Bukan Cinta Pertama Ruksah

Bukan Cinta Pertama Ruksah
Bukan Muhrim


__ADS_3

Desti membuat minuman Marjan rasa pandan. Warna minumannya hijau kemudian minuman itu diisinya dengan jelly-jelly. Sehingga jadilah minuman enak ciptaan Desti .


Kemudian dia juga membawa cemilan snakck yang dibelinya di toko Snack dan sebuah bolu pisang buatannya sendiri.


Desti :" Ehhh maaf ya lama?"


Ruksah :" Nggak kok gak lama..."


Desti :" Ini silahkan diminum!"


Reza :" Kebeneran nih gue haus ti ,habis bawa tuan putri sihhh."


Tak lama terdengar suara seseorang memberikan salam. Ternyata yang datang adalah Fery pacar Desti. Memang Reza sengaja ngajak Fery kerumah Desti lewat pesannya. Dia soalnya ingin bermesraan dengan Ruksah tanpa diganggu oleh Desti . Kalau Fery tak datang maka sudah pasti Ruksah dan Desti bakalan terus mengobrol nostalgia disekolahan SMPnya.


Setelah Fery datang, Desti pergi dengan Fery keruang keluarga di lantai rumahnya.Jadi Reza bebas bermesraan dengan Ruksah . Namun ternyata Ruksah malahan risih jika hanya berduaan saja dengan Reza . Jadi dia hanya diam mematung. Reza juga terus saja merayunya agar mau lebih dekat dengannya.


Pertama Reza menggenggam tangan Ruksah . Kemudian tangannya kebelakang pinggul Ruksah serta menariknya agar lebih dekat dengannya. Namun anehnya Ruksah bukannya senang diperlakukan demikian , dia malahan risih dan merasa kurang nyaman dengan perlakuan Reza. Sehingga dia menepis tangan Reza begitu saja.

__ADS_1


Ruksah kemudian menyadari sesuatu hal bahwa cintanya kini tak sebesar dahulu. Dia bingung apakah karena sikap Reza yang tidak membuatnya nyaman atau memang bayangan hatinya tak tertuju lagi pada Reza .


Namun dia tetap menjalani hubungan barunya ini. Sambil menelisik isi dalam hatinya sendiri.


Reza yang merasa Ruksah selalu menolaknya, membuat dirinya kesal dan merasa diacuhkan sebagai seorang kekasih. Ditambah lagi niat hatinya ingin bermesraan malahan penolakan yang didapatnya.


Reza kemudian memberanikan dirinya untuk bertanya perasaan Ruksah .


Reza :" Sah, aku bawa kesini biar kita bisa mengungkapkan perasaan kita. Tapi kamu gak mau ku peluk, gak mau juga ku genggam tangan."


Ruksah :" Maaf Za, tapi kalau kamu pegang tangan saya atau peluk saya. Saya merasa risih. Selain itu mengungkapkan perasaan kan bisa berbicara tak mesti harus pegangan tangan. Ya kan?"


Reza merasa kesal dengan jawaban dari Ruksah sehingga raut wajahnya menjadi cemberut.


Ruksah melihat ekspresi dari Reza yang bebeda sehingga dia merasa bersalah pada kekasihnya itu.


Ruksah :" Kitakan belum nikah ,Za ya jadi belum muhrim untuk melakukan hal begituan. Lagi pula pacaran sehat itu lebih baik."

__ADS_1


Reza :" *Pacaran jaman apa ini gak ada mesra-mesranya. Coba sama Ratna. Gue dibelai-belai terus dicium pula." batinnya.


Ruksah* :" Kamu gak marah kan?"


Reza yang tak ingin Ruksah kecewa menjawab saja keinginan kekasihnya itu.


Reza :" Iya sayang aku setuju."


Lama-lama Suasna malahan menjadi membosankan untuk Reza , terus dia mengajak Ruksah untuk pulang kembali kerumahnya karena sudah mau jam 5 sore.


Reza :" Ruksah kita pulang aja yuk, sudah setengah 5. Nanti kamu dicariin ibumu."


Ruksah :" Iya ayokk... aku takut ibuku marah padaku."


Karena ibu dan ayahnya melarang dirinya untuk pacaran, sehingga Ruksah hanya meminta Reza menurunkannya di depan mesjid saja. Kemudian dia pergi sendiri kerumahnya. Jadi alasan dia kerja kelompok bisa terelakan.


Reza ingin sekali mengantarnya pulang kerumah Ruksah . Namun Ratna kekasihnya sudah telepon. Merasa kangen karena Reza kekasihnya tak jadi datang kerumahnya.

__ADS_1


Ruksah kemudian masuk kerumahnya dan menyiapkan makan sore untuk ayahnya.


Sedangkan Reza pergi lagi kerumah Ratna . Sebab dia kangen pada kekasihnya itu.


__ADS_2