
Warning 21++
Dosa di tanggung sendiri.
Yang tidak suka silahkan di lewati.
Yang belum cukup umur silahkan lari.
Mereka semakin hanyut dalam ciuman, Alex mulai membuka tali lingerie yang di pakai Flo, dalam sekali tarikan lingerie sudah terlepas dari tubuh Flo sampai sebatas pinggang dan menampilkan kedua dada sintal milik Flo yang tidak berpenghalang karena kalau tidur Flo memang tidak memakai 'bra'.
Flo merasa malu dia menarik selimut untuk menutupi dadanya.
Alex terkekeh. "Kenapa di tutupi?"
Pertanyaan dari Alex membuat Flo semakin malu dia malah menarik selimut tersebut hingga menutupi kepalanya, membuat Alex semakin gemas. "Kok di tutup, ih."
Alex menarik selimut perlahan dan mencium bibir Flo lagi. "Jangan di tutup dong sayang." bisik Alex.
Bisikan Alex membuat Flo merinding biar bagaimanapun dia masih asing dengan kegiatan mereka, meskipun mereka sudah menginginkan sejak lama, bahkan pernah mencobanya beberapa kali namun masih gagal.
Alex meneruskan aktivitasnya dari bibir Flo pindah ke leher Flo, mencium, menghisap dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
Tangannya juga meremas lembut kedua buah dada milik istrinya.
"Ahh...." satu desahan keluar dari bibir Flo saat Alex mulai memainkan puncak buah dadanya, di putar, di jilat terus di celupin. Kok kayak oreo ya🤣🤣
Alex menghisap rakus puncak buah dada Flo seperti bayi yang sedang kehausan, kanan kiri bergantian, Flo meremas rambut Alex sebagai pelampiasan kenikmatan yang dia rasakan saat ini.
Alex mulai turun ke perut Flo menciuminya sesaat disana, perlahan Alex menurunkan lingerie yang di pakai Flo dan melemparnya ke sembarang tempat, Flo merapatkan pahanya sungguh dia masih malu.
Alex mengelus paha mulus Flo. "Kamu sexi." ucap Alex sambil melepaskan kain terakhir yang Flo pakai.
Flo benar-benar sudah polos.
Flo beringsut duduk. "Kamu curang!"
Alis Alex menyatu. "Apanya yang curang?"
Flo tidak menjawab kebingungan Alex dia mulai melepaskan pakaian Alex satu persatu hingga Alex juga benar-benar polos. Alex hanya diam sembari memperhatikan gerak-gerik Flo.
"Nah, kalau gini kan impas." ucap Flo tanpa dosa setelah berhasil melepaskan semua pakaian Alex.
Alex mendorong pelan tubuh Flo. "Siap?"
Flo mengagguk. "Tapi pelan-pelan ya!"
__ADS_1
"Iyaa, nanti kalau sakit kamu bilang aja."
Alex mulai mengarahkan juniornya di depan inti Flo dan berusaha mendorongnya pelan, Alex tidak mau Flo merasa kesakitan.
Alex baru bisa memasukan ujungnya sedikit. "Aduh, sakit" rintih Flo, membuat Alex buru-buru menjuahkan juniornya.
"Kok berhenti?"
"Huh...!" Alex mendesah pasrah. "Tidak usah dilanjutkan ya? kita sudah mencobanya beberapa kali namun tidak bisa masuk juga, aku tidak mau menyakiti kamu lebih jauh lagi."
Segitu Bucin nya Alex hingga dia rela menahan hasratnya demi tidak mau menyakiti Flo lebih dalam lagi, dia tidak bisa melihat Flo kesakitan apalagi karena ulahnya.
Flo merengut. "Tapi aku tidak mau menjadi perawan tua!!"
Alex tertawa kencang, kenapa Flo benar-benar menggemaskan. "Tidak akan ada yang bilang kamu perawan tua sayang, jelas-jelas kamu udah punya suami."
Flo semakin merengut dan mengerucutkan bibirnya. "Tapi tetep aja aku masih perawan!!"
Alex mengecup gemas bibir Flo yang mengerucut. "Aku heran kenapa yang di video-video itu gampang banget ya?"
Flo memutar bola matanya malas. "Kan mereka sudah tidak perawan!" Flo memancing Alex lagi. "Ayolah Bear, aku juga pengen kita punya anak."
