
"pelan pelan atuh sep, entar ketauan!!! " ujar anton sambil memegang senter pelan-pelan di belakang rumah sakit jiwa yang penuh dengan pepohonan rumput dan juga kegelapan disertai suara jangkrik di mana-mana
" udah santai aja lela jam segini pasti udah tidur di kamar lah!!!" bantah asep tak peduli
" aduh jadi gak sabar pengin ngintip!"
" ya dari pada itu ayoh cepetan jalannya jangan lama-lama biar cepet ngintipnya" bisik asep memarahi anton
Anto meringis malunya dan ikut-ikutan berjalan lebih cepat mengikuti arahan asep sambil terbayang-bayang hal senonoh di pikirannya di sepanjang jalan menuju belakang kamar lela.
****#####*****
"lo yakin ini kamar lela yang lo sebut itu kan? Tanya anton karna tak yakin dengan keputusan asep
"kayanya sih hahaha!!! "
"yang bener aja loh, kalo ini kamar nenek nenek gimana? Lo doyan? "
"tenang aja,ini pasti kamarnya kok!!!"asep mengatakan dengan yakin kamar itu adalah kamar lela,karna sudah berulang kali mendengar bahkan bertanya pada suster perawat rumah sakit jiwa,kalo itu adalah kamra lela yang mereka incar incar malam itu.
"asep duh sep,sakit sep!!!! "saat mereka berdiri di belakang jendela kamar lela,tiba tiba asep meringis kesakitan
"lo kenapa?? "tanya asep super panik melihat asep meringis ringis kesakitan mengusap ngusap perutnya
"gua lebelet berak!!! "
"berak? "anto melongo
__ADS_1
"iyah!! "jawabnya meringis tak berdosa
"sialan loh, kirain kenapa kenapa sampai gua panik begini, eh malah cuman kebelet berak aja"menyesesal karna sudah peduli dan panik
"ahahaha, jadi orang gampang banget kena tipu!! "tawanya terbahak bahak melihat ekpresi asep yang terlihat super panik terlalu serius ingin menolong nya
"awas aja,kalo kamu sakit lagi, pasti gua siksa lo sampai mati loh!!! "asep mulai ngambek
"uhh....takut!!! "ledek anton sambil mengeluarkan lidahnya supaya asep makin marah
"****!!! "
"ya udah, gua mau berak dulu, entar malah keluar disini bahaya, kamu tunggu sini yah, sampai gua kesini lagi, dan knget jangan ngintip duluan!! "anti samakin tak tahan dengan perutnya yang serasa mules
"iyah"jawab asep dengan nada seraknya malas menjawab nya
"dasar..!!! "sambil menggeleng gelengkan kepalanya, menunggu k
"tok tok tok..!! " tiba tiba jendela berbunyi dari dalam kamar
Asep langsung membalikan tubuhnya menghadap kebelakang melihat jendela, dan ternyata yang mengetuk jendela itu adalah lela sendiri
"mas asep!! "lela tiba tiba memanggilnya entah dari mana ia bisa tau namanya, tapi membuatnya nya kaget seoalah tak percata dengan lejadian malam itu
"dari mana lela tau nama saya?? "tanya asep sambil melotot ngeri karna mungkin rencananya malam ini akan terbongkar
"hahaha, terus mas asep sendiri tau dari mana nama saya?? "tanya balik lela senyam senyum manisnya
__ADS_1
"glek!"asep menelan ludah dan melotot ngeri karna lehabisan kata kata, bingung harus mengatakan apa lagi, terlebih tampilan lela malam ini berhasil membuat asep meleleh dan gerogi dengan pakaian baju tidurnya yang terkesan sangat sexy dilihat
"ah itu,kamu yang waktu itu di introgasi kan?? "akhirnya nemu ide dan bisa menjawab
"ough iya, lah terus mau ngapain malem malem gini di belakang kamar saya? "lela heran dengan tinkah asep yang nampak seperti mencurigakan
"ini lagi jaga jaga, siapa tau ada pembunuh di sekitar sini, barang kali malah ada yang mau bunuh kamu gimana??? "ia berusaha melawak dan menakutinya
"hahaha ada ada aja bapak ini,kirain mau ngintip kamar saya?!!"
"hahaha gak kok, saya ini bukan orang sembarangan kaya gituan!! "
"hahaha iya pak saya tau kok,tapi kok sendirian saja?mana teman mas nya? bukan nya tadi kesini bawa satu lagi? "tawa lela sambil menutup mulutnya dengan jari jari kanan nya
"ah yang satunya lagi ke wc, ya sudah ya saya mau keliling ke tempat yang lain!!"karena tubuhnya sudah bergetar takut dan khawatir bakalan ketahuan kalo mau ngintip, ia lebih memilih harus cepat cepat pergi menghindar dan memutuskan untuk batal mengintip bersama anto malam ini, dari pada harus berurusan dengan pekerjaan dan nama baik profesinya itu sebagai polisi, tak terbayangkan akan terpandang seperti apa jika sampai ketahuan ngintip wanita gila di rsj itu, tapi meskipun begitu setidaknya malam ini ia bisa melihat rezeki yang tak terhingga dengan tampilan lela yang menggiurkan selera di pikiran dan hatinya itu, terlebih bisa ngobrol dan tertawa sebentar
"eh mas asep mau kemana? "sudah satu langkah berbalik berjalan pergi, tiba tiba saja lela menghentikan nya, hingga asep membalikan tubuhnya kembali menghadap jendela
"saya kan sudah bilang mau keliling tempat lain, buat jaga jaga!!"jawab tegasnya walau sebenarnya senang karna disuruh berhenti
"ceklek! "tiba tiba lela membuka jendela itu lebar lebar entah maksudnya apa membuat asep heran
"mas asep aku takut, siapa tau pembunuh itu benar benar ada di sekitar sini, kalo sampe masuk ke kamar lela gimana?aku takut! Lela mulai terlihat manja dan bawel ketakutan sendiri seperti hendak menangis di depan nya
"udah gak papa kok, pasti aman, kunci aja rapet rapet jendelanya,pasti penjahat itu gak bisa masuk ke dalam kamar kamu! "
"tapi tetep aja takut,temenin lela sampai pagi di kamar dong!!!"lela ketakutan seperti hendak menangis meneteskan air matanya
__ADS_1
asep melotot dan terkejut mendengarnya