Bumi Tanpa Senja

Bumi Tanpa Senja
54. Rumah Sakit


__ADS_3

Nesya segera dibawa ke rumah sakit oleh Adrian dan juga Tari. Ia langsung mendapat perawatan dari dokter yang berjaga disana. Nesya hanya mendapat luka memar akibat benturan di sekitar siku dan kepalanya. Ada sedikit luka di kening tapi itu tidak terlalu parah, bahkan ia pun tidak perlu mendapat jahitan. Yang membuat Nesya pingsan sampai tak sadarkan diri hingga sekarang justru pengaruh alkohol dalam tubuhnya.


“Bagaimana keadaan anak saya, dokter?” tanya Adrian dengan cemas saat anaknya selesai diperiksa.


“Bapak tenang saja. Tidak ada luka yang serius. Mungkin beberapa jam lagi anak bapak akan sadar. Anak bapak juga dalam pengaruh alkohol, itu yang menyebabkan dia belum sadar hingga saat ini,” jawab dokter memberi penjelasan.


“Baiklah, terimakasih dokter. Saya juga ingin minta tolong kepada dokter untuk merahasiakan pada siapapun tentang anak saya yang sedang berada dibawah pengaruh alkohol. Saya tidak ingin berita ini merusak nama baik keluarga saya,” pinta Adrian.


“Baik, Pak. Itu sudah tugas saya sebagai seorang dokter untuk menjaga rahasia pasien. Kalau begitu saya permisi dulu.”


“Silahkan, dokter.”


Setelah dokter pergi, Adrian dan Tari mendekati ranjang rumah sakit dimana Nesya berbaring disana dengan kening yang diplaster dan tangan yang tertancap selang infus.


“Sayang, aku rasa kita harus lebih keras pada Nesya,” ucap Adrian yang merasa anaknya itu sudah melewati batas pergaulan.


“Biarkan dia sembuh dulu. Jangan terlalu keras padanya, lihat apa jadinya saat kau terlalu keras padanya. Dia malah mendapat kecelakaan seperti ini,” bantah Tari. Tari memang selalu memanjakan Nesya dan membela putri semata wayangnya itu. Ia tidak pernah keras pada Nesya karena takut anaknya akan memberontak.


“Jadi, maksudmu ini semua salah aku dia jatuh dari tangga? Kalau dia tidak pulang larut malam dan tidak pulang dalam keadaan mabuk, semua tidak akan seperti ini. Coba kau tanya pada Liliana atau Andika, jam berapa Senja berada di rumah setelah pulang kerja? Lalu bandingkan dengan Nesya! Apa salah kalau aku mau dia jadi perempuan yang baik yang tidak keluyuran tidak jelas tiap malam?” Adrian malah emosi mendengar istrinya selalu membela anaknya.


Tari yang melihat suaminya mulai terbawa emosi langsung memeluk lengan suaminya dan cepat-cepat minta maaf. Ia tau suaminya sedang mengkhawatirkan putri mereka.


“Iya, Sayang. Aku mengerti. Aku minta maaf. Ya sudah, aku ikut katamu saja. Tapi aku mohon, biarkan Nesya sembuh dulu. Baru kita bicarakan baik-baik padanya, ya.”


Adrian menghela nafas dengan berat. “Baiklah. Ya sudah, kita istirahat di sofa dulu sambil menunggu dia sadar.”

__ADS_1


Adrian dan Tari beranjak untuk tidur sebentar di sofa sembari menunggu Nesya sadar.


***


Paginya sekitar jam delapan, terlihat Tuan Dirgantara bersama istrinya mendatangi rumah sakit dimana Nesya dirawat. Tak lama Andika dan Liliana juga tiba disana di waktu yang hampir bersamaan.


Tadi pagi-pagi sekali, Adrian memang sudah memberi kabar pada mereka bahwa Nesya masuk ke rumah sakit karena jatuh dari tangga. Adrian berpikir lebih baik mereka tau dari mulutnya sendiri kalau Nesya sedang dirawat di rumah sakit.


