Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Salah faham


__ADS_3

*


*


Alex terdiam beberapa detik mencerna kata-kata Arga barusan, detik berikutnya Alex langsung lari mengejar Arga.


Alex menarik pergelangan tangan Arga. "Flo dirawat di rumah sakit mana Ga?"


"Di rumah sakit yang kemarin dia periksa."


Alex meneruskan larinya meninggalkan Arga.


Arga geleng-geleng lalu tersenyum kecil.


Alex memasuki lift lalu menekan tombol menuju lantai dasar, hanya menunggu beberapa menit 'Ting' pintu lift terbuka Alex melangkah keluar dengan tergesa-gesa menuju basement.


Alex memasuki mobil lalu melajukannya menuju rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Alex tak berhenti memikirkan dirinya yang akan menjadi ayah, rasa hangat menjalari aliran darahnya.


Alex juga sudah sangat merindukan singa galaknya, Alex ingin segera melihat kondisi istrinya beserta calon anaknya.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya Alex sampai di rumah sakit tempat istrinya di rawat.


Setelah memarkirkan mobilnya Alex turun dan berlari menelusuri setiap lorong rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Setelah sampai di depan pintu kamar rawat istrinya, Alex diam mematung beberapa saat antara ragu dan takut hinggap di hatinya.


Namun Alex memberanikan diri membuka pintu. 'ceklek' Alex melangkah masuk dan dia bisa melihat sendiri istrinya berbaring lemah di atas ranjang.


Begitu mendengar pintu kamar terbuka Marcia menoleh. "Alex?"


Alex mendekat dan mencium tangan mertuanya. "Maafin Alex Ma.."


Marcia mengusap bahu Alex. "Tidak perlu minta maaf Al, yang terpenting kamu disini untuk kesembuhan Flo."


Alex mengangguk. "Terima kasih Ma."


Marcia berdiri lalu mundur untuk memberi tempat pada Alex. "Pelan-pelan ya! Jangan sampai mengganggu istirahat Flo. Flo baru saja tidur."


"Iya Ma."


Alex menggenggam tangan Flo yang tidak terpasang infus lalu mengecupnya berulang-ulang, Alex beralih mengecup kening Flo dan berlama-lama disana hingga tanpa sadar buliran bening mengalir dari matanya. "Maafin aku sayang, maaf atas kesalahpahaman ini yang menyakiti kamu, jika kamu sudah sembuh kamu boleh menghukum aku semau kamu."


Lalu Alex teringat kata-kata Arga tadi, tanganya kini berpindah ke perut istrinya yang masih rata, mengusapnya dengan lembut serta menciuminya. "Hai sayang, ini Daddy. Anak Daddy apa kabar? Sehat kan? Sehat terus di dalam sampai lahir di dunia ini." Alex bermonolog di depan perut istrinya.


Alex mendongak saat merasakan usapan lembut di bahunya. "Mah?"


Marcia tersenyum. "Jangan sedih, asalkan kamu disini Mama yakin Flo akan segera sehat kembali."


Alex menatap mertuanya. "Maksud Mama?"

__ADS_1


"Dokter bilang, usia kandungan Flo yang masih dini serta kandungannya yang lemah di tambah banyaknya beban fikiran, itulah penyebab kondisi Flo drob. Sekarang kamu sudah disini jadi Flo pasti akan segera pulih."


Alex tersenyum tipis. "Terima kasih Ma, maafin Alex. Sungguh Alex tidak tau kalau Flo sedang hamil, Alex mengira kalau Flo hanya sakit biasa."


Marcia kembali mengusap bahu menantunya. "Tidak ada yang perlu di maafkan, toh semua hanya salah faham kan."


Alex berdiri lalu memeluk mertuanya. "Alex bahagia Ma, Terima kasih Mama selalu mendukung Alex, Terima kasih juga karena Mama, Flo ada di dunia dan sekarang menjadi istri Alex serta memberi kebahagiaan untuk Alex."


Marcia tersenyum serta mengusap punggung Alex. "Pesan Mama, jaga anak serta cucu Mama sebaik-baiknya!"


Alex mengangguk. "Pasti Ma."


*


*


END


*


*


*


*

__ADS_1


Enggak deng hahaha🤣🤣🤣


__ADS_2