
Ruksah sekarang sedang menunggu gilirannya untuk praktek komputer. Namun pikirannya juga tidak tenang karena masalahnya tertunda akibat praktek komputer ini. Dia ingin mengungkapkan semuanya pada Devan agar bebannya berkurang itulah yang saat ini ada dipikirannya.
Sambil menunggu gilirannya masuk dia mengobrol dengan teman sebangkunya. Mereka mengobrol tentang praktek yang akan mereka laksanakan.
Setelah 60 menit terbukalah pintu ruangan itu kemudian nama Ruksah disebut dalam kelompok kedua itu. Sementara Devan kemudian keluar. Sebelum keluar Devan memberikan isyarat kalau dirinya menunggunya dikantin. Hanya dengan mengarahkan jari telunjuknya Ruksah memahami perkataan Devan . Dia hanya menganggukkan kepalanya saja.
Diluar Devan menunggu Ruksah dengan hati yang deg-degan. Tingkah laku Devan sangat terlihat sehingga membuat Angga sahabatnya itu penasaran. Kemudian dia bertanya pada Devan.
Angga :" Van, emang Ruksah mau ngomongin hal penting apa?"
Devan :" Loh ingat gak gue nembak dia kemarin-kemarin. Gue pikir pasti dia mau jawab hal itu."
Angga :" Terus menurut loh apa jawabannya."
Devan :" Gue yakin dari rawit wajahnya dia akan jawab " Yes."
Angga :" Yeyyyy loh GR, gimana kalau tebakan loh salah?"
__ADS_1
Devan :" Kenapa Lo ngomong kaya gitu? Cembukur ya lohhh?"
Angga :" Gue hanya nyiapin mental lohhh supaya nggak drop kalau dia nolak cinta loh."
Devan :" Tapi feeling gue dia terima gue,bro. Jangan sirik ya ntar."
Angga kemudian diam dan tidak lagi menggoda Devan . Dalam hatinya Devan memang benar dirinya akan iri jika Devan beneran jadian sama Ruksah . Selama ini dirinyalah yang mengejar-ngejar Ruksah namun hatinya tak pernah dibalas oleh Ruksah . Sekarang dia juga takut sahabatnya itu merasakan hal yang sama dengannya.
Angga memang memiliki sifat egois dari dulu. Namun dia juga memiliki hati yang penyayang. Itulah walaupun dirinya egois takut Ruksah jadian dengan Devan sahabatnya namun disisi lain dirinya tak mau sahabatnya itu sedih jika ditolak. Maka dari itu dia memperingatkan Devan tadi . Namun Devan sedang bucin sama Ruksah sungguh sulit dirinya untuk memberitahukan Devan untuk waspada.
Smile :" Van, looo kayaknya sudah bucin ya sama Ruksah?"
Devan mengerutkan dahinya tidak paham maksud smile padanya.
Smile :" Begini,Van. Lo kan sahabat kita, Gue tahu Lo lagi bucin abis sama Ruksah tapi harusnya Lo juga dengerin ucapan Angga agar Lo gak patah hati kaya Angga ."
Devan :" Iya, oke gue bakalan siapin mental gue hari ini . Gue sihhh tadi hanya takut kalau Angga berkata begitu karena dia sirik namun gue pikir-pikir perkataan Angga dan lohhh ada benarnya."
__ADS_1
Smile :" Ya iyalah, soalnya gue juga pernah ditolak sama Ruksah ."
Devan : " Ooohhh pantesan lo kompak sama Angga ."
Angga :" Iya makanya gue peringatin lohhh agar wajah loh itu gak sedih banget kaya gue dulu."
Devan :" Makasih ,bro. Gue hargain nasehatlohhh."
Angga :" Gue sejujurnya gak rela aja kalau Lo jadian sama Ruksah tapi gue juga gak mau sahabat gue patah hati."
Devan :" Bukannya lohhh sudah jadian dengan Wulan kok Lo masih menyukai Ruksah gue?"
Angga :" Entahlah gue juga bingung Ruksah soalnya selalu ada dikepala gue."
Devan :" Kalau Lo masih cinta Ruksah kok loh jadian sama Wulan?"
bersambung dulu ya
__ADS_1