Bukan Cinta Pertama Ruksah

Bukan Cinta Pertama Ruksah
SMP


__ADS_3

Ruksah adalah anak yang ceria, cerdas dan juga rajin. Dia selalu tersenyum disekolahnya.


Ruksah belajar dengan rajin karena ia ingin mengejar cita-cita nya menjadi seorang dokter. Memang itu adalah impian setiap anak SMP pada umumnya. Mungkin itu juga cita - cita setiap anak yang baru sekolah.


Ia tak pernah pacaran karena ia takut akan mengganggu belajarnya dan juga cita-citanya. Setiap naik tingkat kelas ia menjadi juara kelas.


Sampai pada suatu hari di saat dia naik kelas 2 SMP tiba-tiba saja nilainya dilewati oleh seorang pria yang sangat culun banget. Pria itu adalah murid pindahan yang baru pindan 1 semester disekolahnya.Pria culun itu bernama Reza. Reza adalah anak tukang rujak disekolahnya. Reza pindah kesekolahnya karena dia jenius dan kebetulan ayahnya menceritakan dirinya pada kepala sekolah. Sehingga Kepala Sekolah memerintahkan agar Reza disekolahkan disini saja dengan jalur prestasi.


Saat pembagian rapot dan pengumuman juara kelas, tiba-tiba nama Ruksah tak dipanggil menjadi nomor satu alias juara umum, melainkan dia menjadi nomor dua. Ruksah kaget sekali karena baru kali ini ada yang bisa mengungguli nilainya. Bahkan saat SD pun dia selalu yang terbaik disekolahnya.


Karena posisi juara umum sudah diambil alih oleh Reza .Ruksah pun membenci pria itu dengan kebencian yang sangat dalam. Ruksah memang berprestasi disekolahnya dia rajin belajar karena ingin mendapatkan beasiswa SPP gratis setahun setiap kali juara umum, namun ditahun ini justru Reza lah yang mendapatkannya. Bagaimana coba dia tidak kesal terhadapnya. Untungnya disekolahnya walaupun juara kedua tetap dapat SPP gratis namun tidak sepenuh juara umum. Ruksah mengejar beasiswa ini karena dia hanya dari keluarga yang sederhana.


Ruksah pun kesal lalu mengumpat dalam hatinya .


"Sialan, siapa pria itu berani beraninya melangkahi nilaiku yang selalu terbaik" , ujarnya dalam hati. " Awas akan ku kejar nilaimu" , deciknya.

__ADS_1


Diawal semester dua, Ruksah pun belajar lebih giat dari biasanya, karena dia ingat bahwa nilainya dengan Reza hanya berbeda 5 point saja. Jadi menurut Ruksah, ia harus lebih giat belajar agar nilainya bertambah 10 point agar Reza tak bisa menyusul nilainya lagi.


Namun tak disangka pria itu justru bertambah nilainya jadi 12 dari perkiraan Ruksah. Ruksah bertambah geram pada pria itu. Ia merasa sangat tersaingi oleh pria itu.


Ruksah membenci orang itu padahal belum dia kenal. Ruksah tak bisa lebih giat lagi belajar,karena dirumah masalahnya sangat banyak. Ruksah adalah anak sulung dari empat bersaudara. Adiknya yg kedua sangatlah malas,sedang yg ketiga dan keempat masih kecil-kecil. Sehingga tugas rumahnya pun dilakukannya sendiri seperti memasak, mencuci, menyetrika, dan membersihkan rumah. Orang tuanya terutama ayahnya seorang guru honorer, sedangkan ibunya IRT. Pekerjaan ibunya kadang jadi wiraswasta berjualan keliling dan keluar kota.


Namun jika tak ada kerjaan hampir semua pekerjaan rumahnya dikerjakan oleh Ruksah bukan oleh ibunya. Ibunya suka keluyuran kerumah tetanggganya untuk sekedar mengobrol dan bergosip. Hanya saja mengobrolnya suka lama tak kenal batasan waktu ataupun tak tahu kalau akan mengganggu orang lain.


