
Devan yang mendengarkan ucapan Ruksah sontak saja langsung menanyakan hal itu padanya.
Devan :" Maksud kamu apa ngomong kaya gitu ,Sah?"
Ruksah :" Gak apa-apa hanya mau menjaga perasaan orang lain aja. Ntar Tina loh marah sama gue lagi kalau loh dekat sama gue."
Devan :" Marah kenapa ? diakan cuman temen gue bukan pacar gue."
Ruksah :" Masak? tapi....gue pikir Lo sudah jadian sama dia. Makanya aku cuekin kamu kemarin soalnya selain jaga perasaan Reza juga ingin menjaga perasaan Tina."
Deg.....
Sekarang Devan tahu mengapa dia ragu akan perasaannya pada Tina sebab memang perasaannya tak salah Sintha terlalu posesif untuk dijadikan kekasih. Jadi dia sudah tahu maksud ucapan Ruksah.
Devan :" Kenapa ,Sintha datangin kamu buat jauhin aku ya?"
Ruksah yang tak ingin merusak hubungan Devan dan Sintha tak menjawabnya. Tapi Devan sudah mengerti semuanya.
Devan :" Jawab ,Sah?"
Ruksah tak bisa lagi mengelakan pertanyaan itu. Dia juga tak ingin lebih memperkeruh suasana.
__ADS_1
Tak disangka dibalik gerbang munculah Tina. Lalu mendatangi mereka berdua. Tiba-tiba Tina mendorong Ruksah sampai terjatuh ke tanah.
Tina :" Owhhh jadi dari tadi kamu gak ada ternyata sama Ruksah."
Ruksah yang mendengarkan perkataan Sintha tak enak hati. Takut dilihat oleh orang lain kalau dia berantem dengan adik kelas hanya demi seorang cowok.
Ruksah kemudian pamit pada Devan. Pada saat Devan mengangkatnya dari tanah.
Ruksah :" Gak apa-apa kok ,Van. Gue gak kenapa-kenapa. Sebaiknya kamu selesaikan masalah kalian biar pacar loh ini gak salah paham sama aku."
Namun saat Ruksah akan berlalu, tangannya ditarik oleh Devan .
Devan :" Tunggu...."
Tina :" Sudah biarin aja dia pergi . Aku gak suka sama kakak kelas yang jadi benalu di hubungan kita ini."
Devan :" Heeemm kenapa ? "
Tina:" Kenapa kamu bilang? aku tuh cinta sama kamu tau gak?"
Devan :" Terussss?"
__ADS_1
Tina :" Kamu tuhhh cinta gak sih sama aku?"
Devan :" Nggak!"
Tina:" Tapi ..... kamu bilang? Heh liat tuhhh hubungan gue jadi berantakan gara-gara lohhh. Bisa gak sihhh kamu menjauh dari Devan? Aku benci kamu selalu saja ada dalam pikirannya dan hatinya. Aku sudah bilang dia kekasihku jangan dekat-dekat dia . Tapi lohhh terus aja ngejar dia. Apa Reza pacarmu itu kurang hahhh?"
Devan :" Ckckck.... sekarang gue tahu kenapa Ruksah jauhin gue dan menghindar. Ternyata benar dugaan gue. Kamu sudah datangi dia dan bilang kita sudah jadian? Kapan gue bilang kita jadian hahhhh? "
Tina :" Iya kita memang belum jadian tapi.... bukannya loh bilang mau berjuang dapatin maaf loh. Bahkan loh bilang bakal bikin gue cinta sama loh lagi? Gue sudah cinta lagi sama lohhh,Van?"
Devan :" Iya tapi sayangnya walaupun gue sudah coba jalani PeDe Kate sama lohhh tetep aja gak ada hati buat loh."
Tina :" Tapi kenapa ,Van?"
Devan :" Cinta itu tak bisa dipaksa Tina. Cinta gue hanya untuk Ruksah. Gue harap Lo ikhlas dengan perasaan gue ini."
Tina :" Gue benci sama lohhh tahu gak gue benci loh Devan . Loh sudah mainin perasaan gue."
Tina kemudian pergi dan berlari sambil menangis. Dia sedih cintanya tetap saja bertepuk sebelah tangan. Walaupun dia sudah menjauhkan Ruksah dari Devan. Tetap saja cinta Devan buat Ruksah .
Sementara Ruksah tak percaya ada sesosok pria tampan yang selalu menunggu cintanya tanpa batas dan tak mengharapkan balasan. Tanpa pemaksaan cintanya begitu tulus. Ruksah merutuki kesalahannya dalam mengartikan cinta pertamanya.
__ADS_1
bersambung...