
Keringat mulai bercucuran setelah mendengar permintaan lela kepadanya,ia bingung tak tau harus menerima atau menolaknya saja, sedangkan batin nya paling dalam ia sangat menginginkan moment itu,karna jarang jarang bisa seperti itu.
"gimana mau gak? "lela membentaknya tanpa harus malu
"e....????"herman mikir dan mulai panik karna sebenarnya perutnya semenjak masuk ke dalam gerbang ia sangat kesakitan menahan rasa mules karna ingin berak ke wc, namun karna melihat lela yang juga tak sabaran ingin cepat masuk dan meniki wahana nya, ia memilih harus menahan nya saja, karna pikirnya pasti gak akan lama,namun ternyata semau tak sesuai realitanya yang harus menyiksa nya diam diam
"malah bingung!! "lela mulai redah dan kecewa ngambek
"iyah iyah gua mau kok!!! "rasanya mungkin perutnya yang serasa mules itu masih bisa ia tahan,hingga ia lebih baik menerima tawaran istrinya,lagi pun buat apa ia tolak kalo masalahnya hanya karna perut mules
Lela tersenyum dan menutup kedua matanya, menati herman segera cepat mencium nya cepat cepat,tanoa harus lama lama, karna ia khawatir waktu menaiki wahana nya akan berakhir
"Brut..! "herman kentut dengan suara lirihnya, untung saja lela sama sekali tak menyadari akan suara kentut itu, hanya saja
"kok kaya bau busuk yah? "lela kembali mebuka kedua matanta, karna mencium bau busuk yang tercium sangat menyengat di hidung nya
__ADS_1
"ah itu di bawah ada kotoran kuda, jadi mungkin aja tercium sampai sini"herman meringis dan menunjuk nunjukan jari telunjuk nya ke bawah memgarah kan kuda yang sedang di kasih makan di bawah
"ough,ya udah ayok gak usah lama lama lagi!"matanya kembali ia kejapkan
Herman menarik nafas lega dan langsung memilih cepat cepat saja keburu meledak,wajahnya ia dekatkan dengan wajahnya karna tak ingin lama lama lagi namun....
"kruyukkkk... Kreyukkk....!!! "perut nya sungguh tiba tiba serasa sangat mules dan sakit luar kepalang pantatnya serasa ingin meledak bom,ia benar benar tak kuat lagi menahan nya
Wahana yang ia tumpaki tiba tiba berhenti dan bawah,dan kunci di buka serta pintu tiba tiba saja terbuka, pasti karna jam main mereka sudah habis
Ah sudah lah, istrinya ia lupakan begitu saja, padahal istrinya masih dalam keadaan menutup rapat rapat kedua matanya, mungkin ia tak sadar kalo wahananya sudah berhenti dan berakhir, termasuk saat ia keluar dari dalam kandang itu
Petugas penjaga pun akhirnya masuk karna melihat lela yang masih duduk sendiri di dalam,matanya ia tutup, terlebih terlihat sedang tersenyum senang nya
"halo? "panggi pak petugas dari luar kandang memanggil manggil nya
__ADS_1
Lela sama.sekali tak mendengar kan suara suara pria itu, hingga akhirnya oak petugas pun masuk kedalam kandang dan memegang pundak nya supa sadar
Lela mulai jantungan, karna pikirnya herman pasti akan mencium nya, namun dupikir pikir krnaoa cara megangnya itu beda, sama sekali tidak seperti orang ciuman, saat ia mebuka kedua mata nya karna curiga
"gyaaaaa!!!! "sontak lela langsung teruak karna yang ia lihat bukan sesuai dengan yang di inginkan
"ceter! "lela langsung menampar orang itu sekeras mungkin karna ia berfikir baoak itu pasti ingin menciumnya
Petugas itu langsung kaget karna tiba tiba saja wanita itu menamparnya keras keras hinga akhirnya terlihat jelas cap tangan berwarna merah dipipinya karna bekas tamparan nya
"mau ngapain kamu!! "lela teriak ketakutan seperti wanita yang hendak di perkosa
"yang nanya itu saya kenapa kamu tampar pipi saya?? "
"alah gak usah bawel, ngaku aja bapak mau nyium aku kan? "
__ADS_1
"cium kamu? Kurang ajar, gak liat saya ini siapa? Saya ini penjaga dan pengatur wahana ini jangan sembarangan kalo ngomong, dan saya megang kamu karna ingin nyadarin kamu karna jam main kamu di wahana ini udah habis!! "
Lela langsung melongo tersenyum malunya dan langsung meminta maaf atas kejadian yang salah sangka itu