
Ruksah kembali ke sekolahnya sekarang. Dia memilih bangku dan duduk bersama Mila dibaris depan nomor dua. Dia tak mau lagi gabung dengan genknya itu. Dia juga ingin fokus dalam pelajarannya.
Pada saat dia sedang duduk dan mengobrol dengan Mila, tiba-tiba datanglah Sintya and the Genk.
Sintya bertanya, " Kok Ruksah, kamu malah duduk disini sihhhh. Kok gak duduk dibaris kita? kita kan segenk harus duduk sebaris donk " Ucapnya.
Ruksah tak menjawabnya dia hanya diam saja karena dia bingung alasan apa yang tepat agar dia menjauh dari Sintya dan genknya.
Baris kedua merupakan barisan genknya, tidak ada yang berani duduk di barisan itu karena itu milik Sintya and the Genk.
Sintya : " Kamu gak mau lagi gabung Genk kita ya Ruksah ? makanya kamu pindah kursi?"
Ruksah menjawab:" Iya Sintya ,maafkan saya mau fokus lagi belajar kaya dulu. Saya gak mau nilai saya ada yang terbakar lagi. Saya takut orang tua saya akan memarahi saya lagi. Sepertinya saya gak akan gabung lagi Genk kalian, maaf ya."
Sintya menggerutu , "Ya elahhhh cuman gara-gara nilai aja lohhhh langsung jauhin kita. Kan bisa sambil ngegenk sambil belajar. Ya gak guys?"
Ruksah : " Iya tapi kalau masih ikut Genk kamu malahan banyak bolosnya dari pada masuk kelasnya".
Sintya pun jadi diammmm atas jawaban Ruksah. Dipikir- pikir olehnya ternyata ucapan Ruksah benar.
Sintya : "Okelahhhh kalau begitu." Kalau kamu butuh kami, kami siap membantumu!" Ujarnya.
__ADS_1
Ruksah : " Baiklah , makasih atas pengertian kamu ya."
Sebenarnya Sintya kesal kalau Ruksah gak gabung lagi genknya soalnya pasti Ruksah kembali jadi anak pandai lagi. Lalu nanti ibunya akan membandingkan dia dengan Ruksah lagi. Tapi dia tak bisa lagi memaksa Ruksah karena jawaban Ruksah tadi menohoknya. Sintya berlalu dan pergi kekantin disana dia bertemu dengan Rey pacar Ruksah . Sintya meminta Rey agar membujuk Ruksah agar tidak keluar genknya. Namun Sintya juga terkejut sekali saat tahu kalau Rey juga diputusin oleh Ruksah. Sintya jadi berkecil hati untuk mengajak lagi Ruksah masuk genknya soalnya dia yakin setelah tahu dari Rey bahwa Ruksah sungguh-sungguh ingin memperbaiki nilainya.
Disisi lain Ruksah belum tahu kalau teman sebangkunya Mila adalah mantan kekasih Reza. Namun ternyata Reza selalu kebangkunya Mila. Hal itu malah membuatnya selalu saja gagal fokus dan deg-degan.
Suara Sintya membaurkan perasaannya saat dia datang untuk memanggil Ruksah.
Sintya : "Hayyy , ada Rey dikantin Bu icahhh tuh, dia menunggumu."
Dengan langkah gontai Ruksah kekantin menghampiri Rey kekasihnya itu. Dia berjalan sangat lemas dan tak bersemangat. Dia kebingungan apa yang akan dijelaskan olehnya pada Rey.
Saat tiba dikantin mereka hanya diam-diaman saja dan tak ada yang mau memulai. Karena Susana menjadi canggung, akhirnya Rey yang mulai bertanya duluan.
Ruksah : " Iya Rey, aku ingin putus darimu. Sebab aku ingin fokus belajar seperti dulu. Nilaiku tambah buruk gara-gara kemarin aku malah menyia-nyiakan waktuku untuk bolos bersama genkku. Sehingga aku harus memperbaikinya. Jika kita masih bertemu itu akan menggangguku! " Jujurnya.
Rey :" Tapi menurutku jika kita masih pacaran, aku bisa menyemangatimu sehingga kau lebih semangat lagi belajar."
Ruksah pun terpaksa harus jujur akan perasaannya pada Rey selama ini,
Ruksah : "Rey sebenarnya aku selama ini tak pernah mencintaimu. Jika aku terus bersamamu aku akan merasa terus bersalah. Sedangkan perasaanku tak bisa dipaksakan. aku sudah mencoba untuk mencintaimu namun tak bisa. Sebenarnya aku menerimamu dulu karena syarat untuk mengikuti Genk Sintya harus memiliki pacar. Sedangkan aku tak pernah pacaran. Sehingga aku menerimamu walaupun terpaksa."
__ADS_1
Deg.....
Rey: "Ruksahhhh, aku akan menunggumu sampai kamu bisa mencintaiku, namun kumohon jangan putuskan aku."
Ruksah : " maaf Reyyyy sepertinya kamu tak mengerti juga. Aku tetap mau putus."
Rey. : "Mengapa? aku tak mau!"
Ruksah : " Baiklah , sebenarnya aku mencintai pria lain sebelum kau datang padaku dan sampai saat ini aku masih mencintainya walaupun dia tak tahu perasaanku. Rey mengertilah cinta tak bisa dipaksakan Reyyyy. Sungguh aku terganggu akan kehadiranmu selama ini."
Rey pun tak bisa lagi berkutikkkk. Iya tahu sekarang mengapa dia merasa selalu menjadi pacar tak dianggap oleh kekasihnya itu. Dia juga merasa selalu tak ada dihadapannya. Rey mengerti sekarang mengapa Ruksah tak pernah mau disentuhnya.
Rey tetap memohon walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan.
Rey : " Ruksah , apakah kamu tak pernah lihat pengorbananku selama ini untukmu? bahkan walau telah banyak berkorban tidakkah hatimu terbuka untukku? tak bisakah kau mencoba lagi untuk jatuh cinta padaku? dan tak mengingat pria bodoh yang tak tahu perasaanmu itu?"
Ruksah : " Maafkan aku Rey tak bisa ....aku telah mencobanya 6 bulan ini, tapi kau tak pernah ada di hatiku. Maafkan aku Rey... maaf . Terimakasih untuk pengorbanan mu selama ini, maaf ya Rey."
Diapun berlari kedalam kelasnya.Rey hanya bisa menangis dalam diam, dia sudah tak bisa lagi membujuk Ruksah. Dia tahu sekalipun dia ingin bertahan namun jika salah satu benang cinta tak menyatu maka tak akan pernah bersama dan bertemu. Rey kembali ke sekolahnya dan mungkin tak akan pernah lagi dia datang kesekolah Ruksah . Dia tak mau kehadirannya justru akan membuat Ruksah tergaanggu.
Sebelum kesekolahnya dia mampir ke danau yang membuatnya akan berpikiran dengan tenang. Dia berteriak sepuasnya agar semua kesedihannya hilang.
__ADS_1
Rey :" Ruksahhhhhhh......hahhhh Ruksahhhh...... Ruksah."
Lalu airmatanya tumpah semua, rasa kesal dan amarah seluruhnya ada dibenaknya. Setelah pikirannya tenang dan rasa kecewanya sudah mulai hilang saat itu dia pergi kembali ke sekolahnya.