Bukan Cinta Pertama Ruksah

Bukan Cinta Pertama Ruksah
Terus Terang


__ADS_3

Continue***


Devan :" Ayoooo sini dulu ,Tin."


Tina :" Ihhhh apaan sih lepas dong Van."


Namun Devan tak ingin melepaskan tangan Tina.


Devan :" Nggak akan kunlepas ntar kamu cuek lagi deh sama aku."


Tina :" Ada perlu apa sihhh nyari aku."


Devan :" Aku mau minta maaf soal tadi siang ke kamu."


Tina :" Gak usah minta maaf emang aku siapa kamu?"


Devan ternyata memikirkan perkataannya Tina yang berkata dirinya bukan siapa-siapa Tina saat ini. Dia mengerutkan dahinya karena sikap Tina aneh padanya sekarang.


Sementara Tina seakan memberi jarak padanya saat ini. Soalnya dia berjalan sedikit berlari. Devan kembali mengejar dirinya. Devan kali ini tak mau kehilangan lagi cintanya. Dia akhirnya menarik tangan Tina agar berhenti.


Tina kaget dengan kelakuannya Devan diapun menepis tangan itu. Namun Devan kembali menangkap tangannya. Mata Tina langsung saja melotot pada Devan seakan-akan dirinya ingin menampakan ketidak semangatnya pada Devan. Kemudian dia berbicara pada Devan.


Tina :" Van, apa sih mau kamu? malu tau dilihat orang . Lepasin tanganmu ,Van!"


Devan : "Baiklah akan aku lepaskan tanganmu . Tapi....."


Tina :" Tapi apa lagi ,Van?"


Devan :" Aku mau lepasin tanganmu asal kamu ikut aku dulu yuk kekantin belakang sekolah."


Karena tak ingin berlama-lama disana dan menjadi buah bibir temanya maka dia mengikuti saja permintaan Devan .

__ADS_1


Disana mereka duduk hanya berdua sebab yang lainnya sudah pada pulang. Devanpun membuka pembicaraannya.


Devan :" Kamu kenapa sih Tin kok jadi beda sama aku?"


Tina :" Pikirin aja apa salah kamu ke aku."


Devan :" Iya apa salahku, aku gak tahu kalau kamu gak ngomong."


Tina :" Gak mau.... sudah ngobrolnya aku mau pulang."


Devan :" Tunggu Tin, masalah kita belum selesai kamu masih kesal padaku."


Tina :" Apa pedulimu padaku hah, Siapa sih kamu? kamu bukan siapa-siapa kecuali kakak kelasku."


Devan sama sekali tak akan menyangka Tina sebegitu marahnya padanya karena kejadian waktu itu. Namun memang itu salahnya karena terfokus pada Ruksah .


Devan :" Apa benar kemarahanmu ini karena cemburu melihatku dengan Ruksah saat diperpustakaan tadi siang Tin?"


Tina :" Aku cemburu sama kamu? Memangnya kamu siapa pacar juga bukan. Sadar dong ,Van."


Devan :" Iya memang aku bukan pacarmu tapi .... aku lagi Pendekatan sama kamu. Pasti kejadian kemarin membuat kamu cemburu padaku. Apalagi aku tahu kalau kamu memiliki perasaan padaku dari dulu. Betulkan?"


Tina :" Ihhh kamu kepedean , aku dekati kamu itu karena permintaan Wulan . Aku tak memiliki perasaan apapun padamu."


Namun saat dia berbicara seperti itu, matanya membuang kearah yang berbeda. Devan memperhatikan wajah Tina dan gelagatnya. Seakan-akan Devan tahu kalau wanita ini sedang membohongi perasaannya.


Devan :" Baiklah... berarti aku salah memahami perasaanmu."


Tina :" Iya kamu salah."


Devan :" Tapi aku mau kamu bilang kalau kamu gak cinta aku sambil menatap mataku katakan hal itu dengan cara itu."

__ADS_1


Devan kemudian mengambil wajah Tina dengan kedua tangannya. Dia menatap wajah Tina yang baru disadarinya begitu ayu rupawan.


Tina tak bisa berkutik dengan perlakuan Devan membuatnya merasa salah tingkah. Namun Devan tetap bertanya.


Devan :" Ayo katakan ,Tin. Katakan kau tak mencintai diriku."


Tina gelagapan ingin memalingkan wajahnya kesamping. Namun tak bisa karena Devan menggenggam wajahnya. Tinapun melirik sedikit melihat berbatuan disana lalu mengucapkan hal itu tanpa melirik wajah Devan .


Tina :" Aku tak cinta padamu."


Namun pengakuannya itu terdengar lirih sehingga tetap saja kebohongannya dilihat oleh Devan .


Devan :" Kamu bohonggg. Kamu membohongi perasaanmu ,Tina!"


Tina :" Aku tak bohong..... aku memang tak cinta padamu."


Devan :" Kalau begitu tataplah aku jika itu benar. Tapi kamu gak berani lihat aku kenapa? kenapa? ayo jawab!" diapun terkekeh


Haha haha


Devan :" Kenapa gak bisa jawab?"


Tina menangis karena Devan memonokannya ditambah lagi dia tak bisa lagi berbohong. Belum lagi kekesalannya pada Devan membuatnya lebih ingin menangis dari tadi.


Tina :" Iya.... aku emang cinta sama kamu ... puas kamu?"


Tinapun berlari kencang dan pulang dengan memakai ojek yang ada didepannya.Dia tak menghiraukan lagi Devan.


Devan yang gak sadar karena bahagia dengan pernyataannya Tina, lalu sontak ingin mengejar Tina namun terlambat. Tina sudah duluan naik ojeknya.


Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2