Bus Hantu

Bus Hantu
penuh darah


__ADS_3

''asep sialan teman macam dia?'' asep menaris nafas kesal dan emosi


anto begitu sesaat dirinya masuk ke dalam gerbang rumah sakit jiwa karna ejekan asep yang menyinggung perasaan nya


''dorrr!!!!''


suara tembakankeras tiba tiba berbunyi dari dalam ruangan peristihatan polisi,anto langsung mengambil pistolnya untuk mewaspadai mereka dalam keadaan bahaya


''gyaaaa!!!''jeritan wanita


saat pintu sudah di depan mata untuk membuka pintu kamar peristirhatan,perhatian tiba tiba berubah setelah mendengar seorang perempuan berteriak sangat keras dari salah kamar,hingga akhirnya anton memilih terlebih dahulu untuk menuju asal suara tersebut dari kamar tersebut


''jderrrr...!!!!''anto mendobrak pintu sambil mengarahkan pistolnya


anto terkejut setelah melihatnya yang ternyata tidak terjadi apa apa,hanya saja pasien rumah sakit jiwa yang teriak teriak sendiri ketakutan di atas tempat tidur


''siall!!!!''ujarnya kesal dan menyesal melihat nya


anto langsung memasukan pistolnya ke dalam sakunya dan langsung keluar dari dalam kamar menutup pintu untuk kembali masuk kedalam tempat peristirahatan nya


"plokk!!!''pistol tiba tiba terjatuh dari dalam sakunya


anto begitu terkejut dan bergetar ketakutan melihat ruangan peristirahatan,darah bertetesan di mana mana bahkan potongan tubuh para polisi yang sudah terpotong potong di mana mana,bau amis darah begitu menyengat di hidung nya,sehingga matanya pun mulai meneteskan air mata


''aku terlambat!!!''


anto hanya menggeleng geleng kan kepalanya dengan penyeselan perbuatan nya ,matanya mulai memburam dan melemas hingga tak sadarkan diri


****#####****


''hosh...hosh...hosh..!!!''


lela terbangun bermimpi sangat mengerikan,hingga membuatnya shok dan trauma,tubuhnya begitu lemas menteskan keringat begitu deras seperti layaknya berlari lari sepanjang malam,mimpi itu seolah olah seperi kenyataan dan saat dirinya terbangun dari tempat tidurnya dirinya terkejut dengan kondisi bajunya yang basah kuyup cairan darah kental berbau amis menyengat tercium di hidung nya


lela langsung saja bangun dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk cepat cepat mengganti pakainya dan mencucinya supaya tak di ketahui orang sedikitpun


****#####****


pagi yang begitu ramai polisi sedang mmeriksa dan meneliti ruangan serta dokter di mana mana membawa jenasah ke dalam mobil ambuland,anto berbaring tak sadarkan diri di ruang peristirahatan lain dengan di temani asep yang khawatir dengan cemas dengan kondisi anto


''sep!!!''panggil anto dengan suara lemah nya tiba tiba terbanguin dari tidurnya


asep langsung membangunkan kepalanya dari tempat tidur nya karna mendengar suara anto


''kamu gak papa??''tanya asep khawatir


''gak papa,hanya pinsan doang dasar cengeng!!!"

__ADS_1


''okeh''


''iyah''


''apa yang kamu lihat semalam di ruang peristirahatan itu??''tanya nya dengan penuh penasan


''entahlah,aku benar benar hanya melihat jasad jasad yang sudah terpotong potong karna gigitan yang entah itu gigitan manusia atau pun hewan aku banr banar tidak tau!!!''


''ya sudah aku akan bicarakan semua kepada ketua supaya bisa di selidiki!!!''


****#####****


lela hanya melamun ketakutan dan sangat khawatir dengan kejadian semalam yang banar benar membuatnya shok dan ketakutan,jantung nya berdebar debar kencang seeta tubuhnya yang bergetar khawatir menjadi tersangka pembunuhan itu


''kamu kenapa lagi??''tanya herman saat berkunjung melihat lela yang terlihat ketakutan tidak tenang


''ak...u''jawab nya dengan nadanya yang tiba tiba kaku dan mulai menangis ketakutan


herman langsung tersenyum dan memeluk erat sambil mengelus rambut nya supaya bisa lebih tenang


''udah gak usah nangis,cerita saja ayok!!''herman meyangkinkan lela supaya lebih tenang dan mau bercerita


''percuma kamu pasti gak akan percaya!!!''


''mau percaya bagaimana kamu saja belum cerita apapun padaku??''


herman terkejut dan langsung melepaskan pelukakan lela dari tubuhnya,herman langsung menatap kedua bola mata lela sehingga saling bertatapan


''kamu bunuh orang??''tanya herman lagi meyakinkan


''iya''jawab lela sambil menelan ludah dalam dalam


''wk wk wk wk wk''tawa herman


''kok malah ketawa !!!"


''gimana gak ketawa coba,kamu aja bunuh tikus di dapur saja gak tega apalagi kamu bunuh orang!!!''


''tapii kan!!!''


''ushhhh.......udah ''herman langsung menutup kedua bibir lela yang pucat


''kan dokter sudah bilang kalo kamu itu lagi kebanyakan pikiran,mungkin wajar aja kalo kamu itu kepikiran kaya gitu,udahlah tenang saja gak usah di pikiran itu pasti cuman pikiran kamu saja yang lagi kacau''


''hm'' jawab singkat lela meskipun tak yakin 100 persen dengan apa yang dikatakan herman


"dari pada kamu kaya gini galau dan sedih tak jelas yuk kita shoping di mall!!!

__ADS_1


''kamu serius ngajak aku shoping??''


''ya serius lah,mau gak???''


''hhehe syiap''senyum lela kembali riang dan bahagia.


***####***


lela begitu semangat untuk pergi berangkat belanja dengan suaminya herman ,dan herman hanya tersenyum bahagia melihat istrinya ceria kembali


''gimana udah syiap??"tanya herman dengan senyuman manis nya


''udah!!''


herman langsung menggemgam erat tangan lela yang lembut dan langsung berjalan pergi keluar ke rumah sakit jiwa untuk menaiki taxi yang sudah mereka pesan,lela hanya tersenyum malu melihat para perawat rumah sakit jiwa yang terlihat iri karna belum meiliki pasangan


''kamu kenapa??'' tanya herman karna curiga


''gak papah!!!''


*****#####*****


kasus  pembunuhan masih terus di selidiki ,polisi mengamati seluruh ruangan kamar peristirahatan yang belum juga menemukan barang bukti yang pasti dan jejak sedikitpun


''kasus ini benar benar aneh,seoalah mereka mati bunuh diri!!!"ujar asep sambil menggeleng gelengkan kepalanya karna bingung


''benar sekali ,pembunuhnya ini bnr bnr lebih cerdik dari apa yang kita duga"ujar ketua polisi


''atau jangan jangan pembunuh itu adalah hantu''ujar anto yang tiba tiba menjadi pusat perhatian


''hahahaha''tawa semua polisi yang masih di dalam ruangan


asep langsung menepuk pundak anto dan tertawa konyol nya mengejek habis habis habisan


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2