
Maaf ya pembaca setiaku karena sudah tiga hari ini saya belum menulis lagi, harap maklum harus bagi waktu sama lagi galau nihhh guys....semoga kalian tidak kecewa karena telat mendapatkan ceritaku. ok kita lanjutkan yaππππ
Metamorfosisnya Ruksahhhh
Lihatlah hai pujaan hatiku
Lihatlah diriku sekarang
Tetap menatapmu walau jauh
Tetap menunggumu walau ragu
Owhhh bayangan hatiku
Ingin sekali aku memelukmu
Mengungakpak rasa debaran hatiku
Agar kau tahu ku mencintaimu....
Ku lihat bayangan mu di hatiku
Berharap bayanganmu menjadi nyata
Mengapa kau tak datang padaku
Ataupun menanyakan kabarku
Lihatlah Ruksahmu ini pujaan
Yang tadinya hanya ulat
Kini telah berubah menjadi cantik
Seperti kupu -kupu yang terbang
Kupu -kupu ini indah
Namun masih bebas
Narena tak ada yang memilihnya
Untuk jadi kekasihnya
Itulah puisi yang ditulisnya dihari itu karena Rasa rindunya yang terpendam pada Reza.
Namun sudah hampir satu tahun dirinya Sekolah disana tapi Reza tak pernah Menemuinya walaupun satu hari pun . Jangankan bertemu bahkan untuk Menanyakan kabar saja tidak.
Ruksah berharap sekali Reza bertanya tentang dirinya walaupun hanya menanyakan kabarnya. Ruksah sering bertemu dengan Kiki teman sekampungnya Reza yang sekarang sesekolah dengannya.
Ruksah ingin sekali bertanya pada Kiki soal Reza namun dirinya terlalu malu dan gengsi.
Sehingga dia hanya fokus belajar dan juga fokus pada kegiatan ekstrakurikuler nya itu.
Pada siang itu Ruksah baru ngeh dan sadar kalau ada seorang pria tinggi berkulit hitam selalu saja mengikutinya sudah kurang lebih 9 bulanan ini. Terus saking takutnya Ruksah selalu berlari jika dirinya dan kakak kelasnya itu bertemu. Karena dimana ada Ruksah pasti ada kakak itu. Ruksah jadi merasa takut padanya sebab seperti mengikutinya terus. Sampai pada suatu hari, Egi datang menghampirinya di kantin sekolah karena memang Egi ingin berkenalan dengan Ruksah. Saat Egi menyapanya dan mendekatinya dikantin Ruksah seperti akan pergi menghindarinya namun Egi segera mendekatinya dan mengajak berkenalan.
" Hai kenalin ,aku Egi aboyy. " kamu boleh panggil aku Egi" ujarnya saat memperkenalkan diri".
Lalu Ruksah yang karena siswi MAN otomatis gak boleh sentuhan sama pria. namun sebenarnya bukan karena itu. Dia takut pada pria ini karena selalu mengikutinya. Sebenarnya bukan maksudnya mengikuti Ruksah, sebenarnya itu karena jalan kerumah Ruksah dan kerumahnya searah. Sehingga mereka sering bertemu. Egi yang memang sering melihat Ruksah jika dia sedang PASKIBRA diam - diam malah jadi menyukainya. Saat perkenalan itu tangan Ruksah tidak menjabat tangannya, melainkan melipat tangannya didadanya sambil berucap:
Ruksah :" Haiii salam kenal juga kakak, saya Ruksah. Sahutnya kemudian dia melanjutkan perkataannya.
Kalau gak salah kita pernah bertemu ya? tanyanya pada Egi.
Egi : "Iya, aku yang suka berjalan dibalakangmu".
Ruksah : owhhh( dia baru ingat dengan cowok ini ) cowok yang suka mengikutinya. Sebenarnya dia sudah tahu, hanya saja ingin memastikan mengapa kakak kelasnya itu suka menguntitnya".
Dari perkenalan itu Ruksah tahu sekarang rumah Egi melewati rumahnya.
