
Saat mengetahui anaknya hamil oleh pacarnya betapa ayahnya menjadi kesal sekali sehingga dia memukul anaknya dengan sapu sampai kakinya memar-memar.
Namun untung ayahnya sadar dengan sikapnya yang bisa saja membunuh anaknya itu. Ibunya pun sedih melihat anaknya yang dimarahi dan dipukuli oleh ayahnya. Tapi mau bagaimana lagi itu salah anaknya karena tak bisa menjaga diri.
Setelah sadar, ayahnyapun menghampiri anaknya itu.... dan meminta maaf karena sudah memukulinya. Mitha hanya menangis...dia juga ketakutan. Lalu ayahnya Mitha bertanya pada anaknya....
Ayah : " Sudah berapa kali kamu melakukannya ? dimana? ayah tak menyangka nak....harusnya ayah tak mengizinkanmu pergi dengannya tanpa diawasi".
Mitha :" Mitha minta maaf ayah, Mitha khilaf dan gak memikirkan ayah waktu itu. Mitha melakukannya hanya sekali pas jalan-jalan ke pasar malam dulu itu ayah. Tapi Mitha gak nyangka kalau Mitha ..... tapi ayah Fery sudah janji sama Mitha mau bertanggung jawab".(sambil nangis sesenggukan).
Ayahnya: " Baiklah besok kita akan cari rumahnya, kamu tahukan rumahnya?
Mitha : " Iya ayah Mitha tahu rumahnya dan beberapa kali Mitha pernah kerumahnya kok yah".
Ayahnya : " Baiklah kita nanti kesana minta dia bertanggung jawab".
Ayah : " Mitha kamu gak boleh bilang sama siapa-siapa atas keadanmu, sebelum kamu lulus ujian.
" Jangan ada guru yang tahu , kalau ada yang tahu kamu gak akan dapat ijazah SMPmu nak".
Lihatlah seorang ayah tak akan pernah menangis kecuali meratapi nasib anaknya itu.
Keesokan harinya Mitha masuk lagi kesekolah, namun entah mengapa setiap kali melihat baso dia langsung mual lalu....
uhek uhekk uhekkk
Sintya melihat keadaan temannya itu, dia jadi merasa aneh karena setiap ke kantin dan diajak makan bakso dia malahan mual dan muntah-muntah. Pak Deri melihat kejadian itu dan merasa curiga dengan keadaan Mitha.
Dia sering melihat ibu-ibu h***l, bentuk tubuh Mitha yang berubah menunjukan seperti orang yang h***l. menurut pak Deri Mitha seperti orang yang ngidam.
Dikantor Bu Agus juga membahas tentang Mitha dengan Pak Ridwan juga sama. Secara mereka guru IPA jadi otomatis tahu sedikit banyak ciri orang yang lagi ngidam. Karena penasaran Bu Agustini mencoba menanyakan itu pada Mitha.
Namun saat ditanya Mitha malahan bilang dirinya hanya masuk angin saja kepada gurunya.
Akhirnya Bu Agustini memutuskan untuk memeriksa satu-satu siswanya agar mengetahui benar tidak kalau Mitha hamil. Saat diruang BK ketika Bu Agustini menyentuh perut Mitha, terasa berbeda dia merasa perutnya besar dan keras, hal itu adalah seperti ciri orang h***l.
Lalu Bu Agustini meminta Mitha untuk jujur karena kalau tidak jujur maka dia akan dikeluarkan dari sekolah.
Akhirnya Mitha jujur pada gurunya itu, kalau dia sedang berbadan dua yang usia j****nya 6 Minggu. Bu Agustini langsung memberikan surat kepada orangtuanya.
Saat dikonfirmasi, Orangtua Mitha sudah mengetahui perihal anaknya itu. Ayahnya baru hari ini akan menemui orangtua pacarnya agar bertanggungjawab kepada anaknya. Selain itu ayahnya Mitha juga memohon kepada guru dan kepala sekolah untuk tidak mengeluarkan Mitha. Dia memohon agar Mitha bisa ikut ujian dulu dan mendapatkan ijazahnya. Karena permohonan dari ayahnya Mitha masih tetap bisa sekolah sampai dia selesai Njian Nasional.
