Bus Hantu

Bus Hantu
jejak berdarah


__ADS_3

"hosh... hosh... hosh...!!!"


Herman berbaring lelah menikmati hangat dan empuknya tempat tidur kamar hotel yang berwarna putih berselimut tebal, pakainya kemejanya ia lepaskan hanya tersisa kaos dalam yang pendek dan tipis, tangan nya ia luruskan bersamaan lurus menghadapi kakinya yang sengaja ia luruskan, matanya ia memejamkan sambil menikmati suara musik di smartphone nya yang di letakan di samping kepalanya di atas selimut


"herman!!! "entah dari. Mana suara itu berasal, tapi suara itu berhasil membuat herman merinding untuk langsung bangun dari tempat tidurnya melihat di sekeliling nya, mencari cari orang yang memanggilnya,namun setelah ia melirik ke kanan ke kiri dan depan belakang ia sama sekali tidak menemukan orang satu pun disekitarnya yang telah memanggil namanya


"apakah aku sedang berimajinasi sendiri?? "herman bertanya pada dirinya sendiri,dan saat pikir pikir mungkin firasatnya ada benar nya juga kalo dirinya hanya sedang berhalusinasi saja, hingga akhirnya memilih berbaring kembali menikmati suara musik favoritnya


"Dor... Dor... Dorrr!!!"


Kebiasaan yang paling ia benci di dalam kamar, yaitu suara gedoran pintu yang menurutnya sangat mengganggu aktifitasnya nya di dalam kamar


"haduh siapa lagi sih? pengganggu saja!!!"herman langsung membuka matanya dan menjambak jambak rambutnya karna emosi bercampur lelah dan rasa malas,tak ada pilihan lain ia pun memaksakan tubuhnya yang malas itu bangun membukakan pintunya karna siapa tau itu penting


"ngittt.......!!!"saat pintu sudah terbuka lebar dan melirik ke kanan kiri dan depan ternyata tak ada seseorang pun yang berdiri di sana,namun saat ia melirik menatap bawah lantai ia melihat ada jejak kaki yang berwarna merah darah, entahlah maksudnya apa tapi seperti tanda sebuah jejak yang harus ia ikuti dari arahan cap kaki itu.


Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung berjalan pelan mengikuti arah jalan kaki itu berasal dan saat jejak itu sudah dekat dengan sumber tenyata jejak itu mengarahkan ke arah bus yang ada parkiran khusus mobil dan bus, terlebih pintu bus itu terlihat sudah terbuka menandakan bahwa herman harus masuk ke dalam bus tersebut, saat ia melirik ke arah jam tangan nya ternyata sudah larut malam,tubuhnya pun sudah merasa lelah dan pegal karna kelelahan membawa barang belanjaan lela saat menemaninya belanja di mall.


Akhirnya ia memilih untuk kembali saja ke dalam kamar hotel nya,karna ia tak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk masuk ke dalam bus pikirnya pasti itu iseng iseng orang orang rendahan yang mengganggu nya di dalam kamar


"tidddddddd.......!!!!"klakson bus tiba tiba saja berbunyi sendiri dengan sangat keras saat herman membalikan tubuhnya untuk kembali masuk ke dalam kamar, lampu bus pun tiba tiba menyala berkedip kedip sendiri sangat  terang dari kejauhan


"apa maksudnya ini??"herman kembali menghadap bus merasa bingung dan keberatan untuk masuk ke dalam bus tersebut


Karna tak ingin membuang waktu lama lama dan juga rasa penasaran nya yang semakin bercampur emosi,ia langsung pergi berjalan perlahan mendekati bus tersebut yang hanya jarak 3 meter dari arah ia berjalan dan berdiri


"permisi,siapa di dalam??"herman menoleh ke dalam bus yang ternyata kosong dan saat melirik setir bus ia melihat kertas yang terlihat ada tulisan darah


"tinggalkan bus ini!!!!! "

__ADS_1


Tulisan itu berwarna merah persis menyerupai darah asli dan saat ia mencium kertas tulisan itu ia juga benar benar mencium bau darah asli entahlah itu darah apa?berasal dari mana?dan juga siapa yang telah mempermainkan nya dengan lelucon seperti itu


"darah apa ini?apakah darah kelinci atau darah sapi? "


Ia sama sekali tak takut atas tulisan dan ancaman itu, karna ia hanya memikirkan darah itu darah apa?


