
*
*
🌴🌴🌴
Hari ini Flo sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter, namun tetap harus menjaga kesehatan, tidak boleh stress dan tidak boleh terlalu capek mengingat usia kandungan Flo yang masih muda. Mereka pulang kerumah mereka sendiri dan tidur dikamar bawah lagi supaya Flo tidak naik turun tangga.
Alex menyibak selimut lalu membantu istrinya berbaring di ranjang, setelah Flo sudah berbaring Alex menyelimuti tubuh Flo sebatas pinggang. "Istirahatlah." ucapnya lalu memutar tubuhnya hendak keluar kamar.
Namun dengan cepat Flo menarik pergelangan tangan Alex. "Kamu mau kemana? Kamu masih marah dengan kedatangan Sandy kemarin? Dari kemarin kamu banyak diamnya."
Alex membalikkan tubuhnya lalu duduk di tepi ranjang. "Aku hanya mau ke ruang kerja. Dan untuk masalah Sandy, suami mana yang tidak marah jika melihat istrinya di cium pria lain?"
Air mata Flo langsung menggenang di pelupuk matanya, semenjak hamil Flo memang lebih sensitif, cengeng dan manja. "Sungguh aku sudah tidak ada perasaan apa-apa padanya." ucapnya di sertai luruhnya cairan bening di sudut matanya.
Alex beringsut lalu menghapus air mata Flo. "Aku percaya itu. Sudah jangan nangis, jangan banyak pikiran! Inget pesan Dokter. Aku hanya takut jika suatu saat nanti dia datang dan merusak hubungan kita, karena dia masih mencintai kamu Flo. Dan aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi, bukan aku yang hancur tapi juga anak kita."
"Kamu tau kan, aku bukan tipe wanita yang mudah berpindah kelain hati dan aku juga tidak mungkin mempertaruhkan keluarga kita demi masalalu."
Alex membungkuk lalu mengecup pipi istrinya. "Aku tau itu, tidak usah di bahas lagi! Kamu tidak boleh banyak pikiran." ucapnya lalu mengelus perut Flo. "Aku tidak mau anak kita ikut stress, aku mau anak kita bahagia sejak dalam kandungan sampai dia lahir di dunia nanti."
"Aku maunya istirahat di temenin kamu."
__ADS_1
Alex tersenyum kecil saat melihat istrinya yang galak berubah menjadi manja. "Aku mau kerja sayang, aku panggilkan Mama ya? Atau Mami? Mereka masih dirumah kita belum pulang."
Bibir Flo langsung mencebik maju. "Aku maunya kamu!!" kekeuh Flo.
Alex menghela napas pelan lalu menaiki ranjang dan membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya kemudian menggigit pelan pipi Flo. "Aku tuh gemes tau lihat kamu jadi manja gini."
Alex harus menunda pekerjaannya dan akan dia kerjakan nanti, mungkin akan selesai sampai larut malam, tapi demi istrinya Alex akan melakukan apapun jangankan menunda pekerjaan, menunda hasrat pun dia rela. Ingat kan waktu Alex belum bisa merobek selaput dara istrinya, dia hampir tidak mau melakukannya karena tidak mau menyakiti istrinya.
Mata Flo langsung berbinar lalu memeluk tubuh suaminya. "Nah kalau meluk gini kan aku bisa tidur."
Alex membalas pelukan istrinya. "Cuma minta peluk?"
Flo langsung memajukan bibirnya membuat Alex benar-benar gemas lalu mengecup singkat bibir istrinya.
Alex terkekeh. "Kamu maunya gimana? Aku nggak mau nyium kamu lama-lama, nanti aku jadi kepengen makan kamu, inget kata Dokter usia kandungan kamu masih rentan."
Flo langsung melepas pelukannya lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Alex. Alex juga langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, tangan kiri Alex berada di pinggang istrinya sedangkan tangan kanannya sebagai penyangga kepalanya. "Kamu tuh sekarang kayak Bunglon tau nggak, sebentar nangis, sebentar marah, sebentar manja, cepet banget berubahnya."
Flo membalikkan tubuhnya lalu menatap tajam mata Alex. "Apa tadi kamu bilang??!! Bunglon??!!"
"Tuh, sekarang berubah jadi Singa."
Flo mencubit lengan Alex. "Kamu tuh nyebelin!"
__ADS_1
Alex menarik tubuh Flo kedalam pelukannya. "Jadi minta cium nggak?" goda Alex.
"Nggak!" jawab Flo cepat.
Alex melonggarkan pelukannya lalu mengecup singkat bibir Flo. "Benerr??"
"Kamu jangan godain aku deh, kalau nanti ujung-ujungnya kamu nggak mau nyium."
Alex menegakkan tubuhnya lalu tangannya terangkat untuk menyingkirkan rambut Flo yang berantakan. "Sekarang beneran." bisiknya lalu Alex memagut bibir istrinya, menghisapnya lembut dan sesekali menggigit pelan bibir istrinya lalu menelusupkan lidahnya, dengan senang hati Flo membalas ciuman Alex bergantian saling menghisap dan bermain lidah. Mereka tidak melakukannya lumayan lama, dan pastinya mereka saling merindukan sentuhan satu sama lainnya. Semakin lama ciuman mereka semakin menuntut. Bibir Alex mulai turun ke leher Flo, mencium dan menghisapnya serta meninggalkan jejak kepemilikannya disana, cukup lama Alex tidak menandai leher mulus istrinya.
"Eghhh..." Flo melenguh serta memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang Alex berikan, tidak bisa di pungkiri Flo sangat merindukan sentuhan Alex dan mungkin juga karena efek hormon Bumil.
Sentuhan Alex semakin turun, benar dugaannya tadi kalau mencium istrinya lama-lama maka dirinya ingin memakan istrinya.
"Kita boleh melakukannya kan?" tanya Alex.
"Boleh asal pelan." jawab Flo.
*
*
Eh busyett!!! Kenapa otak Author kotor mulu sih.🙈🙈🙈🙈🙈
__ADS_1