Bus Hantu

Bus Hantu
tak masuk akal


__ADS_3

"Hosh hosh hosh!!!"


"Drrrttttt!!!" (Suara hp nya bergetar)


"Astaga mimpi buruk!!" Lela terbangun dan langsung menepuk nepuk pipinya.


"Kamu kenapa?" Herman melirik menatap lela yang tiba tiba bertingkah aneh setelah terbangun.


"Hahaha gak papa,cuman mimpi!!"


"Bukan,itu hp kamu getar terus,ada yang nelfon"


"Ough iya sorry hehehe!"


Ia langsung menggeledah sakunya,mencari smarphone


"Halo,dengan siapa?" Ujar lela.


"Saya dari pihak hotel,benar ini dengan lela,yang pernah menyewa kamar 451?"


"Iya benar,itu kamar sopir saya,saya yang menyewanya!"


"Kling!" Tiba tiba hp nya mati,karena baterainya habis.


Lela menggenggam erat tangan kirinya,sambil menggigit bibirnya menahan emosinya.


"Siapa?"tanya herman


"Tadi si katanya dari pihak hotel,eh beterainya habis,mati deh,gak tau mau ngomong apa apa!"


"Ough gitu!" Gumam herman sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Sayang?" tiba tiba lela memanggil

__ADS_1


Herman menengok,menatap lela.


"Mana hp km,Pinjam? Boleh kan?" Lela meringis,supaya dikasihani.


Tanpa menjawab,herman langsung mengambil hp nya dan memberikan nya.


"Makasih sayang!!"


****#####*****


(Deg)


Lela melotot tajam,tangan nya bergetar getar.tak sengaja ia melihat berita tentang pembunuhan dan orang hilang,yang tak lain adalah orang yang tak sengaja ia tabrak dan ia kubur di tengah hutan bersama suaminya.


"TOKTOKTOK"(suara ketokan tangan di balik jendela)


"GLEK!"(lela menelan ludah,bertambah keringat yang mulai keluar bercucuran)


"Gyaaaaaa!!!!"(lela teriak melihatnya)


"Apa ada apa sayang?"


"Itu,orang yang pernah kita.."jawab lela sambil menunjukan jarinya.


"Mana,jelas gak ada apa apa??"


Lela pun kembali menengok dan ternyata tidak ada apa apapun,melainkan sudah menghilang.


"Hosh hosh hosh!!"


"Kamu yang tenang yah!!"


"Drtttt"(tiba tiba hanphone herman bergetar)

__ADS_1


"Biar aku yang ngangkat,okeh?" Ujar lela


"Halo?dengan siapa?"


"Saya dari pihak hotel,apakah ini suami lela?"


"Maaf ini saya lela sendiri ada apa?" Jawab lela tanpa basa basi


"Benar anda yang menyewa kamar 451?"


"Saya bilang iya,itu kamar supir saya,ada apa,nelfon suami saya,apa kami belum bayar sewaan nya,atau kami ketahuan mencuri hah??" Lela mulai geram dan penasaran.


"Begini bha,kami menemukan mayat di kamar 451!"


"Hah???" Lela mulai panik,tak karuan


"Gimana,tadi saya kurang jelas dengarnya?" Lela bertanya kembali untuk memastikan nya,apakah pembicaraan pelayan hotel itu benar.


"Tadi pagi kamar itu terkunci,dan kami pikir masib ada orang di dalam nya,dan karna waktu penyewaan kamar sudah habis,terpaksa kami membobol kamar tersebut dengan kunci cadangan,dan ternyata,saat kami buka,ada mayat yang bergelantungan di atas toilet,dan terlihat dengan sangat jelas,dia bunuh diri!"


"Kamu jangan menipu kami yah,jelas jelas supir itu masih hidup bersama kami disini,dia sedang mengendarai bus ini,bagaimana mungkin dia sudah mati bunuh diri!!"


"Maaf bha,ini serius, kalo anda perlu bukti,kami memiliki bukti yang kuat,kalo saya sama sekali tidak menipu!"


Lela menggaruk garuk kepalanya,ia tak siap melihat nya,namun ia paksakan,barang kali,ia salah orang.


"OKEH,kirim foto nya,bukti kalo anda tidak menipu saya!!"


"Kling!!" (Suara hp,pesan pun masuk)


Jarinya bergetar tak siap membukanya.


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2