
Ruksah ingin sekali mengatakan pada Devan kalau dia risih oleh tingkah Devan padanya. Namun dia bingung mengungkapkannya. Namun pijatan yang dilakukan oleh Devan begitu lembut dan nyaman, membuat dirinya merasa nyaman dan kakinya jadi rileks tak keram lagi.
Devan :" Gimana masih sakitkah?"
Ruksah :" Sudah , sudah nggak keram lagi kok, makasih ya".
Devan hanya tersenyum dan memberikan sedikit anggukan.Devan kemudian bertanya soalnya tadi Ruksah berkata perutnya lapar.
Devan :" Kamu lapar gak? mau makan apa?"
Ruksah :" Apa aja yang penting mengenyangkan."
Devan :" Kalau makan bakso suka gak?"
Ruksah :" Suka banget."
Devan :" Ya sudah ayo kita ke kedai bakso depan kolam ini gimana? kayaknya enak baksonya".
Ruksah :" Ayo..."
Saat dia berdiri, ternyata kakinya terasa sakit sehingga dia hampir jatuh. Namun untung saja Devan dengan sigap menangkap tubuhnya. Sehingga Devan memeluk pinggang Ruksah dan merwkapun saling pandang tak bersuara.
Angga datang dengan Smile. Mereka berdehem agar lamunan mereka berdua terganggu.
Angga :" eheeemmm".
__ADS_1
Smile :" uhukkkk uhukkkk,uhukkk."
Devan dan Ruksah tersadar dari tatapan mereka berdua sehingga mereka saling melepaskan pelukan mereka karena malu.
Saat melihat adegan itu Angga sebenarnya hatinya sangat panas sekali. Dia tak menyangka justru Devanlah yang membuat Ruksah bisa move on. Padahal dulu berbagai cara telah dia lakukan untuk membuat Ruksah jatuh hati padanya.
Devan : " Ayo Sah, kita makan bakso jadikan?"
Ruksah :" Ya jadilah kan aku sudah lapar".
Angga :" Gue pikir lu mau makan steak ,Sah? Kalau mau makan steak gue beliin yah."
Ruksah merasa aneh dengan sikap Angga dari tadi. Ruksah sudah tahu kalau Angga sudah jadian sama Wulan tapi gelagatnya masih aja ngarep sama dirinya.
Ruksah :" Maaf, Angga gue mau makan bakso aja. Lidah gue gak suka steak. Lagi pula kalau makan steak gak ada nasinya jadi gak kenyang."
Ruksah :" Iyalah gue lebih suka hal sederhana dan gak rumit."
Angga :" Tahu gitu dulu gue tunjukkin hal sederhana aja ya, biar loo tertarik sama gue."
Ruksah :" Inget ya Lo sudah ada Wulan, jadi jangan ngarep gue lagi. Lo kan sudah jadi pacar Wulan ."
Angga merasa kaget dengan penuturan Ruksah . Dia pikir Ruksah gak tahu kalau dirinya sudah jadian dengan Wulan .
Angga :" Iya deh, non. Gue sudah nyerah kok sama cinta lohhh".
__ADS_1
Ruksah : Hahaha (Tertawa).
Sampailah mereka di kedai bakso depan kolam renang itu. Mereka berempat makan bakso. Ruksah menagih janji Devan yang akan mentraktirnya makan kali ini.
Ruksah :" Van, bakso gue Lo yang bayarkan?"
Devan :" kenapa emangnya?"
Ruksah :" Lo kan sudah janji tadi mau traktir gue?"
Devan :" Iya, gue traktir tenang aja. Pesan aja lagi kalau kurang".
Ruksah :" nggak kok cukup, kenyang juga aku. Makasih ya sudah traktir".
Kemudian Devan mengantarkan Ruksah kembali kesekolah. Dijalan Devan tiba-tiba berhenti ditempat yang pemandangannya sangat indah. Ruksah kaget karena motor Devan berhenti ditengah jalan.
Ruksah :" Kenapa motornya mogok ya Van?"
Devan :" Nggak , ada yang mau gue omongin sama kamu."
Ruksah :" Mau ngomongin apaan?"
Devan :" Ruksah aku cinta sama kamu. Maukah kamu jadi kekasihku?"
Ruksah bingung harus menjawab apa pada Devan, soalnya dirinya masih ragu akan perasaanya pada Devan. Akhirnya Ruksah memikirkan jawaban yang tepat untuk Devan .
__ADS_1
Ruksah :" Van, aku sudah mulai menyukai dirimu namun untuk jadi kekasihmu aku belum siap, aku belum tahu perasaanku seperti apa padamu. Apakah ini cinta ataukah hanya suka saja. maukah kau menungguku lagi dan lebih bersabar?"
Devan merasa sedikit kecewa denga jawaban Ruksah . Namun ada pernyataan Ruksah juga yang memberinya harapan.