Setelah perkenalan itu, Egi sering berjalan beriringan dengannya, dia tak lagi berjalan dibelakang Ruksah. Sambil sesekali mereka mengobrol santai. Tapi ya itulah Ruksah, cewek tomboi cuek dan cantik. Dia hanya membahas tentang pelajarannya dan gurunya saja pada pria itu.
Bagi Egi itu mengagumkan sekali. Egi tahu kalau Ruksah adalah perempuan cerdas disekolahnya. Ruksah memang di semester pertama mendapatkan bea siswa karena dia juara kelas.
__ADS_1
Egi menyukainya karena selain dia cantik dia juga cerdas. hatinya tambah ingin mengenal Ruksah lebih jauh lagi.
Disetiap pulang sekolah Egi pasti selalu menunggunya . Egi juga pernah mengajaknya jalan- jalan atau car freeday di dekat rumahnya. Namun Ruksah selalu saja menolaknya.
Nah ya teman teman pembacaku karakter nya nambah lagi dan bakal menambah asik dan panjangnya cerita ini. nanti Egi ini bakalan datang lagi di cerita Ruksah lainnya kamu pasti akan tercengang.
Egi adalah salah satu laki-laki yang pertama kali menembaknya untuk jadi kekasihnya. di hari itu.....
Dimana pertama kalinya Egi kenalan sama Ruksah ,,,,
Egi : " Hallo Ruksah, lagi apa?"
Ruksah : " Biasa jajan aja, kak".
Egi :" ehhh ,iya ya. emmm boleh gak kenalan".
Ruksah : " kan kakak dah tahu nama Ruksah ngapain lagi kenalan".
Lalu Egi datang mendekatinya....
Egi : Iya saya sudah tahu namamu, soalnya saya tahu dari teman saya Ateng yang se gang sama rumah kamu. Tapikan kamu belum kenal saya.
Ruksah hanya diam saja sambil berpikir apakah dia berkenalan jangan ya dengannya.
itulah sifat Ruksah yang selalu ketus terhadap pria-pria . Baginya dia tak ingin siapapun masuk dihatinya apalagi hatinya sekarang terpaut pada Reza temannya itu
namun dia pun akhirnya berpikir sejenak untuk silaturahmi kan tak ada salahnya.
Ruksah :" Kenalin kak nama saya Ruksah.
Egi : Nama saya Egi saya kelas IPS 2, nanti pulang bareng yukkk saya gak enak kalau kita suka pulang bareng tapi saya kaya ngikutin kamu dibelakang kalau pulang.
Ruksah : Iya kak, saya pikir kakak penguntit dan pengikut saya atau ngefans sama saya soalnya saya suka takut sama kakak yang selalu ada dibelakang saya".
Egi : " hehe iya, kebetulan rumah kita satu arah. saya ingin kenalan sama kamu kemarin-kemarin tapi....
Ruksah : " tapi kenapa kak?"
Egi : "mmm....tapi saya malu'.
Owhhh itulah yang terdengar jawaban Ruksah padanya, Ruksah memang sekarang lebih dewasa , dia tak lagi seperti dulu yang enggan kenal dengan orang lain apalagi pria. Semenjak dia ikutan PASKIBRA lumayan dia bisa beradaptasi dan tidak canggung lagi dengan pria. Itulah sebabnya dia banyak berubah dan banyak disukai laki-laki disekolahnya.
Setiap pulang sekolah Egilah yang selalu pulang bersamanya jika dia tak mengikuti ekstrakurikuler PASKIBRA. Mereka sering mengobrol dan bercanda. Walaupun mereka sering pulang bareng dan bercanda, namun Ruksah sepertinya tak pernah melihat wajah Egi dengan jelas. Soalnya ya itu semua karena cinta pertamanya. Sebaliknya Egi selalu memperhatikan dirinya, soalnya Egi suka padanya sejak dirinya masuk sekolah itu. Setiap kali mereka berjalan bersama tenyata ada Doni juga teman sekelas Egi yang sama menyukai Ruksah. Hanya saja Doni orangnya agak menyebalkan. Doni pemberani namun karena ada Egilah dia tak berani pada Ruksah.
