
Devan memperhatikan gerak-gerik sahabatnya itu yang tiba-tiba membawa kekasihnya Wulan masuk kekolong meja.
Iya sebenarnya penasaran dengan kelakuan temannya itu. Tapi karena tidak enak dengan Tina jadi dia pura -pura gak tahu.
Tina memperhatikan sikap Devan yang memperhatikan Angga dan Wulan .Lalu dia bertanya pada Devan tentang apa yang dipikirkannya.
Tina :" Kakak ehhhh Van lihat apaaan?
Devan :" Itu gue lihat mereka berdua dari tadi mesra terus. Ehhh sekarang ke kolong meja ngapain ya?"
Tina :" Hehehe kamu belum tahu mereka ya?"
Devan :" Emang mereka ngapain ya?"
Tina :" Mereka itu dikolong meja lagi giniiii."
Tina hanya mengisyaratkan kedua jarinya saja yang ditunjukan pada Devan . Devan sendiri bingung dengan isyarat itu seolah tak paham maksud Tina . Devan sudah tahu sebenarnya maksud itu hanya pura-pura tak tahu. Jadi dia geleng -geleng kepalanya.
Tina :" Ihhh masa kamu gak tahu sihhh."
Devan :" Iya gak tahu apaan memangnya gitu-gitu?"
Tina :" Mereka itu lagi bercumbu alias ciuman."
Devan tertawa dengan penuturan Tina .
Devan :" Haha haha....."
Dipikiran Devan gak nyangka kalau temannya itu sudah sejauh itu dengan Wulan . Tina juga polos banget mau jelasin semua sama dia. Jadi Devan tambah penasaran pada Tina .
Tak seberapa lama Ruksah masuk keperpustakaan. Devan yang melihat Ruksah kembali murung. Sebab hatinya masih sangat menginginkan Ruksah .
Tina memperhatikan sikap Devan yang tak ceria seperti tadi. Dia memberanikan dirinya lagi untuk bertanya pada Devan .
Tina :" Van, kamu kenapa kok murung?"
Devan :" Gak apa-apa kok."
Tina :" Tapi raut wajah kamu beda dengan yang tadi. Gara-garanya ada Kak Ruksah yah?
Devan akhirnya curhat pada Tina .
Devan :" Iya... gue masih sangat menginginkannya jadi kekasih gue. Tapi dia tak pernah cinta sama gue."
__ADS_1
Tina :" Kenapa dia gak cinta sama kakak? ehhh Devan ganteng lohhh."
Devan : "Iya dah tahu....banyak yang ngomong kok hahaha."
Devan sengaja bercanda kayak begitu agar Tina tidak merasa cemburu. Dan agar Tina masih bisa dekat dengannya. Soalnya Devan mulai nyaman dengan Tina .
Tina :" Yeyyyy Devan sangat narsis ternyata."
Devan :" Kamu baru tahu aku narsis. Ihhhh gemesss deh."
Devan mencubit hidung Tina soalnya dia juga ingin membuat Ruksah cemburu. Dia ingin perlihatkan pada Ruksah bahwa setelah penolakannya, masih bisa dirinya mencari wanita lainnya.
Di sudut meja sekarang diisi oleh Ruksah. Ia sesekali memperhatikan sikap Devan pada Tina . Dia penasaran apakah benar mereka sudah jadian. Ruksah sebenarnya sudah menyukai Devan . Namun karena ada Reza jadi dia berpikir bahwa rasa cintanya itu masih besar untuk Reza .
Sementara Devan setiap berbicara dengan Tina selalu saja membelai tangan Tina . Sebenarnya Tina risih namun karena dia cinta Devan akhirnya diapun menerima perlakuan Devan itu.
Ruksah yang risih dan jengah melihat Devan dan pacar barunya kemudian pindah ke meja yang dibawahnya ada Angga dan Wulan .
