Bunda Bukan Wanita Malam

Bunda Bukan Wanita Malam
Apakah Mas Wira masih mencintai Mbak Shera?


__ADS_3

Setelah pertengkaran dengan Shera di taman, Via beranjak menuju kamar Lyla. Ucapan Shera yang mengancam akan merebut kembali miliknya terus terngiang di benak wanita muda itu.


Pelan-pelan, ia melangkah masuk, di sana ada Lyla yang sedang berbaring dengan ditemani Bibi Arum.


"Bunda..." Dengan manjanya, Lyla segera mengulurkan tangannya saat melihat sang bunda.


"Iya, Sayang ..."


"Kenapa Bunda lama. Lyla kan mau bobo siangnya sama Bunda."


"Bundanya kan ada tamu, Sayang. Ya sudah tidur sama Bunda, ya."


Via meletakkan kepala Lyla di pangkuannya, sambil mengusap rambut gadis kecil itu. Hingga beberapa menit kemudian, Lyla sudah mulai tertidur. Via pun melirik Bibi Arum yang sedang merapikan beberapa mainan Lyla yang berantakan.


"Bibi, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Via.


"Ada apa Mbak Via?"


"Duduk dulu, Bibi ..." ucapnya menepuk pinggiran tempat tidur, bermaksud meminta Bibi Arum duduk di sana.


Wanita berusia setengah abad itu pun duduk di bibir tempat tidur agar dapat berhadapan dengan Via. Ia menatap Via dengan penuh tanda tanya.


"Bibi, bagaimana dulu hubungan Mbak Shera dengan Mas Wira. Apa Mas Wira sangat mencintai Mbak Shera?" Ragu-ragu Via bertanya. Sedangkan Bibi Arum terlihat terkejut mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


"Kenapa Mbak Via tanya begitu? Sekarang kan istri Den Wira itu Mbak Via. Mbak Shera hanya masa lalu. Apa Mbak Shera membuat masalah?" tanya Bibi Arum hendak memastikan kecurigaannya.


"Tidak, Bi'. Aku hanya iseng bertanya."


Tak ingin Via merasa tidak enak, wanita itu memilih tidak menjawab. "Lebih baik pikirkan masa sekarang, Mbak Via. Lagi pula hubungan Mbak Via dengan Den Wira kan baik-baik saja."


"Aku hanya penasaran ..."


Menghela napas panjang, wanita paruh baya itu teringat masa lalu dimana Wira masih bersama Shera. Tiba-tiba raut wajah wanita itu berubah sedih, membuat Via segera menggenggam jemarinya.


"Kenapa, Bibi?" tanya Via.


"Dulu Den Wira memang tunduk sama Mbak Shera. Apapun yang diinginkan Mbak Shera selalu diberi oleh Den Wira. Dan kesalahan sebesar apapun yang dilakukan Mbak Shera bisa dengan mudah dimaafkan oleh Den Wira. Termasuk kedapatan selingkuh. Den Wira seperti menutup mata untuk kesalahan Mbak Shera," jelas Bibi Arum.


Terkejut, kedua bola mata Via terbelalak. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa suaminya yang sebelumnya sangat dingin itu bisa mencintai seseorang sebesar itu.


Bibi Arum menjawab dengan anggukan. "Beberapa kali Mbak Shera kedapatan selingkuh. Tapi Den Wira masih memaafkan. Kasihan Den Wira, dia terjebak di cinta yang salah. Karena Mbak Shera tidak pernah membalas cinta Den Wira."


Via masih tertegun. Ada kekaguman pada suaminya itu, tentang cintanya yang begitu besar. Namun, ada pula kesedihan di sana yang berusaha disembunyikan oleh Via.


"Apa ayah dan ibu tahu tentang semua itu?"


"Tahu ... Tapi meraka tidak mau ikut campur. Tuan dan nyonya memanjakan Mbak Shera bukan karena sayang. Tapi demi Den Wira. Karena Den Wira terlalu terobsesi dengan Mbak Shera, akhirnya tuan memberi apapun, supaya Mbak Shera tetap bersama Den Wira. Tapi balasannya malah seperti itu. Mbak Shera kabur bersama laki-laki lain, yang akhirnya membuat keluarga ini hancur."

__ADS_1


Via mengusap setitik air matanya. Ia teringat pertama kalinya bertemu dengan sosok ayah mertuanya. Dan juga kondisi ibu mertua yang saat itu dalam keadaan sangat memprihatinkan.


"Tapi sekarang tuan dan nyonya sangat menyayangi Mbak Via. Jadi kalau Mbak Shera membuat masalah, beritahu tuan saja."


"Tidak, Bi'. Mbak Shera tidak membuat masalah," ujarnya dengan senyum tipis, lalu kembali meraih jemari wanita paruh baya itu. "Bibi, apa menurut Bibi, Mas Wira masih mencintai Mbak Shera?"


Dan, pertanyaan itu membuat Bibi Arum terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. Ia tahu betul seperti apa karakter Wira yang sudah dirawatnya sejak kecil. Hingga beberapa saat wanita itu masih bingung memilih jawaban yang tepat.


"Kalau Bibi diam, aku akan menganggap itu benar," ujar Via.


Tersadar dari lamunan, wanita itu pun tersenyum menatap Via. Ia mencoba untuk tidak menggali lebih jauh ke masa lalu.


"Mbak Via kan istri Den Wira. Pastinya Den Wira mencintai Mbak Via. Apalagi sudah merawat Lyla sejak bayi."


Tidak! Mas Wira tidak mencintai aku. Aku tidak melihat cinta di matanya untukku. Dan Mbak Shera akan melakukan apapun untuk mendapatkan kembali Mas Wira. Termasuk menggunakan Lyla sebagai senjata. Tapi aku tidak akan menyerahkan Lyla. Mbak Shera boleh mengambil Mas Wira. Tapi tidak dengan Lyla. Lyla anakku, dan akan tetap begitu.


******


akoh kasih Visual Via versi otor. Kalem dan Manis



__ADS_1




__ADS_2