Suatu hari Egi semakin nyaman pada Ruksah dan jatuh cinta padanya. lalu pada bulan Februari dihari Valentine Egi membeli sekuntum bunga πΉ mawar merah untuknya. Dia merasa pede kalau Ruksah akan menerimanya kerena kedekatannya selama ini.Egi memutuskan akan nembak Ruksah di lapangan basket dekat kelasnya.
Pagi itu di saat istirahat Egi meminta Yune untuk memberikan pesan nya pada Ruksah untuk pergi kelapangan basket.
dilapangan basket telah ada Egi berdiri ditengah lapangan yang dikelilingi pagar besi karena disampingnya ada kelas-kelas dan siswa disana suka nongkrong di koridor sekolah sambil duduk dan menyaksikan yang bermain basket. Egi merupakan cowok keren walaupun kulitnya hitam namun banyak cewek yang menyukainya termasuk Yune tadi.
Yune : " Ruksah kak Egi manggil kamu ke lapangan basket".
Ruksah : " Owhhh ada apa ya".
Yune : " mmmm gak tahu aku. coba aja kesana".
Ruksah : " Ihhh malu aku ne, kalau kesana sendiri. Anter yuk,neu?"
Yune : "Okeyyy ,okeyyy".
Saat dipinggir lapangan basket Egi memanggilnya dan menghampiri dirinya, karena Ruksah malu ketengah lapangan apalagi berdua saja dengan Egi serasa risih.
Ruksah :" ihhhh gak mau ahhh kak gak mau..."
Ruksah membalik badannya hendak kembali kekelasnya.
Egi : " Ayooo kesini sebentar saja
ucapannya saat itu begitu halus ditelinga Ruksah membuat Ruksah merasa aneh padanya".
Ruksah : " Kakak mau apa sebenarnya.Kalau mau ngobrol kan bisa nanti pas pulang atau dikelas saja".
Egi : " please , kumohon ikutlah kali ini saja
__ADS_1
Ruksah merinding mendengar ucapan Egi , dia merasa ada yang aneh ... tapi karena kasihan dia ikutin Egi akhirnya".
Ruksah : " baiklah kak, tapi sejujurnya Ruksah gak suka jadi pusper alias pusat perhatian teman-teman. Kalau bisa ngobrolnya disini aja".
Egi : " kalau disini nanti gak seru dong, aku mau kasih kejutannn".
Ungkapan Egi padanya sambil mengedipkan mata.
Ruksah : " Baiklah kalau kakak memaksa. Boleh gak sama Yune ketengahnya?"
Egi : " Okey sama Yune, Yune temanin Ruksah yahhh".
Saat dia ketengah lapangan, semua siswa dan guru memperhatikan dirinya, bahkan ada yang juga merasa iri, soalnya tadi ada yang lihat Egi bawa bunga mawar merah.
Lalu Egi mengungkapkan perasaannya pada Ruksah didepan siswa yang lainnya.
Egi : "Ruksah, kamu adalah cewek yang tercantik yang pernah aku lihat disekolah ini".
Pada saat Egi mengucapkan itu semua siswa langsung bersorak Sorai....huuiiuu wit wiiii witttπ
Ruksah malahan malu dan mukanya merah merona...lalu Egi menggenggam tangannya.
Egi : " Ruksah, setiap hari aku mengikuti jalanmu saat pulang. Bahkan aku memperhatikanmu dari kejauhan. Aku juga selalu memimpikan dirimu. Ruksah .... aku cinta padamu..... maukah kau jadi kekasihku?"
Pertanyaan Egi sangat menohok hati Ruksah sesungguhnya dia suka dengan acara Egi apalagi pakai bunga mawar merupakan impian setiap wanita, namun seandainya yang mengucapkan itu adalah Reza bukan Egi sudah tentu dia akan menerimanya .
Sorak - Sorai guru dan siswa itupun terdengar kembali. Mereka berteriak agar Ruksah menerima Egi....
TERIMA.....TERIMAAAAA.TERIMAAA..... AYO RUKSAHHHH.
Ruksah bingung dan galau saat itu, dia harus apa, dia tak mungkin menjawab iya karena hatinya tak merasakan cinta pada Egi sama sekali. Dia juga bingung menjelaskan pada Egi kalau dia mencintai Reza, dia berpikir sejenak bagaimana agar menolak Egi secara halus dan tak menyakiti dirinya.