Guru menyarankan agar Mitha bisa mamakai jaket saat kesekolah agar perutnya tidak kelihatan oleh teman-temannya. Sebab sekolah juga tidak mau tercemar karena melindungi siswa yang .....dan tidak mengeluarkan nya. Untung saja sebentar lagi Ujian jadi guru memberikan keringanan terhadap siswanya itu demi masa depannya.
Semakin hari Mitha semakin lemah, karena dia kurang makan, banyak pikiran, sehingga dia suka lemas jika kesekolah. Belum lagi setiap pagi disekolah dia sering ketoilet untuk muntah. Jadi hal itu juga membuat curiga semua teman-temannya. Begitulah pepatahnya sebaik-baiknya kita menutupin bangkai tetap saja akan tercium juga.
Hal ini juga yang dirasakan Mitha saat temannya Sintya bertanya tentang badannya yang tambah berisi dan juga saat dia sering muntah. Sintya memberanikan dirinya untuk bertanya padanya.
Sintya : "Mit, maaf gue boleh tanya sesuatu gak? tapi loh jangan marah ya?"
Mitha : " Mau tanya apa Tya, tenang aja gak kok".
Disangka Mitha ,Sintya tidak akan bertanya masalah pribadinya itu.
Sintya : " lohhhhh gak hamilkan?
Sintya bertanya saat menyusul Mitha pergi ketoilet. Saat akan kembali kekantin dia tanya hal itu pada sahabatnya.
Mitha : " emmmm emmmmh kenapa kamu bertanya begitu? gak kok gue cuman masuk angin".
Sintya: " Iya soalnya badan kamu beda ,sama kamu suka muntah muntah percis seperti orang lagi ngidam".
Mitha seketika menjadi pucat wajahnya dan dia juga jadi tak selera meminum jus yang dipesannya. Sintya terus saja bertanya dan penasaran. Akhirnya dia mengakui pada Sintya.
Reza sebenarnya sudah tahu kalau Mitha hamil soalnya saat orang tua Mitha datang tak sengaja dia mendengar percakapan Bu Melani , Bu Agustin, dan Bapak Kepala sekolah. Reza bahkan tak habis pikir kenapa Mitha yang cantik ternyata murahan dan j***Ng mau saja dia memberikan kehormatannya pada pria yang belum tentu menjadi suaminya. Suggguh disayangkan sekali pikirnya.
Sintya kemudian menanyakan siapa bapak yang ada dikandungan nya ,namun dia bertanya hal itu saat dirumah Mitha. Soalnya tadi dia melihat Reza yang menguping pembicaraan mereka. Makanya Sintya urung untuk menanyakannya.
Mitha senang ada Sintya datang kerumahnya setidaknya dia bisa curhat tentang kehamilan nya itu.
Sintya : " Maaf Mit, gue mau tanya siapa bapaknya?"
__ADS_1
Mitha : "Lo juga tahukan gue cuma pacaran sama Fery doang, ya gue hamil anaknya lah".
Sintya : " Lo sering ya melakukannya? makanya bisa hamil?"
Mitha : " gue cuma ngelakuinnya sekali aja saat pergi kepasar malam , waktu itu Fery ngajakin gue ke tanah kosong dan gelap. Terus terjadilah hal itu, gue nangis karena sadar ada darah dikursinya dan gue sadar gue sudah gak p*****n tapi semua sudah jadi bubur Tya , gue gak bisa mengulang waktu. Dia meyakinkan gue akan bertanggung jawab".
Sintya : " Terus kapan dia mau menikahi lohhh? selesai ujian ya? harus cepat tuh soal ya perut loh tambah gede".
Mitha : " Gue sama keluarga gue lagi bingung Tya, karena kemarin kita pergi kerumah Fery tapi kosong, gue gak tahu kenapa. Hpnya juga sudah gak aktif dua Minggu yang lalu.
Gue makanya kepikiran terus takutttt gue anak gue gak punya bapak " . isaknya menangis huhuuu hukhuuuu .
Sungghuh malang nasib Mitha sekarang bagaikan sampah yang terbuang, tapi nasi telah jadi bubur tak bisa kembali lagi.
