Bumi Tanpa Senja

Bumi Tanpa Senja
PENGUMUMAN GIVEAWAY & SURAT CINTA PENULIS UNTUK PEMBACA


__ADS_3

Dear pembaca setia Bumi Tanpa Senja,


Untuk kalian yang sudah membaca novel kedua ku ini hingga selesai, aku ingin mengucapkan jutaan terimakasih kepada kalian semua. Tidak bisa aku sebutkan satu per satu karena begitu banyak sekali para pembaca yang baik hati disini yang selalu menyemangatiku.


Untuk setiap like, gift, vote dan komentar yang kalian berikan pada novel ini sangat berharga sekali untuk penulis pemula sepertiku. Aku nggak bisa balas apa-apa selain mendo'akan kalian semua sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya.


Kalau ada komentar yang tak sempat terbalas atau mungkin ada ketikan yang kurang mengenakkan di hati pembaca, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya ya🙏 karena keterbatasan waktu dengan kegiatan sehari-hari terkadang jadi tak sempat membalas satu per satu komentar dari kalian. Tapi percayalah, aku selalu membaca dan menghargai setiap komentar yang kalian berikan 😊 Kalian salah satu alasan kenapa aku jadi rajin up setiap harinya.


Sedikit cerita, novel ini sudah mengalami pergantian judul dan juga pergantian ending. Jadi seharusnya memang novel ini akan sad ending. Tapi karena aku sangat-sangat tak tega menorehkan luka di hati pembaca, jadi aku berpikir keras untuk mengganti endingnya agar semua jadi happy 😁✌


Tapi bagaimana dengan judulnya? Kan judulnya Bumi Tanpa Senja? Nah, maksud Bumi Tanpa Senja disini adalah masa dimana Bumi harus kehilangan Senja sementara di saat Senja koma selama 2 bulan 3 hari, sama seperti halnya dengan senja yang menghilang dalam pekat malam tapi besoknya ia akan kembali lagi menyinari sang bumi. Dan juga Bumi Tanpa Senja disini adalah judul puisi yang ditulis Bumi untuk Senja ketika koma yang menggambarkan kesedihan suasana hatinya saat itu. Jadi, masih masuk kan dengan judul? Masuk-masukin ajalah ya wkwkwkw 🤣 (maaf, maksa 🤣✌)


Lalu, kok udah tamat gitu aja? Jefri gimana? Belum kelar kisah cintanya. Siapa fans nya Jefri disini coba angkat tangan? 👋


Tenang aja, spesial buat pembaca setia Bumi Tanpa Senja dan fans berat asisten Tuan Muda Dirgantara, aku sudah menyiapkan novel terbaruku yang insyaallah akan up mulai September 2022.


Yah, kok september? Karena aku harus menyelesaikan novel ku yang masih on-going judulnya "Cinta Abang Kurir" (yuk, mampir juga kesana). Semoga pas novelnya up kalian masih sudi menunggu si Jefri 🤭


Kok novelnya dipisah? Tentu untuk menyesuaikan dengan judul ya 😊


Oke? Jelas semuanya? Sekali lagi terimakasih untuk semua pembaca setia novel-novelku. Apalah artinya penulis tanpa pembaca, pasti hampa dan tak berwarna seperti bumi tanpa cahaya senja. I love you pembacaku 😘💙


...****************...


PENGUMUMAN GIVEAWAY



SELAMAT KEPADA PEMENANG GIVEAWAY BUMI TANPA SENJA :

__ADS_1



Mamahe 3E : mendapat hadiah 50.000


Y3551c4 : mendapat hadiah 25.000


Raika Budiawan : mendapat hadiah 25.000



Untuk para pemenang dimohon mengirimkan chat via NT ke aku, ya. Kalian harus follow aku dulu agar bisa kirim chat ke aku. Pemenang bisa pilih mau pulsa, gopay atau shopeepay.


Buat yang belum menang, jangan sedih ya. Masih ada kesempatan di lain hari. Btw, di novel Cinta Abang Kurir juga ada giveaway loh. Cusss merapat kesana 🤗


Sekali lagi aku teriakkan dengan lantang I LOVE YOU SEMUA PEMBACAKU 💙 Terimakasih atas semua dukungan kalian.


With love,


...****************...


Eits...ada cuplikan singkat untuk season 2 👇


"Jingga!"


Jefri memanggil Jingga yang sedang menunggu Bayu menjemputnya pulang malam itu. Ia pun langsung menghampiri Jingga.


"Tuan? Ada perlu apa Tuan?" tanya Jingga keheranan karena Jefri berada disana.


"Ikut aku! Aku akan mengantarmu pulang, sekalian ada yang mau aku bicarakan denganmu," ajak Jefri lalu menarik tangan Jingga dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Eh, eh, eh, sebentar Tuan! Saya tidak bisa ikut dengan Tuan. Saya akan dijemput Bayu malam ini," kata Jingga seraya menahan Jefri agar tak menariknya lagi.


Jefri tersenyum sinis. Jingga tidak tau saja Jefri sudah membuat motor milik Bayu mogok di tengah jalan agar pria itu tak menjemput Jingga malam ini.


"Dia tidak akan datang," ucap Jefri.


"Tuan tau darimana?" tanya Jingga keheranan.


"Karena aku yang membuatnya tidak bisa menjemputmu malam ini," jawab Jefri yang membuat Jingga bergidik ketakutan.


Jingga langsung berpikir yang bukan-bukan. Ia mengira Bayu sudah dipukuli oleh Jefri sampai ia tak bisa datang menjemputnya malam itu. Apalagi Jefri orang kaya yang mempunyai kekuasaan, ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan termasuk menyingkirkan Bayu dengan mudah.


Jingga menarik kasar tangannya agar lepas dari tangan Jefri. Ia menatap dengan penuh kecewa pada pria di depannya itu.


"Tuan jahat! Tidak seharusnya Tuan berbuat seperti itu padanya! Bagaimanapun juga dia calon suami saya, Tuan tidak berhak menyakitinya. Kita tidak ada hubungan apa-apa Tuan, saya harap Tuan menjauh dari hidup saya dan jangan menyakiti calon suami saya lagi!"


Deg.


Jantung Jefri terasa dipukul dengan kuat hingga menghujam ke dalam dadanya. Ada rasa sakit saat mendengar Jingga berulang kali menyebut Bayu sebagai calon suaminya dan gadis itu tampak begitu membelanya. Tapi bukan Jefri namanya kalau dia mudah menyerah begitu saja.


"Calon suami kau bilang? Sekarang katakan padaku, apa kau mencintai pria itu?" tanya Jefri secara terang-terangan.


Jingga terdiam sejenak. Jika ditanya soal cinta tentulah ia tidak sedikitpun mencintai Bayu meskipun Bayu adalah calon suaminya.


"Kenapa diam? Jawab aku! Apa kau mencintai pria itu?" tanya Jefri sekali lagi.


"Ya, aku mencintainya."


Bagaimana tanggapan Jefri setelah mendengar jawaban langsung dari Jingga? Akankah dia berhenti mengejar Jingga atau malah melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta Jingga? Penasaran? Ikuti kisah mereka dalam novel "Semesta Mempersatukan Kita" (Bumi Tanpa Senja season 2).

__ADS_1



__ADS_2