
*
*
🌴🌴🌴
Beberapa minggu kemudian Flo sudah sembuh dan Alex juga sudah beraktivitas seperti biasa, berangkat pagi pulang sore kadang juga malam.
"Queen?" Alex mancari keberadaan istrinya, Alex membuka mata tidak mendapati Flo di sisinya, ini masih terlalu pagi biasanya Flo masih di dalam dekapannya.
Alex menyibak selimut dan beranjak dari ranjang hendak mencari istrinya, namun baru berdiri Alex mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, saat Alex sudah mengetahui keberadaan istrinya Alex membaringkan tubuhnya lagi.
Beberapa menit kemudian Flo keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat pasi.
Alex segera beranjak dari ranjang dan menuntun Flo kembali ke ranjang.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Alex sembari merapikan rambut Flo yang berantakan serta mengelap keringat dingin di dahi Flo.
"Sejak tadi malam perutku sakit, mual." Jawab Flo dengan suara lemah.
Alex membaringkan tubuh Flo lalu dia kebawah mencari minyak kayu putih di kotak obat.
Setelah menemukan minyak kayu putih Alex kembali ke kamar lagi, dia duduk di tepi ranjang dan melumuri perut istrinya dengan minyak kayu putih. "Aku panggilin Dokter ya?"
Flo menggeleng lemah.
"Mau aku bikinin apa, teh hangat, susu hangat, atau mau bubur?"
"Teh hangat aja."
"Oke, Aku ke bawah dulu."
Alex keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat secangkir teh hangat.
Setelah selesai Alex kembali lagi ke kamar. "Sayang, ini di minum dulu biar enakan perutnya."
Flo beringsut duduk dan meminum teh hangat buatan Alex, hanya sedikit detik selanjutnya Flo ke wastafel dan memuntahkan teh hangat yang baru saja masuk ke dalam perutnya.
Alex mendekat dan memijit tengkuk istrinya. "Aku panggilin Dokter? atau Kita ke Rumah sakit aja?"
Flo langsung menoleh. "Nggak mau!"
Alex mengangkat tubuh istrinya kembali ke ranjang dan dirinya duduk bersandar kepada ranjang. "Kenapa sih kalau sakit nggak mau di bawa ke Rumah sakit?"
"Aku tidak apa-apa cuma masuk angin biasa, nanti juga sembuh."
Alex mendesah pasrah, Flo memang tidak bisa di paksa.
__ADS_1
Flo menoleh dan menatap suaminya. "Kok kamu belum siap-siap ke kantor?"
"Aku tidak mungkin ninggalin kamu dalam keadaan seperti Flo, lagian aku bisa memantaunya dari rumah."
'Hening' Flo dan Alex sama-sama terdiam hingga terdengar deringan handphone milik Alex.
Alex meraih handphonenya dan menggeser icon hijau. "Iya Sat."
"Udah sampai mana bos? ini meetingnya sebentar lagi di mulai, elo belum nongol-nongol." Jawab Satria dari seberang telepon.
"Di undur dulu, hari ini gue nggak bisa ke kantor Bini gue sakit lagi."
"Enggak bisa!!! Ini meeting penting Kolega kita udah datang jauh-jauh masa sampai sini batal, yang profesional dong lo, lagian di rumah lo juga ada pembantu kan, suruh dia jaga Bini lo bentar, cuma meeting doang habis itu lo boleh pulang." Cerocos Satria dari seberang.
"Ini bosnya gue atau elo sih?"
"Gue nggak mau tau, pokoknya elo harus datang secepatnya, gue akan cari alasan sama Kolega kita kalau elo akan sedikit terlambat, gue nggak mau tau elo harus ke kantor sekarang juga!"
Satria memutuskan panggilannya sepihak dia tidak memberi kesempatan Alex untuk beralasan lagi.
Alex menaruh handphonenya di nakas dan menatap istrinya. "Aku ke kantor bentar ya, cuma meeting habis itu aku akan pulang."
Flo mengusap rahang suaminya. "Iyaa, aku enggak apa-apa kok."
Alex tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya, sebenarnya dia berat meninggalkan Flo yang sedang sakit.
Usai mandi dia segera memakai pakaian kantornya, semua sudah siap tinggal memakai dasi dan sarapan.
Alex duduk di depan cermin menyisir rambut sembari memakai dasinya.
"Bear"
Alex menghentikan kegiatannya, dia berjalan mendekati ranjang dan duduk di tepi ranjang. "Ada apa?"
Flo beringsut dan meraih dasi di tangan Alex. "Aku aja yang pakaikan."
Alex nurut aja, dia sedikit mencondongkan tubuhnya.
Flo telah selesai melilitkan dasi, dia juga merapikan kemeja serta jas alex. "Siap."
Alex tersenyum lalu mencium pipi istrinya. "Aku berangkat sekarang, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku."
Flo menarik tubuh Alex dan memeluknya sebentar, Alex juga membalas erat pelukan istrinya. "Kalau kamu manja gini aku jadi males berangkat sayang."
Flo langsung melepas pelukannya. "Udah sana berangkat!!"
Alex terkekeh lalu mengacak rambut Flo, dan segera berangkat.
__ADS_1
Alex berangkat dan Flo masih di kamar.
Beberapa menit kemudian bi Minah datang membawa sarapan. "Sarapan dulu non, bibi udah buatkan bubur, atau mau bibi suapi?"
Flo menggeleng. "Nanti aja bi, taruh di situ dulu."
Bi Minah menaruh nampan berisi sarapan di atas nakas.
Flo mengernyit. "Kok bi Minah diam di situ?" Tanya Flo pada bi Minah, karena bi Minah tidak segera keluar dari kamarnya malah berdiri di dekat nakas.
"Tadi Den Alex bilang kalau bibi harus jagain Non selama dia pergi."
Flo terkekeh. "Nggak usah segitunya juga kali bi, aku nggak apa-apa kok, tinggal aja kalau ada yang mau di kerjakan."
"Tadi Den Alex bilang, kerjaan Rumah di tinggal dulu dan fokus jagain Non Flo."
"Terserah kamu bi." Ujar Flo pasrah.
*
*
Hari sudah mulai siang Alex belum juga pulang, padahal Flo sudah menahan rasa sakit di badannya yang tak kunjung sembuh dan kini malah bertambah sakitnya kepalanya juga ikut pusing.
Bi Minah masih setia di dalam kamar Flo dan sesekali dia mengecek kondisi Flo. "Kita ke rumah sakit aja Non."
Flo pasrah dia memutuskan untuk ke Rumah sakit duluan. "Tolong ambilkan handphoneku bi!"
Bi Minah segera meraih handphone tersebut dan menyerahkannya pada Flo.
Flo meraih handphonenya, dan memesan Taxi online.
Setelah menunggu beberapa menit Taxi online datang, Flo turun ke bawah di tuntun oleh bi Minah dan ke Rumah sakit di temani bi Minah.
Di perjalanan Flo juga mengetik pesan pada Alex supaya nanti menyusulnya.
Kurang dari setengah jam Mereka sudah sampai. Bi Minah mendaftar dan Flo duduk di ruang tunggu, dia memejamkan matanya sembari menyenderkan kepalanya yang pusing di tembok.
"Princess?"
'Deg'
*
*
Hah???? 😱😱😱
__ADS_1