Sintya ingat kalau Firman pernah bilang kalau dia saudara sama Fery. Jadi Sintya menghubungi Firman. Mitha bingung siapa yang di telepon oleh temannnya itu.
Sintya : " Hallo Fir, ini gue Sintya. Fir gue mau tanya loh lihat Fery gak?"
firman : " Fery, kata papanya ke Bandung ikut neneknya, memangnya kenapa gitu Tya?"
Sintya : " Gak ada apa-apa cuma, tanya aja". Boleh gak gue minta alamat neneknya Fery?
Memang Ujian Nasional SMA sudah selesai sehingga Fery hanya nungggu nilai dari sekolahnya jadi dia tenang bersembunyi dirumah neneknya itu.
Ternyata dia sembunyi di Bandung karena disuruh ayahnya. Sebelum ke Bandung Fery menceritakan kepada ayahnya kalau dia sudah mencemari pacarnya . Dia takut kalau pacarnya minta pertanggungjawaban padanya. Ayahnya marah saat itu dan menyuruhnya ke Bandung. Ayah Fery gak mau kalau dia menikah muda.
Ayah Fery ingin anaknya bisa jadi polisi seperti kakeknya. Makanya ayah Fery tak mau menikahkan Fery dan Mitha yang akan menghancurkan impiannnya menjadikan anaknya jadi polisi.
Setelah tahu alamat neneknya Fery , Sintya memberitahukan hal itu pada Mitha.
Sintya : " Mitha ayo kita ketemu ayah loh. gue sudah punya alamat Fery sekarang".
Seketika itu juga Mitha langsung senang dan berlari mencari ayahnya.
Mitha : " Ayahhhhhb, ayahhhbb, ayahhhh".
Ayahnya terkejut dengan teriakan Mitha
Mitha: " ayah Mitha sudah tahu dimana Fery yah". Sintya punya alamatnya".
Sintya :" ini om Tya sudah menemukan keberadaan Fery sekarang dan ini alamatnya juga".
Ayah mitha langsung saja mengeluarkan mobilnya dan mengajak semuanya agar pergi kesana.
Disana ternyata keluarganya Fery pada kaget karena melihat ayah Mitha dan Mitha sekeluarga serta Sintya temannya datang menghampirinya .
Ayah Mitha : "Fery ..... Fery ..... keluar kamu.....
teriakan itu juga membuat semua warga keluar saking kagetnya".
Ayah Mitha : " Kalau kau tak keluar aku akan masuk dan membunuhmu dan keluargamu
heiiii Fery keluar kamu".
Om Riki papanya Fery keluar dari rumahnya.
Om Riki : " Maaf, anda siapa ya teriak- teriak dirumah orang?"
Om Lukman (ayah Mitha) : Saya ayahnya Mitha saya mau bertemu Fery.
Nenek Fery juga keluar lalu memerintahkan keluarga Mitha masuk.
Nenek Fery : " husss Riki kalau ada tamu suruhlah masuk jangan kamu biarkan berbicara diluar tidak enak sama tetanggga".
Nenek itu memang sudah merasa jangggal dengan kedatangan keluarga Mitha , selain itu dia merasa aneh dengan kedatangan Fery dua Minggu yang lalu dan juga neneknya sudah melihat Mitha yang seperti orang yang hamil.
"Silahkan duduk " ucap nenek Fery yang bernama nek Minah
Om Lukman : " Terimakasih".
Nenek Minah : " Ada perlu apa anak
__ADS_1
kemari kalau saya boleh tahu?"
Om Lukman menjelaskan semuanya panjang lebar kalau anaknya telah dihamili Fery cucunya. Dia datang untuk meminta pertanggungjawaban Fery.
Om Riki yang berada disitu tak ingin mengakui anak yang dikandung Mitha adalah anaknya Fery. Karena dia tak berniat menikahkan Fery dengan Mitha.
Om Riki :" Alahhh mah jangan dengarkan mereka, saya yakin kalau anak yang dikandungnya belum tentu anaknya Fery mah. Yahhhh kalau anak baik-baik pasti dia tidak akan menyerahkan kehormatannya pada pria yang belum jadi suaminya. Barangkali saja dia hamil oleh orang tapi nuduhnya pada Fery.
