan sudah tertata rapih di meja makan,
Alex yang kelaperan langsung melahapnya, namun baru beberapa suap Alex menghentikan kegiatannya "Kok kamu nggak ikut makan"
Flo tersenyum tipis "Aku belum laper"
__ADS_1
Alex hendak melanjutkan makannya tapi lagi lagi terhenti saat melihat tatapan kosong di mata Flo "Kamu sedang ada masalah apa Flo?"
Flo sendiri juga bingung, tidak mungkin kan dia akan cerita masalah Sandy