Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Perjodohan 5


__ADS_3

"Keputusan ada di tangan kamu Flo, mama berharap kamu fikirkan ini baik baik, kamu tau sendiri kan kalau tante Lisa banyak membantu kita di saat kita sedang terpuruk"


"Kasih Flo waktu ma" pinta Flo lirih


"Mama ngerti sayang, maka dari itu fikirkan matang matang jangan sampai salah mengambil keputusan dan menyesal di kemudian hari"


"Iya ma" jawab Flo lemah


"Oya, tante Lisa juga kasih waktu pada kalian satu tahun, kalau dalam waktu satu tahun kalian tidak bisa saling mencintai kalian boleh berpisah"


"Terus Flo menjadi janda muda gitu!!!" pekik Flo


"Ya nggak gitu juga sayang, kalau kalian bisa saling mencintai maka pernikahan kalian di lanjutkan"


"Bagaimana dengan hubungan Flo sama Sandy ma" ucap Flo lirih dengan air mata mengalir di pipinya


Marcia yang melihat anaknya menangis segera memeluk anaknya


"Ini tidak adil bagi kak Flo dan bang Sandy ma" protes Arga


"Kalian jangan lupa kalau tante Lisa yang menyelamatkan kita dulu dari keterpurukan dia yang meminjamkan modal sama mama untuk buka toko kue, dia juga yang membantu membiayai sekolah kalian, dan sekarang Flo kerja di perusahaannya"


"Tapi ini egois! hanya untuk menyelamatkan satu hati, tapi ada dua hati yang di korbankan" protes Arga lagi

__ADS_1


Flo sudah menangis di pelukan mamanya, dia belum bisa berfikir jernih, bagaimana nasib hubungan dengan Sandy, memikirkan itu membuat kepalanya pusing


"Flo mama minta tolong, lakukan ini sebagai bentuk balas budi kita ke tante Lisa, kamu jalani dulu satu tahun, kalau dalam satu tahun kamu belum bisa mencintai Alex kamu boleh kembali lagi pada Sandy"


"Entahlah ma" lirih Flo


"Ini sudah malam kita harus istirahat besok kita bahas lagi" ucap Marcia sambil beranjak dari ranjang Flo


Marcia dan Arga akhirnya keluar kamar dan kembali ke kamar masing-masing.


Flo langsung menangis lagi, bagaimana hubungan dengan Sandy, apa harus berakhir, tapi Flo juga tidak mau menjadi orang yang tidak tau terima kasih kepada tante Lisa,


Flo memikirkan itu semua sampai masuk ke alam mimpi.


Alex menuruni tangga untuk berpamitan sama mami.


"Loh, Al kok malam malam gini kok rapi, mau kemana?" tanya Elisa yang sedang duduk di kursi ruang makan


"Biasa lah mi ke kost satria" jawab Alex sembari berdiri di belakang kursi tempat maminya duduk


"Nggak makan dulu? ini bi ijah sudah nyiapin susah susah loh masa nggak di makan"


"Nanti aja mi, Al belum laper" tolak Alex halus

__ADS_1


"Tapi kalau mami minta kamu nggak usah pergi malam ini, bisa?"


Dahi Alex mengernyit "kenapa mi?"


"Ada yang mau mami omongin sama kamu"


"Tentang??" tanya Alex penasaran


"Tentang masa depan kamu" jawab Elisa


Alex yang tadi berdiri kini duduk di sebelah maminya "Kayaknya serius banget mi?"


"Ya makanya kita makan dulu habis itu kita bicara di ruang kerja mami"


"Mami aja yang makan, Al nunggu di ruang kerja mami"


"Kenapa kamu nggak ikut makan sekalian sih Al?"


"Al belum laper mi" jawab Alex sembari berdiri terus berjalan menuju ruang kerja yang di maksud mami.


akhirnya Elisa makan malam sendirian tanpa di temani Alex, dia segera menghabiskan makanannya dan menyusul Alex di ruang kerjanya.


Alex memang di lepas mengurus perusahaan tapi Elisa tetap membantu dari rumah, dia mengawasi setiap perkembangan perusahaan tersebut.

__ADS_1


Lanjuttttt......


__ADS_2