
Keesokan harinya Reza datang lagi kesekolah Ruksah . Dia memang ragu akan cintanya namun dalam dadanya masih ada desir-desir cinta yang mengalir dihatinya. Ya walaupun desirannya tak sekuat masa SMP.
Reza akhirnya masih mempertahankan Ruksah untuk menjadi kekasihnya. Walaupun dia tahu hubungannya ini terlihat rapuh. Baginya yang cerdas sudah pasti berpikir lebih baik hanya berteman saja. Jika hanya memiliki kekasih yang tak bisa disesap rasanya.
Baginya sifat Ruksah juga terkesan seperti anak jaman 70an yang hanya pacaran dengan berpandangan saja.
Pikiran Reza memang bebeda dengan Ruksah .Bagi Ruksah pacaran berarti sama seperti berteman hanya bedanya ada detak jantung yang berbeda. Namun bagi Reza pacaran itu berarti kekasih yang semua diminta kekasih harus rela diberikan. Walaupun demikian Reza hanya ingin menyentuh wanitanya hanya bagian SEKWILDA saja.
Ruksah sebenarnya tahu tentang pacaran masa kini. Tapi dia tak mau budaya barat diterima nalarnya. Baginya dia harus mengikuti ajaran agamanya bahwa pacaran itu sama dengan ta'aruf. Tidak boleh colek-colek, cium-cium, atau enak-enakan. Sebab itu dosa besar dan hanya boleh dilakukan oleh suami-istri saja.
Disekolah
Saat Reza sampai disekolah Ruksah , dia menghubungi Ruksah .Ruksah langsung saja menemui kekasihnya itu. Saat dia akan menemui kekasihnya itu, Devan melihat dirinya bertemu dengan Reza .
Devan :" Ternyata cowok begitu yang Ruksah lihat. Apa hebatnya sih cowok model gitu. Cakep dan makcho juga nggak. Ruksah...Ruksah... mendingan gue kemana-kemana dong."
Ucapan Devan itu terkesan sangat arogan sebab dia merasa cemburu. Memang kalau dipandang wajah Reza tak secakep wajahnya.
Devan sontak saja menarik tangan Ruksah lalu mengatakan unek-uneknya.
Ruksah :" Awwwww ...sakit Van ihhh."
__ADS_1
Dia melepaskan tangannya dari genggaman Devan .
Ruksah :" Bisa gak sihhh gak usah narik kaya gitu."
Devan langsung melototi wajah Ruksah . Seakan-akan dia ingin sekali berkata kasar pada Ruksah . Namun dia selalu tak bisa sekadar itu pada Ruksah .
Devan :" Aku mau ngomong.... jadi itu cowok kamu yang kamu banggain?"
Ruksah :" Iya kenapa emang...?"
Devan :" Ruksah...Ruksah kamu tuh cantik tapi kok **** sihhh?"
Ruksah :" Maksudnya apaan ngomong gitu?"
Ruksah :" Maaf ya Van yang ganteng. Saya gak lihat orang dari penampilannya tapi dari hati. Udah ahhh aku mau nyamperin pacar aku. Aku mau bawa dia dan kenalin dia ke mamahku."
Devan yang mendengarkan pernyataan Ruksah sangat terkejut. Dia merasa kalau hubungan Ruksah dan Reza serius. Bahkan Ruksah sampai mau memperkenalkan kekasihnya itu pada orangtuanya.
Ruksah menemui Reza dengan berlari soalnya tadi Reza sudah lama menunggu. Ditambah lagi tadi dia mengobrol dahulu dengan Devan . Sehingga Reza jadi lebih lama lagi menunggu dirinya.
Ruksah :" Haiii maaf ya lama ...pasti kesel ya nungguin Ruksah tadi."
__ADS_1
Reza :" Ahhh nggak kok baru setengah jaman."
Ruksah :" Mau kemana kita hari ini?"
Reza :" Gimana kalau kita kerumah Desti lagi."
Ternyata Reza masih penasaran pada Ruksah . Dia ingin mencoba lagi untuk bermesraan dengan Ruksah dirumah Desti .
Ruksah yang tak ingin suasana kemarin terjadi lagi , jadi memberikan masukan lagi. Agar dirinya tak berduaan saja dengan Reza . Dia takut kalau tak bisa menahan diri.
Ruksah :" Mmmm Za , maaf kalau kamu berkunjung kerumahku aja gimana?"
Reza :" Emmm kenapa?"
Ruksah :" Aku mau kenalin kamu ke mamiku Za !"
Reza :" Emmm okey kalau begitu."
Sebenarnya Reza kesal soalnya dia tak bisa bermesraan dengan Ruksah . Tapi dia berharap bisa dilakukan dirumah Ruksah . Reza sebenarnya tahu kalau orang tua Ruksah galak. Tapi dia berharap itu cuman rumor aja dahulu dibangku SMP .
Akhirnya dia mengantarkan Ruksah pulang kerumahnya. Sekaligus berkunjung menemui orang tua Ruksah .
__ADS_1
**๐น๐น๐น๐๐๐
Sekali lagi author minta dukungannya ya pada pembaca setia author. Jangan lupa berikan like, komen dan votenya. Jadikanlah cerita ini cerita yang terfavorite. Terimakasih๐คโค๏ธ๐น**