
Polisi akhirnya keluar dari dalam air, dan menggendong seseorang, satu persatu pun ikut menyusul, polisi berenang mendarat.
"Gimana pak? " Air mata Herman menetes deras, melihat keluarganya tak berdaya.
Polisi tak menjawab, mereka langsung menidurkan tubuh nya, memberikan pertolongan pertama. Memberikan nafas buatan, dan menekan nekan dada korban.
Beberapa kali polisi berusah, namun korban ta ada respon.
"Maaf Pak Herman, mereka sudah tidak bisa di tolong lagi! " Jawab polisi dengan nada nya yang berat, seolah tak tega menjawab nya.
Tangisan Herman semakin pecah, ia benar benar shok,Ia tak tau harus apa. Seumur hidup, ia baru pernah mengalami hal yang sangat tragis seperti itu.
Satu persatu ambulan pun datang, Herman hanya terduduk menangis.perawat pun langsung berlarian mengangkut jenasah, Herman dan Andy di gendong masuk ke dalam mobil.
******#######******
Herman terbangun, dirinya sudah berada di rumah sakit, tubuhnya sudah di penuhi perban, rasanya masih sedikit perih, dan sangat lemas. Ia melirik di sebelah tempat tidurnya. Ada Andy yang sedang tiduran. Sudah Tersadar sedang menatapnya. Sadar bahwa dirinya baru siuman.
__ADS_1
"Kamu gak papa? " Tanya Andy dari atas tempat tidur nya.
Herman seketika langsung mengangkat badan nya, meletakan tubuhnya di tembok.
"Gimana kabar keluarga saya? " Tanya Herman.
"Keluarga kamu, udah aman sekarang, semua sudah di evakuasi, masalah pemakaman, dan kepulangan kamu, ke Bandung. Sudah di atur sama polisi! " Ujar Andy
Herman kembali menangis dan tak tega untuk kembali megingat.
"Gimana saya mau pulang sedangkan istri saya saja, belum di temukan! " Balas Herman
"Kamu tau istri saya?? " Herman sedikit kaget, karna Andy. Seperti nya tau, tentang istri nya.
"Masalah itu, aku pasti bakalan beresin, sekarang kamu pikirin dulu, keluarga kamu, soal istri kamu akan aku urus semuanya! "
Entah kenapa, Herman terdiam, dan merasa ada perasaan tenang, meskipun ia tak tau siapa Andy, ia pun tak tau apakah yang di katakan Andy itu benar.
__ADS_1
Perawat tiba tiba datang, dan langsung mengantarkan makan pagi, mereka.
****######*****
Lela tak henti hentinya, menangis di dalam ruangan jenasah, meskipun ia sudah mati, dan sama seperti mereka, kenapa ia tidak bisa melihat arwah mereka. Ia hanya bisa memeluk satu persatu satu, jasad keluarganya. Termasuk ayah dan ibunya.
Sambil di temani fara, yang hanya bisa melihat nya menangis, sambil mwngwlus elus pundaknya, supaya lebih tenang.
"Yang sabar ya la, aku yakin. Mereka pasti tenang bersama kamu nanti! " Jelas fara
"tapi kenapa,mereka gak muncul di hadapan saya fara,mereka kan sama sama sudah mati seperti saya? " jawab lela
"lel,kamu inget kan, kita ini arwah gentayangan, berbeda dengan mereka yang sudah masuk ke dunia yang berbeda, lain dengan kita. kurasa kamu juga akan menyusul mereka! "
"kamu tau dari mana aku akan menyusul mereka? " tanya lela penasaran.
"seperti nya Andy, sudah punya petunjuk, ia sudah tau. mayat kamu ada dimana, mungkin sebentar lagi, dia akan memberi tau suami kamu. dan kamu akan bisa istirahat dengan tenang! "
__ADS_1
"yah, terimakasih fara, tapi aku gak tau. akan jadi seperti apa. jika suami aku tau. kalo aku sudah meninggal, terasa berat untuk meninggalkan kan suami aku sendirian "
fara ikut terharu, dan langsung memeluknya erat erat, semoga lela di beri kesabaran