"Kok gue kaya cemburu sih lihat Devan sama Tina berduaan. Padahal aku juga masih mencintai Reza . Ya Tuhan perasaan apakah ini. Mengapa perasaan ini jadi beda . Semoga aku tak salah memilih kekasih." Batinnya
Saat dia akan duduk tiba-tiba dia mendengar suara yang indah dan merdu serta suara orang berciuman.
Kemudian dia membuka tirai meja itu. Alangkah kagetnya Ruksah melihat Angga bercumbu dengan Wulan .
Sehingga dia histeris dan teriak melihat Angga dan Wulan disana.
Sementara Angga dan Wulan yang sedang bercumbu malahan tidak sadar akan kedatangan Ruksah . Padahal taplak mejanya sudah disibak oleh Ruksah .
Devan memperhatikan sikap Ruksah yang kaget melihat tingkah sahabatnya itu. Devan melihat Ruksah akan berteriak.
Ruksah kemudian menjerit...
Ruksah :" Ahhhhhh .Owhhhh may God. Astaghfirullah hal adzim .... Angga -Wulan. Kalian...."
Devan yang memperhatikan sikap Ruksah langsung saja membekap mulut Ruksah karena takut terdengar oleh guru yang menjaga perpustakaan. Devan menempelkan jarinya kemulutnya. Tanda isyarat Ruksah harus diam.
Devan :" Suttttttttt."
Wulan yang tadi melihat ada Ruksah dan teriakannya langsung keluar dari meja. Malahan kepalanya kepentok meja karena saking buru-burunya.
Angga :" Duhhh hati-hati sayang...."
Wulan malahan manyun saja sambil berdiri dan merapikan bajunya.
__ADS_1
Anggapun keluar dari bawah meja. Seling beberapa saat Pak Benardi yang menjaga perpustakaan datang dan bertanya mengapa Ruksah teriak. Suasana pun menjadi mencekam. Terutama Wulan yang takut dibawa ke ruang BK.
Pak Benardi :" Kamu kenapa Ruksah tadi bapak dengar teriakan kamu?"
Ruksah :" Anu.... anu..... anu saya lihat....mmmm"
Ruksah tak bisa menjelaskan penglihatannya tadi soalnya mulutnya dibekap oleh Devan .
Ruksah :"emmmmmm eemmmm."
Devan :" Anu.... anu Pak Benardi tadi Ruksah melihat kecoa dibawah kolong meja."
Lalu Devan melepaskan bekapannya sama Ruksah.
Pak Benardi :" Ruksah... Ruksah sama kecoa aja takut."
Ruksah pun menimpali perkataan Pak Benardi.
Ruksah :" Iya Pak kaget saya soalnya kecoanya lagi ciuman."
Sambil mendelek ke arah Angga dan Wulan .
"Sialan Luh Ruksah malahan mengejek gue. Gue cium juga baru lohhh kelepek kelepek-kelepek", batinnya Angga.
Pak Benardi :" Ohhhh kamu kenapa kaget lihat orang ciuman kayak gak pernah dicium aja."
Yang lain langsung menjawab .
Devan dan Angga :"Emang dia gak up to date pak gak pernah ciuman haha."
Pak Benardi pun geleng-geleng kepala.
Pak Benardi :" Makanya Ruksah punya pacar biar tahu ciuman."
Ruksah :" Ihhhh bapak kok malahan ngajarin yang gak bener."
Pak Benardi hanya diam dan berlalu begitu saja. Dia memang sudah mengetahui tingkah Wulan dan Angga yang suka bercumbu dikolong meja perpustakaannya.
Ruksah merasa kesal karena guru perpusnya itu bukan mendukungnya malahan mendukung Angga dan Wulan . Dia akhirnya keluar dan gak jadi untuk belajar dan membaca disana. Sambil berlalu dia bicara.
Ruksah :" Angga Wulan lain kali kalau mau kiss-kisan jangan diperpus dong rusakin mata gue aja."
Angga :" Yeyyy bilang aja loh iri karena gak pernah ciuman ."
__ADS_1
Sialan kok malahan gue lagi yang disindir padahal gue benerkan, batinnya Ruksah berkata