Bukan Cinta Pertama Ruksah

Bukan Cinta Pertama Ruksah
Devan Mendekat


__ADS_3

Ruksah terlihat tidak lagi memperhatikan ketiga sahabat lelakinya itu lagi. Apalagi Devan tak pernah disapanya. Hal itu membuat Devan jadi membencinya.


Devan :" Lihat tuh Angga ,Ruksah tak lagi melirik kita. Mentang-mentang dia sudah pacaran dengan cinta pertamanya."


Angga :" Iya ,Van. Makanya Lo harus lekas move on dari dia."


Devan :" Iya .... gue mau cari cewek lain ahhh ngapain gue mikirin dia terus."


Angga :" Apa Lo gak tahu kalau ada cewek yang suka sama lohhh?"


Devan :" Owh ya, Siapa sih?"


Angga :" Hayu ke perpustakaan disana sudah ada cewek gue sama sahabatnya yang suka sama loh."


Devan :" Sahabat Wulan kan hanya Tina ."


Angga :" Tepat sekali dia menyukai lohhh dan suka memperhatikan Lo dari jauh."


Devan :" Lumayan orangnya manis dan cantik, ya deh gue mau coba mendekatinya."


Angga :" Gue pikir Lo ogah gue comblangin. Soalnya Lo mikirin Ruksah terus."


Devan :" Iya tadinya gitu sulit melupakannya. Tapi lihat dia begitu cueknya sama gue. Kurasa dia gak ada hati ke gue."


Devan dan Anggapun akhirnya pergi ke perpustakaan dijalan mereka ngobrolin Ruksah yang mencintai kekasihnya. Namun Devan penasaran sekali ingin melihat wajah kekasihnya Ruksah .

__ADS_1


Devan :" Heyyy gue mau tau seperti apa sih wajah pacar Ruksah ?"


Angga :" Gue juga belum tahu."


Devan :" Mungkin cakep makanya dia gak Nerima gue waktu itu."


Tak lama kemudian sampailah mereka di depan perpustakaan. Disana ada kursi sofa, meja yang berjejer dan juga 10 set bangku.


Itu diperuntukan untuk murid yang gemar membaca diperpustakaan.


Angga yang melihat kekasihnya di perpustakaan sedang membaca dengan Tina sahabatnya langsung mendekatinya bersama Devan .


Angga :" Siang yang."


Devan :" Hay Wulan hai Tina."


Sebenarnya inilah idenya Wulan mendekatkan Tina dan Devan diperpustakaan soalnya hanya tempat itu yang aman dan sepi para penonton.


Angga: " Van, Lo ngobrol aja sama Tina . Gue mau pacaran sama Wulan dulu."


Devan :" Iya Okeyyy."


Tina terlihat canggung saat Devan mendekatinya. Tina memang perempuan yang baik. Walaupun dia teman dekat Wulan namun sikap Wulan dan Tina jauh 180 derajat.


Jika Tina gadis yang santun, pandai dan gak centil, lain halnnya Wulan centil, dan suka merayu cowok yang dia sukai.

__ADS_1


Karena sikap Tina yang pemalu makanya Wulan merencanakan hal ini. Agar Tina dan Devan lebih dekat lagi.


Devan yang melihat kecanggungan pada Tina kemudian menyapa duluan.


Devan :" Sudah lama disini?"


Tina :" Lumayan.... ada 15 menitan."


Devan :" Ngomong-ngomong kamu suka baca buku apa?"


Tina :" Aku suka buku novel kak."


Devan :" Jangan panggil aku Kakak Devan , panggil aja aku Devan biar gak canggung."


Tina :" Ihhh tapi itu gak sopan kak."


Devan menyentuh tangan Tina membuat dada Tina bergemuruh sangat cepat. Dah Dig duh itulah suara jantungnya kini.


Devan :" Gak usah canggung Devan aja ya.... biar kita lebih dekat dan akrab."


Tina akhirnya mengangguk dan wajahnya terlihat memerah. Hal itu membuat Devan menjadi gemas ingin menciumnya. Namun Devan bisa mengontrol perasaannya. Karena dia ingat kalau mereka belum jadian.


Lama mereka mengobrol Devan juga sudah merasa nyaman dekat dengan Tina . Sampai mereka lupa waktu terus-terusan mengobrol.


Devan bahkan dengan Angga izin tak masuk pelajaran Pak Tomo . Entah mengapa dia tak ingin jauh dari Tina . Dia baru sadar bahwa bukan hanya Ruksah yang cantik. Namun mahluk tuhan dihadapannya ini juga tak kalah cantiknya.

__ADS_1


Disudut ruangan ada Angga dan Wulan yang sedang berpadu asmara. Entah apa yang mereka lakukan disana.


__ADS_2