Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Curiga 2


__ADS_3

*


*


🌴🌴🌴


Hari-hari berjalan seperti biasanya, Alex kerja dan Flo di rumah.


Namun berbeda dengan hari ini Flo sedang tidak enak badan, suhu tubuhnya tinggi dan Alex memutuskan tidak masuk kantor hari ini, padahal di rumah sudah ada bi Minah.


Dengan telaten Alex mengompres dahi Flo serta menemaninya di kamar.


"Kita ke Dokter ya?" Tanya Alex karena sejak tadi malam suhu badan Flo tak kunjung turun.


Flo menggeleng lemah.


Alex kembali memeriksa dahi Flo. "Panas kamu tuh belum turun sejak tadi malam sayang, padahal kamu sudah minum obat, aku juga tidak berhenti mengompres dahi kamu, kalau tidak segera di obati takutnya sakit kamu akan berlanjut."


"Aku cuma panas aja, tidak apa-apa." Ujar Flo, Flo merasa masih kuat ini hanya panas biasa.


Alex mendesah pasrah dia mengambil handuk kecil di dahi istrinya, mencelupkannya di air hangat lalu di peras dan di tempelkan di dahi Flo lagi, begitu seterusnya sampai berulang-ulang. Sampai Flo tertidur dan Alex juga ketiduran.


Hari sudah mulai sore, Flo membuka matanya tiba-tiba dia ingin makan sesuatu, Flo menggoyangkan lengan Alex. "Bangun Bear!"


Perlahan Alex membuka matanya. "Kamu sudah bangun?" Tanya Alex, tanganya terangkat untuk mengecek suhu badan Flo. "Panasnya sudah turun."

__ADS_1


"Aku sudah sembuh, Bear aku pengen makan buah Anggur." Pinta Flo, dia ingin makan yang seger-seger karena dari kemarin mulutnya terasa pahit.


"Stok di kulkas sudah habis, aku beliin dulu kamu tunggu disini ya?"


Flo menggeleng. "Aku mau nunggu di sofa depan televisi, bosen dari kemarin di kamar terus." Keluh Flo pada Alex.


"Ya udah kalau itu mau kamu." Ujar Alex pasrah.


Alex menuntun Flo keluar kamar serta menuruni tangga hingga sampai di sofa.


Alex membaringkan tubuh Flo di sofa serta menyelimuti kakinya. "Aku cuma sebentar kalau membutuhkan sesuatu tinggal panggil bi Minah, oke!"


"Iyaaa, bawel!!" Jawab Flo.


Sebelum berangkat Alex lebih dulu memanggil bi Minah dan menyuruhnya menemani Flo selama dia pergi.


Alex mengedarkan pandangannya mencari buah Anggur di jejeran macam-macam buah.


Setelah mendapatkan buah Anggur tersebut alex membawanya ke kasir dan membayarnya, semua sudah beres Alex segera pulang.


Alex masuk ke dalam rumah dan langsung menuju dapur.


"Bi tolong cuci buah ini dan taruh di piring terus anter ke ruang tengah." Titah Alex pada bi Minah.


Bi Minah mengangguk. "Baik Den."

__ADS_1


Alex meninggalkan dapur dan berjalan menuju ruang kerjanya, sudah seharian Alex meninggalkan pekerjaannya dia harus memantau dari rumah.


Bi Minah telah selesai mencuci buah tersebut serta menatanya di piring kemudian mengantarkannya di ruang tengah dimana Flo berada.


Flo sedang asik nonton drakor yang beberapa hari yang lalu dia download.


"Ini non buahnya." Ujar bi Minah sembari menaruh buah tersebut di meja.


"Makasih bi." Flo segera duduk serta meraih piring berisi buah Anggur itu dan memangkunya, matanya tetap fokus pada layar televisi.


Flo memakan buah Anggur tanpa melihat buahnya, matanya masih aja fokus pada layar televisi, tanpa sengaja Flo menjatuhkan buah Anggur hingga tergelincir masuk di bawah sofa.


Dengan malas Flo beranjak dari sofa, dia tidak mau satu buah Anggur itu membusuk di bawah sofa dan akan menjadi sarang kuman.


Flo berjongkok dan menelusupkan tangan kanannya di bawah sofa, tangannya terus bergerak mencari buah Anggur, beberapa saat kemudian tangan Flo berhenti bergerak ketika dia menemukan sesuatu, Flo mengeluarkan benda tersebut. "Cincin." Gumam Flo sembari menatap cincin itu lama.


Itu adalah cincin dari Sandy yang ia lempar waktu itu.


Alex berdiri diam mematung saat menyaksikan Flo tengah menatap cincin pemberian Sandy dulu, hati Alex terasa nyeri. "Apakah Flo masih mencintai Sandy?" Tanya Alex dalam Hati.


*


*


Apakah Flo masih mencintai Sandy???

__ADS_1


Mungkin.


__ADS_2