Mitha marah dan merasa terhina oleh ucapan om Riki papanya Fery.
Mitha : " Maaf om saya bukan wanita yang seperti itu, saya memang salah menyerahkan milik saya pada Fery itupun karena dia memaksa saya dan berjanji akan menikahi saya" .
" Saya bersumpah om ini anak Fery. saya berani tes DNA jika anak ini sudah lahir"
Ayahnya Mitha juga membantu membelanya.
Tak terasa air mata Mitha mengalir dengan derasnya ....membuat Sintya sahabatnya merasa iba padanya.
om Lukman : "Dengarkan kalau malam itu anakmu tak mengajaknya pergi mungkin Mitha tak akan pernah begini, anakmu yang salah mengambil milik anakku dan tak ingin bertanggung jawab setelah itu ,lalu pergi melarikan diri. Dasarrrrr lelaki pengecut .
Ayo Mitha kita pulang.... bapak masih bisa merawat anakmu itu kalau dia gak mau bertanggungjawab".
Nenek Minah : " Tungggu , duduklah. Fery kemarilah duduk didekat Mitha.
Fery malahan menangis melihat Mitha dan merasa bersalah padanya namun dia begini karena perintah ayahnya .
Nenek Minah :" Fery, nenek mau tanya, benarkah dia telah kau rebut kepemilikannya? jawablah nak dengan jujur".
Fery : " Benar ,nek".
Nenek Minah : " saat kau lakukan hubungan itu dia berdarah ?"
Fery :" ia nek...."
Nenek Minah :" Berapa kali Fery melakukannya padamu ?"
Mitha menjawab dengan rasa malu
Mita : "Satu kali ,nek".
Nenek Minah :" Fery menurut kamu anak yang dia kandung anakmu bukan jawablah denga. jujur?"
Fery :" Iya nek, dia anakku, aku yakin".
CEPLAK tamparan nenek pada Fery.
Nenek :" Kalau kamu tahu dia anakmu mengapa kamu tidak mau bertanggung jawab???" ucap nek Minah.
Fery : " Feri mau tangggung jawab nek padanya makanya Fery ceritakan semua pada ayah, tapi ayah membawa Feri kesini dan tidak mengizinkan Fery bertemu Mitha ataupun menelpon Mitha nek".
Nek Minah : " Riki kemarilah , CEPLAK.... mengapa kamu berbuat demikian?
Om Riki : " Saya tidak mau Fery menikah muda, saya mau Fery jadi polisi dulu baru menikah".
Nek Minah : " kamu tahu Riki ,bagaimana kalau gadis ini bunuh diri karena menderita dianggap sampah masyarakat apa kau tak perduli hah? setidaknya kau pikirkan calon cucumu diperutnya yang menangis mencari bapaknya.
Riki : " Siapa suruh dia menjebak anakku,itulah akibatnya".
Nek Minah :" Riki Riki saat mereka melakukannya tidak ada yang saling menjebak. Mereka melakukannya karena cinta mereka yang didasari nafsu yang tak tertahan. Itu semua dosa kalian orang tua yang tidak menjaga anak kalian. Tapi anak yang diperut Mitha tak bersalah".
Riki : "Tapi mah aku gak mau gara-gara cewek ini Fery tak bisa memenuhi janjinya padaku jadi polisi".
Nek Minah :" Jadi kau akan membiarkan dia menanggung dosa itu sendiri hah?" sedangkan dia juga berdosa ?" , tunjuknya pada Fery cucunya itu.
Riki : " Lalu aku harus bagaimana?"
Nek Minah : " Nikahkan mereka.... sebelum perutnya membesar. Masalah cita-cita Fery kita pikirkan nanti saja dengan ayahmu".
Nek Minah :" Kau harus berpikir bahwa Fery juga memiliki adik Lidia , bagaimana kalau itu terjadi padanya".
Kemudian mereka akhirnya sepakat untuk menikahkan anak mereka. Beberapa hari kemudian datanglah surat undangan kepada guru-gurunya , akhirnya mereka pun menikah
__ADS_1