Bus Hantu

Bus Hantu
mengantarkan jenasah


__ADS_3

Puluhan wartawan tiba tiba datang menyerbu, sedangkan Herman baru saja keluar dari ruangan istirahat nya, hendak saja keluar untuk memasuki ruang jenasah keluarganya. Meskipun ia susah untuk berjalan, ia paksakan. ia sudah tak sabaran melihat kondisi keluarga nya sekarang.


"Pak Hermann gimana kondisi bapak, saat ini, dan apakah keluarga anda akan di pulang kan ke Bandung, atau akan di makam kan di kota ini? " Tanya wartawan sambil berdesakan dengan yang lain nya.


"Apakah lela sudah di temukan? " Tanya wartawan lain


Herman semakin resah, pertanyaan yang di tanyakan wartawan, seakan akan menyinggung hatinya,ia memilih bungkam seribu bahasa. Ia sama sekali tak menjawab, dan hanya berjalan menuju ruang jenasah, meskipun berdesakan.


Lela tiba tiba berhenti menangis, ia melihat suaminya Herman yang tiba tiba masuk. Ia pun berjalan ingin menolong nya, karna terlihat kesulitan dalam berjalan. Namun saat ia menyentuh tangan nya, ternyata tembus pandang. Dan ia kembali tersadar, ia sudah mati.


"Herman! " Panggil lela, meskipun Herman tak mendengar nya.


Herman meneteskan air matanya begitu deras. Melihat semua keluarga nya di ruangan jenasah, hatinya terasa hancur. Baru saja ia kehilangan orang yang paling di cintai nya, yaitu istri nya. Kini harus merelakan semua orang orang yang menyayanginya.


Lela hanya bisa meratapi kesedihan suaminya itu.


****#####****


Semua jenasah sudah dimandikan dan di kain kafan kan, hanya tinggal di angkat di masukan ke dalam mobil ambulan. Rencana nya jenasah akan segera di makam kan di kota kelahiran mereka, yaitu di bandung.

__ADS_1


Mungkin ini sangat berat untuk Herman, jika harus meninggalkan bali. Padahal istri nya saja belum di temukan keberadaan nya sedikit pun. Rasanya tak tega jika menyerah begitu saja.


"Tenang Herman, masalah istri kamu yang hilang, aku pasti bantu, aku akan segera menemukan istri kamu secepat nya. Aku janji sama kamu! " Tiba tiba Andy mengusap ngusap pundak Herman, supaya lebih tenang.


"Makasih ya diy,kamu memang benar benar orang yang baik! "


Tiba tiba Herman memeluk erat erat Andy, mengucapkan rasa Terima kasih kepadanya, karna tanpa bantuan nya selama ini, mungkin semua akan jauh lebih buruk.


"Sama sama Herman, ini juga bagian dari tugas saya! " Balas Andy, dan ia juga ikut memeluk nya.


"Dengan bapak Herman? " Tiba tiba ada suster yang datang.


"Iya benar, dengan saya sendiri, gimana Sus? "Jawab herman


"Begini pak, jenasah keluarga anda sudah di pindahkan ke dalam mobil ambuland, jadi jenasah sudah siap di pulangkan! " Jelas suster


"Baik Sus terimakasih! "


Herman pun langsung berjalan keluar dari rumah sakit, ke tempat parkir. Di sana sudah ada supir mobil jenasah yang terlihat menunggu nya. Namun sebelum pergi ia pun melambaikan tangan nya menghadap Andy untuk berpisah. Padahal lela juga sedang berdiri di samping Andy, sambil ikut melambaikan tanganya.

__ADS_1


Andy pun membalas nya, ikut melambaikan tanganya dan tersenyum menatap herman, meskipun dari kejauhan.


Herman pun masuk ke dalam mobil jenasah, duduk di depan di sebelah supir.


"gimana pak, sudah siap pergi ke Bandung sekarang? " tanya pak supir, memastikan jika penumpang nya benar benar sudah siap untuk pergi.


"baik Pak, saya siap! " jawab Herman singkat


"deg"


saat ia melirik melihat kaca spion, ia melihat seorang wanita yang menangis, dan nampaknya ia adalah lela.


"tunggu pak berhenti dulu! "


Herman langsung keluar dari dalam mobil, dan ternyata kosong, tak ada orang lain,termasuk lela.


"astaga, mungkin hanya halusinasi ku saja! "


Herman menarik nafas tenang dan kembali masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2