
matanya sudah bengkak karna bekas air matanya yang sudah mengalir deras.ia duduk di dalam mobil.tanpa terlihat bahagia,karna seharusnya ini adalah moment yang paling ia tunggu agar bisa pulang ke hotel kembali.
"ya udah pak ayo jalan aja! "suruh herman kepada pak supir setelah memasukan barang barang lela ke dalam mobil
"siap pak! "jawab langsung pak supir dan menjalankan motor nya
herman melirik menghadap lela, sedanh cemberut dan ngalamun melihat luar kaca mobil taxi
"kamu kenapa sih lel? "herman bertanya sambil mengelus elus pundaknya
"udah gua gak papa! "lela langsung melepas tangan nya di pundaknya,seperti marah dan risih
"ya ampun lel, masalah tadi gak usah di pikirin. kamu liat sendiri kan di cctv? "
"udah lah gak usah di bahas lagi! "lela membantah dan tak trima
"cup"tanpa lela sadari tiba tiba herman mencium pipinya
"udah ngambeknya?? "tanya herman
"belum! "jawab lela nampak senyum senyum, ingin di cium lagi
"dasar lo haha! "herman tertawa dan langsung mengacak ngacak rambutnya sampai agak berantakan.
__ADS_1
"sayang? "tiba tiba lela memanggilnya manja
"iya apa? "tanya herman sambil memainkan smarphone
"aku laper. ke restoran dulu yuk? "
"lo? bukan nya tadi kamu udah sarapan di sana? "
"kan cuma sedikit, belum kenyang! "
herman menganguk dan langsung menyuruh supir untuk mencari restoran ter enak di kota.
****#####****
"baik bha! "jawab pak supir sabar dan kembali melanjutkan
herman hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tungkah istrinya yang susah di atur dan semaunya sendiri. hampir lebih satu jam mencari restoran. semua lela tolak mentah mentah
"sayang kita udah mau 2 jam loh muter muter kota hanya nyari restoran?!"
"kamu kaya gak kenal aku aja.aku kan paling gak mau,makan di restoran sederhana!! "
herman melirik keluar mobil tak sengaja melihat restoran yang terlihat sederhana, dari lelah dan repit repot ia langsung menyuruh supirnya untuk berhenti.
__ADS_1
"kok disini? "lela nampak kesal
"udah sukuri aja ayok turun! "seketika lela cemberut dan akhirnya mengikuti kata suaminya keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran yang tak begitu mewah.
*****######*******
"plok! "anto melempar tisu bekas air matanya ke dalam tong sampah yang sudah oenuh tisu bekasnya.
ia kembali mengambil tisu. karna air matamya yang belum bisa si hentikan, ia benar benar sedih dan merasa kehilangan seorang sahabatnya itu.
"ngittt!!! "tiba tiba pintu kamar peristirahatan nya terbuka. ada ketua polisi yang masuk ke dalam sendirian. perlahan ia berjalan mendekat dan duduk di ranjang nya
"udah nangis nya? "tanya ketua
anton langsung melirik tajam metua dengan matanya yang sudah memerah dan bengkak karna menangis
"bapak gak akan ngerti rasanya kehialangan orang yang paling berharga selama disini, dia adalah sahabat yang menginspirasi saya untuk menjadi polisi, apa jadinya saya kalo gak ada dia. pasti saya gak akan mewujudkan cita cita saya dari Kecil"ujar anto sambil mengusao air matanya dengan tisu dan melemparnya ke tong sampah
"iya bapak tau apa yang kamu rasakan sekarang. tapi bukan seperti ini caranya. mengangis terus terusan tanoa melakuakn sesuatu, setidaknya kamu berusaha memecahkan kasus teman mu itu. bukan kayak begini!! "
anto semakin cuek dan emosi dengan ucapan ketua
"kamu tau siapa yang bunuh Asep? "tanya ketua.
__ADS_1
(jangan lupa kasih like ya biar semakin semangat nulisnya dan terimakasih!!! )