“Nesya, ya ampun, kenapa bisa sampai jatuh dari tangga, Sayang?” tanya Liliana yang cemas melihat kondisi keponakannya terbaring di ranjang. Begitu masuk ke ruangan tempat Nesya dirawat, ia tak sabar segera menghampiri keponakannya itu.


“Nesya masih mengantuk, Tante. Tapi Nesya juga haus. Jadi tidak sadar, terpeleset di tangga waktu mau mengambil minum di dapur,” jawab Nesya berbohong sambil melirik sekilas pada ayahnya. Itu adalah jawaban yang memang sudah ia dan keluarganya rencanakan jika ada yang bertanya.


“Ih, kau ini. Seharusnya sediakan galon dan dispenser di kamarmu. Kalau begini kan bahaya,” omel Liliana.


“Iya, Tante. Lain kali Nesya akan sediakan minuman di kamar,” jawab Nesya pelan.


“Maafkan saya membuat Tuan dan keluarga jadi cemas. Saya hanya berniat untuk memberitau keadaan Nesya saja,” sahut Adrian yang merasa bersalah.


“Tidak, tidak masalah. Lebih baik kami tau langsung dari anda, Tuan,” jawab Tuan Dirgantara.


Nesya tampak celingukan kesana kemari seperti mencari seseorang. Tuan Dirgantara pun mengerti siapa yang sedang dicari oleh calon menantunya itu.


“Apa kau mencari Bumi?” tanya Tuan Dirgantara.


“Hmmm iya, Om,” jawab Nesya malu-malu. “Dia dimana?” tanyanya kemudian.

__ADS_1


“Dia tidak bisa menjengukmu sekarang. Masih ada meeting penting yang harus dihadiri. Mungkin nanti siang dia baru bisa kesini,” jawab Tuan Dirgantara.


“Wah, kau sedang sakit saja masih memikirkan calon tunanganmu. Romantis sekali,” seloroh Liliana yang mendapat sikutan dari suaminya.


“Tidak usah bahas itu,” bisik Andika pada istrinya yang banyak bicara itu. Liliana pun kembali diam dan tersenyum canggung.


“Kalau Senja mana, Tante?” tanya Nesya.


“Senja juga ada meeting sama client dari Jepang katanya,” jawab Liliana.


“Benar. Mungkin Senja kesini nanti siang atau sore setelah bekerja,” tambah Andika. 


Nesya pun hanya mengangguk saja menanggapinya.


“Lain kali, hati-hati lagi ya, Nes. Sebentar lagi kan kau akan bertunangan dengan Bumi. Kalian berdua harus sehat terus. Jangan banyak beraktivitas dulu, jangan sampai kelelahan, supaya pas acara pertunangan nanti kalian dalam kondisi yang baik,” kata istri Tuan Dirgantara pada calon menantunya itu.


"Betul, Nesya. Kau seharusnya perawatan saja di rumah biar makin cantik saat acara pertunanganmu nanti. Tidak usah banyak beraktivitas di luar dulu," tambah Liliana.


“Hmmm..iya, Tante. Nesya akan kurangi aktivitas di luar,” sahut Nesya dengan patuh agar tampak baik di depan keluarga calon mertuanya.


Dalam hati, Adrian mengumpat anaknya sendiri. Kalau mereka tau Nesya tadi malam jatuh dari tangga karena mabuk, mungkin saat itu juga perjodohan Nesya dan Bumi akan dibatalkan. Tapi Adrian tentu tak mau itu terjadi. Karena itu saat ini dia hanya bisa mengalah dulu dengan menutupi aib anaknya sendiri.


Bersambung...


***

__ADS_1


Bab selanjutnya upload malam ya. Terimakasih sudah membaca 🤗 Jangan lupa like, comment dan vote ya 💙 Selamat membaca 🤗


__ADS_2