
lela menangis di belakang Herman, ia sudah sudah tertidur pulas di atas ranjang.
"maaf kan aku sayang, sudah tak ada cara lain untuk menyelamatkan keluarga kita, aku tau, aku memang salah, aku yang menyuruh untuk menaiki bus itu, kalo saja dari awal aku menuruti ucapan mu, mungkin semua gak akan terjadi seperti ini. aku rela mati, setidaknya aku yang harus di korban kan! "
"cup! " lela mencium jidat
"tes! " Tanpa sengaja ia meneteskan air mata nya, tepat jatuh di atas pipinya.
ia pun langsung mencari pulpen dan selembar kertas, setidaknya ia memberika sebuah wasiat kepada keluarganya,bila akan terjadi apa apa padanya.
lela pun meletakan kertas itu dia tas ranjangnya, harapan nya,surat itu akan segera ia baca setelah bangun dari tidurnya.
Dengan hati yang berat. Ia berjalan keluar dari dalam rumah sakit, ia tak yakin dengan keputusan nya, tpi mau bagaimana pun, cuman cara ini yang bisa ia lakukan, setidaknya jika ia mati, ia bisa menyelamatkan keluarganya, termasuk suami tercintanya Herman.
****#####****
Air matanya ber tetesan deras di depan bus, tubuhnya bergetar sambil menggenggam erat botol yang berisi bensin, ia bersiap untuk membakar bus hantu itu, sebelumnya ia sudah menulis kertas di atas ranjang, jika terjadi sesuatu, setidaknya kertas itu bisa membantu.
Perlahan lela masuk ke dalam bus, tanpa pikir panjang, ia langsung menyiramnya dengan bensin, di setiap sisi.
Setelah semua ia siram, ia pun langsung keluar dari dalam bus.
__ADS_1
"DYARRR!!! " Bus pun berhasil ia bakar di hadapan nya.
"Hosh hosh hosh! " Ia berusaha untuk tenang, yakin semua akan baik baik saja.
"Hyyrrrrrrrrrrr......!!!! " Tiba tiba suara angin dasyat datang, angin begitu kencang, seperti hendak hujan yang sangat deras.
"JDEERRRR!! " petir langsung menyambar, hujan deras langsung turun, bus yang terbakar, seketika basah kuyup, dan tak terbakar atau lecet sedikitpun.
Lela hanya melotot dan menggeleng gelengkan kepalanya, seolah tak percaya dengan apa yang lihat, ternyata semua rencana yang ia lakukan gagal, dan apa yang di katakan fara itu benar, bus ini tak akan musnah, jika tak di bakar, tepat di mana bus itu di pakirkan, yaitu bandung
"Gyaaaaaaaaa!!!! "
Lela pun langsung bangun dari tempatnya, tak peduli tubuhnya yang masih terasa perih karna lukanya terkena air hujan,firasatnya, penghuni bus itu mengamuk, dan nyawanya benar benar sangat terancam.
Ia berlari sebisa mungkin untuk menyelematkan diri, ia tak bisa melihat ada seseorang di sekitarnya, ia memilih untuk berlari menuju jalan raya untuk mencari orang.
"Tolong, tolong!! " Ia melihat ada mobil yang hendak lewat,hingga akhirnya mobil nya berhenti.
"Pak tolong saya!! "
"Mau kemana neng?? " Tanya supir mobil
__ADS_1
"Saya kurang tau hendak kemana,tapi Tolong bawa saya!"
"Baik silahkan masuk!"
Tak pikir panjang ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya, akhirnya ada orang yang mau membantunya. Ia pun bisa bernafas lega dan rileks.
" Emang kamu habis ngapain,tubuh kamu berdarah, sudah di obatin? " Tanya pemilik mobil, karna melihat tubuh lela yang sudah berlumuran darah.
"Ceritanya panjang pak, bapak tau orang pinter di sekitar sini? "
"Orang pintar, paranormal maksud kamu?"
"Iya, orang pinter yang bisa mengusir hantu! "
"CITT! " Tiba tiba mobil berhenti di tepi jalan.
"Loh kok mobilnya berhenti pak? "
pak supir masih diam dan tak menjawab pertanyaan nya.
(bersambung)
__ADS_1