Herman langsung meletakan kembali kertas itu ketempatnya dan kembali melirik kembali ke belakang melihat lihat sekeliling bus mencari orang yang ternyata memang benar benar kosong tak ada siaoaun yang sedang mengerjain nya


"cih,lelucon sampah!!!"herman membuang ludah ke luar pintu dari dalam bus menuju keluar pintu


Saat hendak turun satu langkah dari dalam bus tiba tiba dari belakang tubuhnya ada yang memegang pundak kanan nya dari belakang, hingga sempat membuat hermsn kaget dan terkejut agak takut dan saat ia menoleh ke belakang bus ternyata ia adalah ibu mertuanya


"ibu? "herman berfikir bingung dan heran, karna sebelum hendak keluar dari dalam bus ia benar benar sama sekali tidak menemukan siapa pun di sana terlebih ada ibu mertuanya sendirian di sana


"iya herman aku ibu mertuamu"jawab nya dengan senyuman nya nemperlihatkan gigi nya yang masih terlihat rapi dan putih meskipun usianya yang tak terlalu muda dan segar


"emang gak boleh yah, kalo ibu main main di dalam bus ini sendirian? "ibu merasa seperti di nasehati dan meilih balik menanya


"bukan nya gak boleh, tapikan ini udah saat nya istirahat ibu kan sudah mulai tua jadi harus jaga kesehatan Dong!!! "herman mengelus ngelus pundak ibu mertuanya dengan nasehatnya


"hahahahahhaha,ibu sudah gak punya kesehatan lagi!!!!! "lampu bus tiba tiba berkedip bersamaan dengan suara Tawa ibunya yang terlihat agak menakutkan membuat herman sedikit takut


"emang ke..napa bu? "tanya herman agak bergetar ketakutan


"karna aku sudah matiiiiii"ternyata ia tertipu, yang ia kira adalah ibu mertuanya ternyata dia hantu yang menyamar menjadi ibu mertuanya.


wajahnya langsung berubah drastis berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan,dengan darah kental yang terlihat bertetesan di seluruh tubuh nya menandakan seperti seseorang yang habis dari kecelakaan hebat,rambutnya sangat panjang kusut tak terawat sampai menyentuh karpet, bajunya berwarna putih panjang seperti layaknya sosok kuntilananak,kukunya panjang dan berwarna hitam tak terawat.


Herman hanya melotot ketakutan,nafasnya tidak teratur, tubuhnya pun bergetar sangat ketakutan. Ia tak menyangka bahwa ia benar benar melihat hantu asli di depan kedua matanya,ia pikir panjang ia langsung bergegas pergi untuk keluar dari dalam bus, namun sial terjadi pintunya tiba tiba saja tertutup dan terkunci sendiri.

__ADS_1


"hahahahaha kamu gak akan bisa keluar dari sini!!! "ketawanya dengan muncratan darah dari dalam mulutnya, menetes netes mengenai sedikit pakaian dalam nya yang tipis berwarna putih sehingga noda nya terlihat sangat jelas berwarna merah darah


"ampun jangan bunuh saya!! "herman memohon ampun karna bingung harus berbuat apa lagi, tak ada harapan lagi.


"tinggalkan bus ini............!!!!!!! "tiba tiba lampu berkedip kedip dan meledak sangat dasyat hingga akhirnya herman terpental menabrak kaca depan hingga terjatuh dengan pecahan kaca


"auww" herman menahan rasa sakitnya.Tanpa pikir panjang ia langsung bangun dari tempat ia jatuh karna ia harus cepat cepat pergi menjauh menyelamatkan diri meskipun tubuhnya sudah berlumuran darah karna pecahan kaca,setelah ia masuk ke dalam ke kamar ia langsung mengunci erat erat pintu memastikan hantu itu takan bisa mengikutinya.


"hosh.... hosh... hoshh..!!! "


Herman menarik nafas lega karena lelah sambil duduk di atas tempat tidur keringat membasahi seluruh kaos dalamnya serta darah yang berlumuran dan ada juga yang sudah kering di kaki tangan dan juga wajahnya yang mulai tercium bau amis di hidungnya.


Perasaannya benar-benar tidak bisa diatur nyawanya terasa terancam entahlah apakah dia kan masih bertahan hidup atau berakhir dengan kematian.


"hepzz...!!! " tangan berlumuran darah tiba-tiba menyekap mulutnya erat-erat dari belakang,sampai tak bisa berbicara,tubuh nya tiba-tiba langsung ditarik dari belakang samapi terjatuh ke bawah lantai, sosok itu tiba-tiba muncul di atas pangkuan tubuhnya mencekik lehernya sampai tak bisa bernafas.


"Tinggalkan bus itu! "ucap hantu itu sangat keras


****#####****


"hosh...hosh......hosh...!!!!"


Herman terbangun kaget dengan tubuhnya yang sudah ketetesan air keringat di sekujur tubuh dan menyadari bahwa kejadian itu adalah mimpi buruk.


"mimpi buruk lagi?" Iya berpikir sendiri dengan kejadian yang selama ini iya alami yaitu mimpi buruk yang selalu menghantui sepanjang malam setelah lela pergi dirawat di rumah sakit jiwa.


Tubuhnya iya paksakan untuk terbangun berjalan pergi ke dapur mencari obat penenang lela yang tersisa waktu itu.


"semoga aku bisa tenang dengan minum obat ini tak bermimpi buruk buruk lagi! " herman langsung menelan obat penenang nya dan langsung meminumnya bersamaan dengan air putih

__ADS_1


__ADS_2