Mendengar kata 'anak' membuat Alex bersemangat lagi. "Ayo kita coba lagi."
Flo menggigit bibirnya agar tidak merintih, menahan sakit di bawah sana.
Sedangkan Alex mulutnya sibuk dengan buah dada Flo dan juniornya berusaha masuk lebih dalam lagi. "Sakit?" tanya Alex pelan.
Flo menggeleng masih dengan menggigit bibirnya.
Alex mengalungkan kedua tangan Flo di lehernya. "Aku masukin lebih dalam lagi, kalau kamu merasa sakit bilang aja, atau pukul aku juga boleh."
Alex mulai menciumi leher Flo, menggigit-gigit kecil serta menghisapnya, dan juniornya juga sibuk mencari jalan untuk masuk, Alex menekan lebih dalam lagi dan sedikit menghentakkannya.
Flo berpegangan rambut Alex.
"Aaaaaaaaa... Sakitttttt!!!" teriak Flo kencang sambil menjambak rambut Alex hingga beberapa helainya rontok.
Alex langsung menyambar bibir Flo untuk mengalihkan rasa sakitnya, Alex sudah berhasil memasukan seluruh juniornya namun dia masih diam tak berani bergerak sedikitpun.
Setelah Flo sudah tenang Alex melepas pagutanya dan menghapus air mata di sudut mata Flo. "Masih sakit?" tanya Alex lembut.
Flo tersenyum tipis. "Masih sedikit."
Alex mencium kedua kelopak mata Flo. "Maafin aku ya? Sekarang aku sudah menjebol perawan kamu, jadi tidak usah takut lagi kalau kamu akan menjadi perawan tua."
__ADS_1
Kata-kata Alex membuat mereka berdua tertawa bersama.
"Kok diem?" tanya Flo setelah menghentikan tawanya.
"Nanti kalau aku gerak kamu sakit lagi."
Flo mencubit hidung Alex gemas. "Terus apa gunanya kamu jebol perawan aku kalau cuma untuk diem begitu!"
"Jadi udah boleh gerak nih?" tanya Alex antusias.
Flo mengagguk dia bergerak sedikit mencari posisi yang nyaman.
"Ahhhhhhhhh..." desah Alex. "Kamu gerak dikit aja kok udah enak gini ya."
Flo terkekeh. "Udah jangan cerewet cepetan gerak!"
Alex mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur pelan, bagaimanapun dia masih takut kalau Flo akan kesakitan.
"Ahhh..." desahan lolos dari mulut Flo lagi. "Terus Bear, agak cepet dong!"
Alex semakin semangat memompa juniornya, gerakan yang tadinya maju mundur teratur kini semakin lama semakin tak berirama Alex semakin menambah temponya.
"Ahhhhhhhhh..." Desahan keduanya saat mereka sama-sama mencapai puncak.
Alex menyemburkan seluruh lahar hangatnya di dalam rahim istrinya.
Setelah selesai menyemburkan laharnya, Alex ambruk di sebelah Flo dengan nafas yang sama-sama masih memburu.
Setelah nafas Alex sudah kembali teratur dia memiringkan tubuhnya menatap wajah sang istri, tangannya terangkat untuk merapikan rambut Flo yang berantakan akibat aktivitas mereka barusan. "Ini adalah kado ulang tahun terindah yang pernah aku terima seumur hidupku."
Flo tersenyum lalu meraih tangan Alex yang ada di kepalanya dan mengecupnya. "Capek?"
"Lumayan menguras tenaga." Alex terkekeh. "Gimana, Masih sakit?"
Flo menggeleng. "Cuma dikit, tapi." Flo menjeda kalimatnya. "Lebih banyak enaknya." lanjutnya sambil terkekeh.
Alex beranjak dari ranjang lalu menuju lemari untuk mengambil handuk kemudian membersihkan cairan mereka di sprei. "Sayang, ini sampai berdarah pasti sakit banget ya?"
"Itu namanya darah perawan." jawab Flo malas, masa gitu aja Alex tidak tau.
Setelah bersih Alex naik lagi ke ranjang dan menarik selimut agar menutupi tubuh polos mereka berdua, Alex menarik Flo ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya. "Good night My Queen."
"Night too Baby Bear"
Udah ah.... Author jadi malu 🤣🤣🤣
__ADS_1