Ruksah : " Kakak, terimakasih sudah repot- repot menyiapkan kejutan ini untuk sah. Ta....pi maaf kakak Ruksah saat ini belum mau punya pacar".
Egi merasa kecewa dengan jawaban Ruksah , dia merasa malu pada teman-teman nya sekaligus yang berada disana. Dia yakin jawaban Ruksah pasti tidak.
Ruksah melanjutkan kata-katanya...
Ruksah : " Maaf kakak , Ruksah juga tak memiliki perasaan apapun pada kakak. Ruksah hanya mau pacaran kalau usia Ruksah sudah 17 tahun. Semoga kakak mau terima keputusan Ruksah ini. Sekali lagi maaf Ruksah tak bisa menerima perasaan kakak".
Egi sungguh kecewa sekaligus penonton juga pada kecewa. Apalagi pak Nurdin dan Bu Enung yang tadinya berharap kalau Ruksah akan menerima Egi ehhh ternyata tidak.
Sedangkan yune yang tadi dari tadi menemani Ruksah ketengah lapangan dia hatinya bersorak. Merasa punya kesempatan untuk mendapatkan hati Egi.
Egi pada saat itu juga hanya diam membisu. Ingin menangis tapi dia laki-laki karena dia tak mungkin cengeng. Namun harapannya pupus sehingga... bunga yang dia pegang dijatuhkannya".
Egi : " Baiklah Ruksah, aku terima keputusanmu aku akan menunggumu sampai usiamu 17 tahun".
Ruksah kemudian kembali kekelasnya , hari itu adalah pelajaran fisika pelajaran kesukaanya yaitu bu enung . Dikelas Bu Enung menanyakan mengapa Ruksah kok gak balas cinta Egi, padahal kan selalu bersama.
Bu Enung yang kepo pun bertanya pada Ruksah.
Bu Enung : " Ruksah , tadi ibu lihat kamu dilapanga ditembak oleh Egi. Kok kamu tolak sih? kalau jadi ibu pasti ibu terima soalnya Egi ganteng , terus lumayan pintar , pujaan para perempuan".
Ruksah : " ihhh Bu guru kepo dehhh".
Bu Enung : " Bukan gitu, ibu suka lihat kamu selalu dengannya kalau pulang ibu pikir kalian jadian".
Ruksah : " Emang kalau suka pulang bareng pacaran ya bu? kan gak selalu Bu?"
Bu Enung : "iya juga sihhh? berarti kamu suka sama orang lain ya....?"
Ruksah hanya diam saja dengan pertanyaan Bu Enung padanya diluar kelas saat Ruksah memanggil guru itu untuk mengajar. Memang Bu Enung dekat dengan Ruksah soalnya Ruksah anak yang cerdas makanya dia menyukai Ruksah.
Ruksah menjelaskan pada gurunya itu perasaannya.
Ruksah : " Sebenarnya memang ada cowok yang Ruksah suka Bu, tapi bukan disekolah ini. Dia teman SMP Ruksah namun cinta itu masih ada untuknya dihati Ruksah. Soalnya tak pernah terungkap. Ruksah sudah mencoba menyukai bahkan bergaul dengan pria lainnya untuk melupakannya namun sampai saat ini rasa itu tetap ada bu.
Bu Enung : " Owh gitu pantesan Egi yang keren kamu tolak itu masalahnya. Heeem saran ibu mending kamu move on belum tentu teman cowok kamu itu suka padamu dan belum tentu jumpa lagi".
Ruksah : " Iya Bu ini juga sedang belajar menata hati.... mudah-mudahan nanti bisa kalau sudah 17 tahun π".
Bu Enung : " iya dehhhh".
__ADS_1
Merekapun masuk kekelas , Ruksah menaruh buku gurunya itu di atas meja guru. Lalu dia memikirkan perasaan Egi. Dia juga merasa kasihan pada Egi yang sudah dia tolak namun apa daya hatinya tak suka. Ruksah memang orang yang kritis jika tidak ya tidak. Jika ya maka iya.