Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Patah hati 2


__ADS_3

*


*


🌴🌴🌴


*


Hari ini Alex pulang ke rumah dengan keadaan yang lebih baik, pengaruh alkohol sudah tidak ada lagi. Sudah mandi dan ganti baju punya Kevin.


Namun raut wajah sedih dan kecewa Alex masih begitu kentara. Alex tidak bisa menutupinya.


"Al, kamu baru pulang? Muka kamu kenapa di tekuk gitu?" tanya Elisa khawatir melihat anaknya tak bersemangat seperti biasanya.


"Iya mi, tugas kampus masih banyak." jawab Alex berbohong.


"Istirahat gih, kalau capek kamu hari ini gak usah ngantor, biar mami aja yang ke kantor."


"Mami gak apa-apa ke kantor? Atau nanti biar Al aja mi yang ke kantor tapi nanti ya? Al mau istirahat bentar, capek."


"Ya udah sana istirahat dulu, mami juga mau bikin kue, iseng-iseng nyoba resep dari temen mami, nanti kamu cobain ya Al?"


"Siap mih." Alex mencium pipi mami terus menaiki tangga menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar Alex membaringkan tubuhnya di ranjang, kedua tangannya terlipat sebagai bantalan kepalanya, dia menatap langit-langit kamarnya.


Ngomong-ngomong soal kue, Alex jadi teringat Flo lagi, mamanya Flo kan punya usaha toko kue.


Alex jadi bingung akan bersikap seperti apa jika bertemu dengan Flo, apakah Alex bisa bersikap seperti biasanya?

__ADS_1


Alex memejamkan matanya dia menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan, Hatinya masih nyeri mengingat Flo adalah milik orang lain, dia tidak menyangka kalau nasipnya akan seperti ini.


Apa ini karma? Atau hukuman dari Tuhan karena Alex sering mempermainkan perasaan orang lain? Entahlah.


Memikirkan semua itu membuat kepala Alex semakin berdenyut nyeri.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Alex.


"Masuk!"


"Al katanya mau cobain kue buatan mami, tapi mami panggil-panggil dari bawah kamu nggak nyaut-nyaut, mami bawa kesini deh kuenya." Ujar Elisa sambil menyodorkan kue buatannya.


Alex mengambil sepotong kue itu dan memasukkan ke dalam mulutnya.


Tidak ada respon dari Alex dahi Elisa mengernyit "Gimana Al?? Enak nggak?"


"Kamu kenapa sih Al?? Kayaknya males gitu, ada masalah? Cerita sama mami."


Alex memandang Elisa dengan tatapan kosong.


Elisa kaget karena baru menyadari ada beban berat yang sedang dipikul anaknya. "Cerita lah sama mami Al." Ucap Elisa sembari mengelus lengan anaknya.


"Wanita yang Al cintai ternyata milik orang mih" Lirih Alex.


Elisa terdiam belum tau harus merespon seperti apa, Elisa cukup terpukul dengan kenyataan saat ini, apa yang Alex takutkan kini menjadi kenyataan, Alex patah hati bahkan sebelum dia merasakan kebersamaan dengan orang yang di cintainya, sungguh miris nasib anaknya.


Sekian lama Alex menutup hatinya, dan di saat Alex mulai membuka hatinya ternyata malah luka yang dia dapatkan.


"Mami kok diem?"

__ADS_1


"Kamu harus bisa move on dari wanita itu Al, carilah yang lebih baik, mungkin dia bukan jodohmu."


"Entahlah mih." jawab Alex lesu.


Baru Elisa mau membuka suara lagi namun


handphone Alex berdering.


"Bentar mih, Al angkat telfon dari Flo dulu." Ucap Alex dengan mata berbinar dan raut wajah yang kembali ceria.


Dahi Elisa berkerut dalam, tadi lesu setelah ada panggilan dari Flo raut wajahnya langsung berubah ceria. "Apa mungkin Flo bisa menjadi penawar luka hati Alex?" Batin Elisa.


"Mih, Al ke kantor dulu ya, kata Flo ada meeting penting satu jam lagi."


"Iya, sana ganti baju dulu! Inget jangan mencampur adukkan masalah pribadi dan masalah kantor, oke. Tetaplah bersikap biasa, muka sedihnya jangan di tunjukkan kepada orang lain, tunjukkan kepada mami aja."


"Iya mih." Ucap Al sembari mencium pipi Elisa.


Elisa keluar kamar dan Alex segera bersiap-siap.


"Gue harus bisa bersikap biasa aja terhadap Flo, gue nggak mau hubungan gue sama Flo menjadi renggang gara-gara Flo tau perasaan gue." Batin Alex.


Setelah siap Alex langsung mengendarai mobilnya menuju kantor.


*


*


Bagus Al, seharusnya emang gitu, bersikaplah biasa aja! Tunjukin kesedihan lo sama mami lo aja.

__ADS_1


__ADS_2