
herman nampak marah dan kecewa dengan lela yang sangat egois,terlalu memikirkan dirinya sendiri.keluarganya saja ia tak peduli apa lagi nanti kalo mereka sudah di karuniai anak.
herman terduduk rapi di dalam taxi bersama keluarganya,sambil melamun.
"hey km gk papa?" tiba tiba ibu menantunya menyapa nya,karna herman terlihat tidak sehat
"ough gk papa kok ma!" herman sontak kaget dan menjawabnya
"ough ya,ngomong ngomong kenapa lela gak ikut bareng sama kita?" ia mulai cemas dan khawatir dengan anaknya
"tadi sih,katanya dia lagi gak enak badan,takut mabuk perjalanan di bus!"
"aw,jangan jangan dia mau hamil lg!?"
"hahaha mungkin tante!" herman tertawa palsu,karna mungkin berbohong adalah jalan satu satunya,dari pada mengatakan hal hal yang seharusnya terjadi,terlebih masalah hantu.akan merusak suasana kalo ia mengatakan hantu.
***######****
__ADS_1
lela duduk di bangku paling tengah,matanya selalu berputar ke mana mana,hatinya selalu was was dan sangat khawatir,berharap herman tiba tiba datang menjemputnya untuk kembali pulang bersama,karna selama ini dia selalu peduli.tapi kenapa belakangan ini dia berubah.
atas bawah layar hp nya ia geser geser kebingungan sambil menggigit kuku jarinya yang panjang,ia juga berharap herman menelpon nya atau menyuruhnya pulang,tapi percuma,kontak wats aps nya saja tidak aktif.
"hah,sial,gua harus gimana??"
****#####****
"jbr" (suara herman menutup pintu taxi)
semua barang sudah ia siapkan herman langsung memanggil pqk supir untuk segera berankat,namun saat herman masuk kedalam kamar hotel pak supir bekas pak supir lama yang sudah meninggal,terlihatpak supir nampak aneh tertawa tawa sendiri tak jelas,korden jendelanya masih tertutup sangat rapat,lampu juga tidak dinyalakan,membuat suasana menjadi sangat gelap,kamar juga terlilhat sangat berantakan.apa yang telah ia lakukan?
"pak supir?" panggil herman dari belakang tubuhnya,
pak supir masih tertawa menghadap ke jendela,iajuga bertingkah seperti kuntilanak,tertawanya makin keras
"pak supir,bapak kenapa?" herman semakin tak yakin dan takut.apakah dia kesurupan atau sedang menakut nakutinya.
__ADS_1
perlahan tangan herman ia angkat,untuk menyentuh pundaknya,mungkin ia tak dengar ucapan nya sehingga ia sengaja menyentuhnya
"drrrtttt...!!!!"5 cm lagi tangan nya mententuh pundak nya,tiba tiba lampu lion di dalam kamar berkedip kedip sendiri.sontak membuatnya kaget dan tidak jadi menyentuh pundaknya
"mas herman manggil saya!"
"deg!"
herman melotot tajam dan kaget,tiba tiba pak supir itu sudah berdiri tegap di depan nya,sorot matanya sangat tajam,wajahnya juga terlihat pucat dan kurang ber energi
"kamu sehat kan,gak papa,nyetir hari ini,soalnya kami batal naik pesawat!"
pak supir hanya menganguk ngangukan kepalanya,menandakan ia menerima tawaran itu,herman tersenyum dan langsung berjalan pergi keluar dari dalam kamar,namun saat ia sudah keluar dari depan pintu,pak supir masih terlihat bengong berdiri sendiri
"loh,kok masih bengong,ayok,udah di tungguin!"
pak supir akhirnya langsung keluar dari dalam kamar,dan perlahan berjalan mengikutinya,meskipun jalan nya sangat lelet dan lemas.
__ADS_1