Ruksah sudah tahu sifat ibunya itu dari kecil sehingga sudah memakluminya. Namun jeleknya sifat ibunya kalau rumahnya berantakan eh malahan Ruksah yang diomelin padahal itu kewajibannya. Untung saja Ruksah anak yang berbakti jadi dia ikhlas melakukannya. Walaupun karena sifat ibunya itu dia tak pernah bisa bermain dengan anak-anak sebayanya.


Sedangkan teman-temannya enak selalu pulang dengan ojeg atau angkutan umum. Namun yang ia sesali ,ia selalu dimarahi oleh ibunya entah masalah sepele maupun yang berat. Jadi kadang dia juga gagal fokus terhadap belajarnya. Namun ia tetap semangat menjalani hari-harinya karena ia ingin membuat ibunya bangga kepadanya. Walaupun selalu saja hal itu salah dipandang ibunya. Kadang dia sendiri tak mengerti, apa hal yang bisa membuat ibunya bahagia. Kadang hal itulah yang sering membuatnya menangis dikelasnya. Ruksah anak yang rajin ,kadang dia juga membantu perekonomian keluarganya dengan berjualan disekolahnya. Ruksah selalu memaklumi tingkah ibunya itu. Mungkin ibunya lelah mengurus adik-adiknya, mungkin ibunya pusing memikirkan biaya sekolah kami atau mungkin hal lainnya yang membuat ibunya seperti itu, tapi Ruksah terus saja menjadi anak yang rajin, karena keinginannya sangat kuat untuk menjadi dokter.


Sebenarnya ia sendiri tidak tahu apakah ia bisa menggapainya atau tidak karena kalau dilihat kondisi orangtuanya tidak mungkin dia bisa menggapai cita-citanya itu.


Guru-guru disekolah saja sangat kagum dengan kegigihannya yang sangat kuat untuk mencapai cita-citanya itu. Akhirnya sekarang Ruksah menjadi siswa kelas IX C ( kelas 3 SMP).

__ADS_1


DIa tersenyum dan berpikir


Ruksah :" Alhamdulillah akhirnya aku kelas 3 juga. Sebentar lagi aku akan lulus SMP dan akan melanjutkan ke SMA favoritku. Semoga cita citaku cepat tercapai aamiin."


Dia duduk dibangku paling depan, soalnya dia pingin tidak ada satu pelajaran pun yang terlewat dan tidak dimengerti. Kalau didepan dia juga dekat dengan guru2. Dia juga berharap ditahun ini bisa mengalahkan Reza.


Ruksah : "Huhhhfff tahun ini adalah tahun yang sulit, aku harus segera mengalahkan dia. Aku janji akan lebih dan bahkan sangat giat belajar. Aku bisa.... dan aku akan tak terkalahkan. Aamiiin semangat 💪."


Keinginannya lebih kuat dari sebelumnya untuk mengalahkan Reza. Baginya Reza adalah rivalnya dalam berprestasi. Pengganggu dirinya dalam meraih cita-citanya.


Setiap hari Ruksah pergi ke perpustakaan sekolah agar bisa mengerti setiap pelajarannya. Dia berpikir akan membaca dulu setiap materi pembelajaran , baru setelah itu yang tidak dimengerti dia akan tanyakan pada gurunya.


Nilai Ruksah dan Reza terpaut 2 angka saja. Jadi kalau Ruksah giat belajar, pasti Reza akan terkalahkan olehnya. Karena Reza pandai sekali dalam matematika, sedangkan dia tak pandai - pandai amatlah sama pelajaran itu. Jika nilai Ruksah 80 untuk matematika maka Reza dapat nilai 100 begitupun untuk pelajaran fisika. Namun keunggulan Ruksah ialah dalam pelajaran Bahasa Inggris selalu dapat nilai 100. Sedangkan Reza ya paling 80 saja tapi juga sering dapat nilai 100. Walaupun sebenarnya Reza tak paham Bahasa Inggris namun dia tetap bisa mengisinya sebab kejeniusannya itu.


Maka dari itu Ruksah langsung mendalami pelajaran matematika dan pelajaran lainnya yang dianggapnya lemah dan tidak lebih baik dari nilai Reza.

__ADS_1


Untuk mendalami pelajarannya itu dia lebih sering lagi pergi ke perpustakaan serta suka pergi kekantor guru untuk menanyakan pelajaran yang tidak dipahaminya.


__ADS_2