
"hosh hosh hosh! "
lela terbangun kagetnya, tubuhnya sudah basah kuyup berlumur kan air keringat.
"ngit! " (suara pintu terbuka)
Herman masuk, dan langsung terkejut melihat istrinya yang terlihat seperti sedang ketakutan.
"kamu kenapa lel? " tanya Herman sedikit panik
"aku gak papa kok, cuman mimpi buruk aja! "
"mimpi buruk apa lagi? kamu masih mikirin bus itu? "
"hah, gak kok,tolong ambilin air minum nya!"
lela sedikit panik setelah herman mengatakan bis, hatinya semakin panik dan takut bercampur cemas.
Herman langsung bangun dan mengambil air minum.
__ADS_1
"nih, air minum nya, lain kali kalo sebelum tidur itu, jangan mikir yang aneh aneh, biar gak di mimpiin buruk terus ya? "
"iya sayang! " jawab lela sambil tersenyum dan mengambil gelas yang sedang Herman genggam
"glek glek glek! " (suara lela minum air)
"tapi, kamu tadi beneran gak mimpiin masalah bus kan? " tanya Herman masih sangat curiga.
"ukhokk! " tiba tiba lela terkejut saat sedang minum air
"uhuk uhuk uhuk! " lela batuk batuk karna tersedak.
"sorry sayang! " Herman langsung merasa bersalah, namun masih ada sedikit tawa di hatinya.
"sini aku lapin! " Herman langsung mengambil kain dan mengusapnya.
"kalo bukan mimpi bus, mimpi apa? " tanya Herman sambil mengusap
ya intinya mimpi buruk, tenang, aku gk papa kok?! " Jawab lela sambil menggeleng gelengkan kepalanya, berusaha untuk meyakinkan Herman, semua akan baik baik saja, padahal semua kacau, penuh dengan rasa takut.
__ADS_1
"Mimpi buruk apa?! " Herman masih curiga dan tak mau kalah
"Udah lah gak usah di bahas, aku lagi pusing nih, tolong pijitin?! " Lela tak menjawab, justru menarik perhatian lain, supaya tak di bahas lagi.
kini Herman mengalah dan tak mempermasalahkan itu lagi, ia langsung menarik nafas berat, sambil tersenyum menahan amarahnya, sedangkan lela tersenyum manis, walau penuh ketakutan di dalam hatinya.
****#####****
00:03 WIB
Lela terbaring di atas ranjang,sambil melihat lihat atas atap rumah sakit, beribu cara untuk membuatnya tertidur kembali, semua gagal total, beda dengan suaminya, yang sudah tertidur sangat nyenyak di atas kursi, sambil meletakan kepalanya di atas pahanya.
Karna bosan, ia mengambil smarphone nya, yang ia letakan di atas meja rumah sakit, ada bekasan pesan dari pihak hotel tapi tak ia buka, karna ia belum bisa menerima keadaan, bahkan ia sengaja memegang handphone Herman, supaya tak di ketahui siapapun.
"Hosh hosh hosh! "
Ia berusaha menarik nafas dengan lega, supaya lebih rileks, lela cuman tak ingin membuat keluarganya cemas dan khawatir, masalah kasus ini, ia akan rahasiakan, sampai ia benar benar pulang dengan selamat, setelah itu, ia akan ceritakan semua masalah itu.
Ia teringat dengan perkataan fara waktu lalu, di rumah sakit jiwa. kutukan bus hantu itu akan berakhir jika kamu membakar nya, tepat di tempat bus hantu itu di pakirkan, yaitu di bandung. Sudah tak ada ide lain untuk melenyapkan bus itu, selain dengan cara itu. Jika ia melanjutkan perjalanan nya besok, ia dan keluarganya pasti akan mati.
__ADS_1
"Baiklah, aku yang akan melakukan nya sendiri!" Tak ada pilihan lain, setidaknya ia harus melakukan nya sendiri, demi keluarganya, dan suaminya, ia langsung bangun dari tempat tidurnya, keluar dari rumah sakit.
(bersambung)